Pages

WHERE MY HEART BELONGS Keito Okamoto POV Chapter 1



Title                       : Where my heart belongs (Chapter 1 Keito’s PoV)
 Rate                      : PG-15
 Genre                  : dark, crime, romance
 Disclaimer          : I don’t own anything except the story
 Author                 : Ainun Pratiwi
OC                          : Kitagawa Keiko
 POV                      : Okamoto Keito


“Kalian mendapatkan misi baru!”Nanami san berkata lantang pada kami ber-4.
“Misi baru??” tanggap Yuto dengan semangat.
“iya, kalian di minta untuk melindungi dua arkeolog penemu batu berlian. Morimoto san dan Chinen san.Mereka ingin melelang berliannya.”
Musim panas ini? Yang benar saja,aku kan perlu liburan,pikirku “loh, apa mereka gila? Mengapa dilelang?Padahal dengan mereka memiliki berlian itu saja sudah cukup bisa membuat mereka kaya raya.”Yuto menyeringit heran.
“apa kau tidak mengetahui legenda tentang berlian itu?” kataku tiba-tiba.
“ah iya, benar juga. Mungkin karna legenda itu.” Tambah Yuya, sambil terus sibuk mengunyah coklat pocky yang sedari tadi ia genggam.
“Maksud kalian?”Yuto semakin mengerutkan keningnya.
“Bodoh!!Menurut legenda, siapapun yang menyimpan berlian itu tidak akan bahagia, melainkan mendapat malapetaka.”Sahutku ketus terbawa kekesalan harus membatalkan liburanku.
“hah! Masih ada hal seperti itu!” sergah Yuto yang tak mempercayainya.
“saya ingin kalian melindungi Morimoto san dan Chinen san, sekaligus yang mengatur jalannya acara pelelangan itu.” Nanami san memotong pembicaraan kami.
“Loh? Memangnya kita event orginazer! Kita inikan hanya mata-mata.”Cetus Yuya.
“Justru itu pointnya.Kalian tau betapa mahalnya harga berlian itu.Tentunya banyak penjahat yang ingin mengincar berlian itu. Tugas kalian sesungguhnya adalah menjaring penjahat yang tentunya akan hadir disana.” Ujar Nanami san dihadapan kami.
 “bukankah itu sama artinya dengan kita menjaring bayangan?” Ujar Yuto.
“Ku percayakan tugas ini pada kalian.”
“bagaimana kalau acara itu kita adakan di kapal pesiar. Kita menyewa kapal pesiar dalam perjalan 3 hari.Dan kita selenggarakan acara itu dikapal.Itu akan memudahkan kita mendata setiap tamu yang memjadi perserta pelelangan tersebut.” Tiba-tiba Yamada yang sejak tadi diam,angkat bicara
 “baiklah, Ryosuke. Untuk misi kali ini kupercayakan kau sebagai ketuanya.”
“yosha,kapal pesiar~ ide bagus Yama chan. Setidaknya kita bisa sedikit berlibur,ne minna?” ujarku semangat mendengar ide cemerlang Yamada.
“ingat Keito,kita kesana untuk bertugas,bukan berlibur” yuya mengingatkan ku pada kenyataan sebenarnya. Setengah bersungut,aku mengangguk-angguk.
*
*
*
Hari ini,kami akan berlayar selama 3 hari 2 malam menuju New York. Kapal,le meridian queen akan membawa sekitar 2100 penumpang dengan 300 awak kapalnya. Kapal pesiar yang terbilang mewah,bahkan untuk orang sepertiku.
Aku masuk melalui pintu dermaga bersama para penumpang lainnya.Aku sudah tak melihat dimana Yuto dan Yuya namun aku yakin mereka ada diantara para penumpang.
Aku masuk ke hall  utama dimana acara pembukaan pelayaran kali ini diselengarakan. Aku duduk di samping seorang wanita bergaun hitam anggun. Dari wajahnya kukira dia berusia sekitar 30 an tahun.
PRAANG~
Suara pecahan kaca tiba-tiba membuat seluruh isi ruangan menjadi hening.
 “kaauu !!apa yang kau lakukan pada gaunku !!”
 “ahh, sumimasen, maaf, maaf sekali nona .. aku ..aku ….”
Aku melihat kea rah datangnya keributan dan terpaku pada wanita yang familiar dimataku.
 “kau tahu berapa harga gaun ini!! bahkan gajimu setahun-pun belum tentu bisa membayar setengah dari harga gaun ini.”
 “ada apa ini??” seorang kepala pelayan kapan ini datang menengahi suasana panas yang mendadak ini.
 “anak buahmu ini mengotori gaunku !! aku tidak mau tahu! Kalian harus membayarnya!!”
Tiba-tiba,pria tinggi dengan rambut coklat dan jas berpotongan mahal menumpahkan minuman ke gaun wanita itu.
“maaf nona, biar aku ganti bajumu. Nona kecil ini tak akan bisa mengganti bajumu dengan satu tahun gajinya kan? begitu juga dengan pelayan lain. Untuk apa kau meminta kepada orang yang jelas-jelas tak bisa membayar? Nah, Berapa harganya? Karena aku bersalah sudah merusak gaun indahmu, aku akan ikut menggantinya. Kau mau cek atau cash? “
Aku dan semua orang di ruangan itu terdiam dengan kejadian itu.Sebisa mungkin aku tak menghiraukan gangguan aneh tadi.Wanita itu pergi dengan wajah kesal sambil terus menyumpah seraph tak jelas.
“wanita angkuh macam itu seharusnya diabaikan saja” cetus wanita di sebelahku. Aku hanya tersenyum mendengar kalimat wanita itu.
*
*
*
Acaranya sudah berakhir.Aku masih dihall menunggu keadaan sedikit sepi. Kulihat Yamada keluar ruangan menemani Morimoto dan Chinen,sementara Yuto berjalan keluar sendiri dan Yuya asik berjalan mencari makanan kesana-kemari. Aku baru akan meninggalkan hall  ketika seseorang menepuk pundakku.
“jadi ini alasan kenapa kamu meleponku kemarin dulu?”
Aku hanya menghela nafas mendapati mahluk yang menepok ku barusan.
“Oyaji?Kenapa ada disini?” gerutuku di hadapan ayahku.
“kamu gak penasaran dengan siapa yang bernama Toshizawa Toru?” kata ayahku sambil tersenyum misterius.
“Toshizawa Toru? Siapa itu?” tanyaku sambil mengeriyitkan alis.
“pria tinggi berambut kecoklatan yang tadi menumpahkan minuman ke gaun Kitagawa Keiko.”
“Kitagawa Keiko? Siapa lagi itu” desahku menyerah dengan kemapuan ayahku sebagai agen rahasia yang sudah lebih senior dariku.
“dasar idiot,masa kamu gak tau siapa aja yang ada di kapal ini?”
“aku tau tapi bukkan berarti hapal” gerutuku. Aku sendiri mengutuk kemampuan mengingatku yang lumayan parah.
“cari tahu sebelum kamu menyesal. Aku kesini melepas badge  ku sebagai polisi. Jadi aku takakan menolongmu sampai ada sesuatu yang buruk terjadi disini. Jya,Kith”
*
*
*
Aku masih memikirkan kalimat oyaji barusan.Dasar ayah yang suka semaunya.Aku melirik arloji di tanganku dan melihat jarumnya menunjukkan pukul 10.20 malam.Secepat itu kah waktu berlalu? Besok malam akan diselenggarakan pelelangannya. Buru-buru aku melesat ke kamar yamada untuk bertemu dengannya dan yang lain.
Ketika aku masuk sudah ada Yuto dan yuya yang menungguku didalam.
“sorry lama” ujarku kepada mereka semua.
“bagaimana apa ada yang mencurigakan?” Tanya Yuto.
“aku clear” balasku santai.
“aku curiga dengan Toshizawa Toru. Pria yang tadi menumpahkan minuman ke gaun wanita tadi.Aku tak menemukan data apapun dari file pemberianmu Keito” kata yamada dingin.
“aku curiga kalo ada yang tak beres dengan pria itu” yuya mengungkapkan pendapatnya.
“hanya ada 3 kemungkinan bila seseorang identitasnya tidak diketahui. Pertama karena dia orang sangat penting se Jepang sampai identitasnya dilindungi,kedua dia orang asing tapi itu tak mungkin atau kemungkinan ketiga identitasnya palsu.” Ujarku sambil mulai membuka laptopku mencari informasi tentang si Toshizawa.Tapi nihil. Satu persatu Yamada,Yuto dan Yuya meninggalkan ku sendirian di kamar.
*
*
*
Keesokan harinya,aku bangun labih pagi dari biasanya. Aku buru-buru mandi dan berniat mencari informasi dari oyaji.Tanpanya aku takkan bisa mengungkapkan siapa sebenarnya si Toshizawa itu.
Selesai mandi aku keluar kamar dengan kaos santai putih tulang dan jins santai. Sepatu sneakers coklat menemani penampilan ku pagi itu.Aku mencari oyaji ke dek utama.Disana pagi ini sangat ramai.Orang berpasang-pasangan menikmati matahari pagi musim panas.Aku masih sibuk mencari dimana oyaji bersembunyi.Ketika aku tak sengaja menabrak seseorang.
“ups,sorry” kataku pada orang itu.
“ish,kau ini merusak hasil gambarnya” gerutu wanita itu. Ah,diakan…
“kitagawa Keiko?” panggilku tanpa sadar.
“siapa yah?”
Aku menelan air liur menahan gejolak. Maaf saja yah ini bukan gejolak asmara melainkan gejolak emosi akibat dia tak mengenaliku.
“aku keito,okamoto keito. Pemilik butik Ladika” gerutuku kesal pada wanita dihadapanku.
“maaf aku terlalu banyak punya kenalan pemilik butik jadi tak hafal satu-persatu” balasnya sambil lalu.
Aku mengikutinya.Berjalan dibelakangnya seperti anak bebek dan induknya.
“bisa berhenti mengikutiku?” tanyanya lagi.
“kamu benar-benar melupakanku?” ujarku kesal.
Dia berbalik dan menatap kearahku kesal.Wajahnya merah padam dengan nafas yang naik turun.
“dengar yah aku tak harus mengenal satupersatu kenalanku,permisi”
Aku.Kesal dan menghentakkan kaki keras-keras.
*
*
*
Malam ini aku kembali ke hall  untuk menghadiri pelelangan. Disana aku kembali melihat si toshizawa dan bodyguardnya. Yamada berdiri sok sigap dibelakang morimoto dan chinen sementara aku tak bu=isa menemukan yuto maupun yuya diantara para tamu.
Lampu sedikit diredupkan.Dan seorang wanita memandu acara pelelangan hari ini.
Tiba-tiba yuya naik ke panggung,dengan wajah cemas dan berbisik ke pembawa acara membuat si pembawa acara menyerahkan microphonenya  ke yuya.
“selamat malam semua,saya inspektur takaki ingin menyampaikan sebuah pengumuman. Salah satu penumpang kapal ini Kitagawa Keiko ditemukan tak bernyawa dikamarnya.”
semua penumpang langsung ricuh,akupun tak menyangka dia tewas. Ada apa sebenarnya ini?
“kemungkinan waktu kematian pada pukul 8-9 pagi. Kami pihak kepolisian akan memeriksa alibi kalian semua pada jam itu. Jadi harap berkerja sama dengan kami.” Kata yuya.
Apa jam 8-9 pagi? Itu kan jam dimana aku dan Keiko masih mengobrol di dek….

*TBC*

No comments:

Post a Comment

your comment is precious to us :)