Pages

WHERE MY HEART BELONGS Ryutaro POV Chapter 1



title   : My Heart Belongs
POV : ‘Morimoto Ryuutaro
OC : Ayukawa Sayaka
Author : Matsumoto Mikarioka
Rate : PG-15
Genre : crime, dark, romance



                Lamunanku pecah saat rekanku menyadarkanku dengan mengoyang-goyangkan tubuhku.
                “hei! Apa kau mendengarkanku?!” omel pria -yang bernama chinen yuri- dengan tajam.
                “ya ya? Ah maaf yuri, bias kau ulangi kalimatmu tadi?” aku beranjak dari lamunanku dan lekas menuangkan whiskey ke gelas yang sedaritadi kupegangi.
                “bagaimana? Kau yakin ingin melakukan ini? Permata itu sangat berharga dan..” sekejap aku memotong pembicaraan chinen dengan segala amarahku.
                “Yuri, apa kau tidak sayang pada nyawamu? Maksudku, aku tahu permata itu berharga dan kita telah menghabiskan hampir dari sepertiga hidup kita untuk mencari benda itu. tetapi …” kalimatku terhenti saat kumenoleh kea rah foto kekasihku yang telah mati karena kecelakaan 2 tahun lalu. Hamper saja air mataku jatuh saat ku menggenggam foto mendiang kekasihku.
                “tetapi, mendiang guru ingin kita tak memiliki permata itu, permata itu akan membawa malapetaka untuk kita” lanjutku dengan perasaan campur aduk.
                “lalu untuk apa selama ini kita berjuang?? Apa hanya untuk memenuhi amanatnya saja? GILA!! Kau GILA Ryu!!” kami pun terdian, kulihat wajah chinen berwarna merah padam, aku tau dia sedang mencoba untuk menahan amarahnya. Sedangkan aku masih bingung karena permata yang aku tak ingin sampai membahayakan keselamatanku.
                “yuri, hampir seluruh dunia tahu kan, bahwa kita berdua adalah pemilik sah permata ini?” tanyaku sambil menghela nafas.
                “ya, tentu saja” kata yuri yang terlihat agak tenang.
                “Apakau punya mimpi, yuri?” tanyaku tiba-tiba.
                “tentu saja”
                “Apa yang ingin kau lakukan? Kalau aku…” aku agak terdiam sejenak, lalu segera kulanjutkan. “banyak sekali yang ingin aku lakukan, sekolah dengan normal, bermain bersama teman, menonton bioskop, mempunyai kekasih, bertamasya keliling dunia, dan masih banyak lagi … bukannya .. menghabiskan hampir seluruh hidupku di gundukan pasir, gua, atau batu-batu dan meneliti kehidupan masa lalu seperti ini…” jelasku panjang.
“aku … juga sebenarnya .. banyak sekali hal yang ingin aku lakukan …”
“kalau begitu, ayo kita wujudkan. Toh kita berdua sudah memenuhi keinginan sensei yang belum tersampaikan. Kita lelang permata itu dan bagi dua uangnya. Aku ingin melakukan banyak hal, hidup bahagia, bukan berakhir di gundukan tanah seperti sekarang ini” Yuri masih terdiam.
            Masing-masing kami melihat foto keluarga lalu menarik napas panjang.

                ‘tuhan, apa hidupku akan berlanjut seperti ini?’ pikirku. Dengan sigap aku menyewa jasa untuk perlindungan untuk niat kami melelangkan permata ini berjalan aman.
                “moshi-moshi, nanami-san desuka? Aku ingin memesan jasamu” aku menelepon jasa detektif agar niat kami berjalan dengan lancer. Dan tak menutup kemungkinan saat acara pelelangan tiba, ada yang mengincar permata ini.
                “aku ingin kau menyelenggarakan semacam acara untuk pelelangan permata.” Jelasku.
                “ baiklah, aku mengerti”
                “kuserahkan semua padamu nanami-san” kataku tegas.
                “yuri, kita akan mengadakan acara pelalangan ini secepatnya” jelasku.
                “dimana?” Tanya yuri.
                “nanami-san yang akan mengurusnya, kita hanya menunggu keputusannya”
                Tak lama kemudian, nanami mengirimkanku pesan kronologi acara yang ia buat.
                ‘ morimoto-san, pelelangan akan berlangsung di New York dengan perjalangan menggunakan kapal pesiar yang sudah kami sediakan. Kalian akan dijaga ketat olah detektif kami yang menyamar sebagai bodyguard kalian. Lusa kalian akan dijemput untuk kebrangkatan.’
*****
                Sebelum keberangkatan, kami mepersiapkan barang masing-masing termasuk permata tersebut. Kulihat lagi permata itu. Sedikit merinding. Mengapa ini sangat berat kujalani ‘haaahh’ aku menghela nafas, apa yang akan terjadi nanti. Kuhentikan pandangan ku dari permata itu, lagilagi aku teralihkan oleh foto yang sangat berharga bagiku.
                “mika-chan, aku rindu saat-saat kita bersama, tawa, candamu adalah bagian dari hidupku” kutaru foto itu didadaku sambil berbaring enatap langit-langit kamar yang telah lama tak kulihat.
                Paginya seorang mengetuk pintu, dengan segera aku dan chinen membuka pintu. Kulihat pria memakai setelan jas rapi memakai kacamata hitam persis seperti bodyguard.
                “hajimemashite yamada ryosuke desu. Akulah yang akan bersama anda selama acara pelelangan berlangsung,” kata yamada sopan
“hanya kau saja?” tanyaku heran.
“tenag saja morimoto-san, masih ada rekan saya mengawaih dari kejauhan, jadi anda tidak perlu khawatir” jawat yamada lantang. “ Apa kalian sudah siap untuk berangkat kedermaga?” lanjutnya
“tunggulah di mobil, aku akan membawa barang-barangku” katachinen sambil memasuki kamarnya. Tak lama yamada mencegah chinen. “tenang tuan, biar kami yang mengangkutnya.
Aku dan Chinen langsung memasuki mobil dan langsung berangkat menuju dermaga. Sesampainya di dermaga kami pun langsung menaiki kapal pesiar yang mewah dan sangat besar. Tibalah aku di sebuah ruamgan yang telah rapi dengan ratusan meja dan kursi mewah. Tampak orang-orang berdatangan dengan kemewahan tentunya. Sesampainya di sebuah meja, kami dipersilahkan duduk oleh pelayan. Dan tiba-tiba..
‘PRAAAAAAAANNKKKK!!!!!!’
Terdengar suara keras yang tiba-tiba mencuri pandangan sema orang yang ada berada didalam ruangan tersebut. Kulihat ada seorang wanita yang gaunnya dengan tidak sengaja tertumpah minuman oleh pelayan.
“ada apa itu?? Mengacaukan saja!!” sebuah suara terdengar dari belakangku, tepatnya orang yang duduk di belakangku. Kutengok orang yang terdengar sangat kesal karena kejadian tadi.
‘DEG! Kenapa? Mika?’  bingung, aku hanya bias tebengong karena melihat Mika masih hidup dan ada di depan wajahku.
“Mika?” kuberanikan diri untuk berbicara, dan menanyakan wanita itu.
“sumimasen~”
“ah~ gomen, ternyata aku salah orang,”
‘tidak, tidak mungkin itu Mika, penampilannya sangat berbeda. Mika yang kukenal sangat lembut, selalu berpakaian simple dan tidak suka dengan tempat ramai seperti ini.
Tiba-tiba wanita itu menjabat tanganku dan meperkenalkan dirinya.
“perkenalkan, aku Ayukawa Sayaka, aku peserta pelelangan disini. Aku sangat menggermari permata” katanya dengan senyum yang sangat mirip dengan Mika.
“Morimoto Ryutaro desu. Semoga kamu mendapatkan yang kamu inginkan” balasku dengan senyum yang tak kalah manisnya.
Kualihkan pandanganku kearah Chinen. ‘ah ternyata dia sedang asyik berbincang dengan orang lain dan sambil meneguk angur merah yg telah disediakan. Tiba-tiba wanita tadi mengajakku berbincang ladi dengan cara menarik lenganku.
“Morimoto-san, itu temanmu?” ayukawa menujuk ke arah Chinen.
“iya, itu rekan sekaligus temanku” jawabku sedikit cuek.
“morimoto-san, apa kau mau menenaniku mengobrol?” tanyanya memegang tanganku.
Entah mengapa bulu romaku berdiri. Hawa wanita ini sangat dingin. ‘ah mungkin perasaanku saja’ pikirku.
“memangnya kamu dating sendiri kesini?”tanyaku heran.
“Iya, aku tidak akan mengajakmu berbicara kalu aku tak sendiri” jawabnya terlihat agak sinis.


To Be Continue

No comments:

Post a Comment

your comment is precious to us :)