Pages

TRUTH part 8





Title                             : Truth
Categories                   : Multichapter
Genre                          : Romance, fantacy
Rating                         : NC-21. If you don’t like. Just don’t read.  I warn you
Theme song                 : understand - Yui
Cast                             : Inoo Kei
 Yabu Kota
Takaki Yuya
Hikaru Yaotome
Arioka Daiki
Hamano Haruka (OC)
Disclaimer                   : all cast is not mine, the story is mine
Synopsis                      :
Mereka hidup seperti oranglain. Makan nasi dan lauknya, minum air, sekolah, belajar, berkencan, bahkan melakukan seks seperti yang lain.namun ada satu yang membedakan mereka dari makhluk di sekitarnya. Mereka haus akan darah manusia. Namun mereka, sampai saat ini, masih menahan diri untuk tidak mengurangi populasi manusia yang semakin padat di muka bumi ini. ya, mereka adalah para vampire. Yang saat ini keberadaannya masih sangat dirahasiakan oleh beberapa manusia lain, dan hidup berbaur dengan para manusia.

***********************************************************************************
“daiki ....” seorang wanita memanggil daiki dari kejauhan. Ia kaget saat melihat wajah cantik wanita itu. “konnichiwa, genki desu ka?”
“haru.. ka.. sama..” daiki terdiam kaget. Inoo penasaran dengan ekspresi daiki dan melihat wanita itu dengan detil. Wanita berambut cokelat sebahu dengan bibir pink kecil, memakai dress selutut berwarna pink memakai tas putih. Sepintas wanita ini terlihat seperti gadis jepang biasa, namun karena daiki memanggilnya dengan sebutan sama itu berarti dia adalah seorang vampire juga.
“daiki, siapa yang ada di belakangmu?” haruka menghampiri inoo yang membagi dua belanjaannya dengan daiki.
“konnichiwa, inoo kei desu. Yoroshiku” inoo menyapanya dengan sopan sambil tersenyum. Haruka membalas senyumnya.
“hamano haruka desu, yoroshiku” gadis itu berputar mengelilingi inoo, melihat semua bagian tubuh inoo dari atas sampai bawah, dan yang paling menarik perhatiannya adalah leher inoo.
Daiki yang sadar dengan hal itu langsung mundur menghampiri haruka.  “ne, haruka-sama. Ada perlu apa anda repot-repot kesini? Bukankah anda sedang ikut pelatihan?”
Ternyata benar dugaan inoo, dia adalah salah satu dari bangsa vampire.
“aahhh, aku bosan daiki. Oh ya, ngomong-ngomong daiki, dia sepertinya bukan dari bangsa kita.” Haruka melihat pada inoo. “kau manusia kan? tetapi kenapa bermain dekat seperti itu dengan daiki? Dan auramu sangat mencolok untuk standar manusia biasa, pasti kau …”
Daiki segera menidurkan inoo dengan kekuatannya, ia tak mau haruka mendekati inoo lebih dari ini. daiki menggendong inoo yang tertidur ke dalam mobil.
“kenapa menidurkannya daiki? Tak sopan sekali. Aku kan ingin mengobrol dengannya.”
“yuya-sama bilang untuk tidak memperbolehkan orang ini berinteraksi langsung dengan vampire lain.” Jawab daiki masih dengan sopan santun.
“haruka-sama. Lebih baik anda pulang. Nanti kakek anda khawatir.”
“jadi kau berani mengusirku?” dia berdiri sambil bertolak pinggang. Haruka memaksa masuk ke dalam mobil “kau nanami kan?” haruka berkata pada supir daiki.
“ya, nona” jawabnya dengan sopan
“antarkan aku ke tempat yuya, kalau tidak kubunuh kau dan semua keluargamu” gadis itu berkata dengan singkat, daiki menoleh kepadanya. Ya, daiki memang tahu benar sifat gadis manja ini.
……………………………………………………………
Inoo terbangun dari tidurnya di kamar. Kepalanya agak pusing karena sihir daiki. Ia bangun dan mencoba mengingat apa yang terjadi. Yang dia ingat terakhir adalah bertemu dengan seorang gadis cantik. Inoo melihat sekeliling kamarnya sangat sepi. Ia bangun mencari gelang untuk yabu yang ia beli tadi.daiki meletakkan kedua gelang merah dan cokelat di meja belajar inoo. Inoo tersenyum melihat gelang itu, ia hendak mandi dan kemudian berniat untuk memberikannya langsung pada yabu. seseorang muncul ketika ia berbalik badan, gadis yang tadi ia lihat.
Gadis itu tersenyum manis pada inoo, inoo agak segan dengannya karena masuk kamarnya tiba-tiba.
“hai inoo-chan”
“kau, hamano-san. Ada apa kemari?”
“ah, aku hanya ingin menengokmu. Apa kau baik-baik saja?”
“un, arigato. Tapi aku baik-baik saja.”
Haruka melihat gelang yang di bawa inoo. Wajahnya mendekati gelang itu.
“huwaa kirei desu ne. pasti untuk pacarmu ya.”
“ah tidak, aku tak punya pacar” jawab inoo polos.
“ya, tentu saja. Pacarmu kan yuya”
Wajah inoo berkerut ketika mendengar kalimat itu. “tidak, dia bukan pacarku”
“sou ka. Tetapi biasanya vampire itu akan pacaran lhoo dengan imunnya” jawa gadis itu enteng. Inoo kaget, kenapa gadis ini bisa tahu jika dia adalah imun yuya.
“atau ….ada oranglain yang kau sukai?”
Inoo terdiam, dia gugup dan takut ketahuan olehnya. Dia berkeringat dan gemetar.
“ternyata benar ya”  gadis itu semakin mendekat pada inoo. Inoo mulai menghindarinya, merasa ada sesuatu yang tak beres pada haruka.
“maaf aku harus pergi..” inoo menghindar, berjalan menjauh namun tiba-tiba langkahnya menjadi berat, melambat dan kemudian berhenti. Inoo tak bisa menguasai tubuhnya. Haruka mendekatinya.
“hawa seorang imun itu… sangat menarik ya..” gadis itu tersenyum sinis, tangannya membelai wajah inoo. Memandangi matanya. Dia mencium bibir tipis inoo dan melumatnya, sudah bertahun-tahun tak ada wanita yang menyentuh inoo seperti ini.  “ku dengar darah imun pewaris tahta dapat mebuat kekuatan kami menjadi beberapa kali lipat. bagaimana ya jika aku sedikit mencicipi darah segarmu itu.” wanita tu mendekati area leher inoo. Mengeluarkan taringnya. Inoo teringat perkataan yabu jika ia digigit vampire selain yuya atau yabu, inoo akan tewas hanya dengan hitungan detik.
Tangan wanita itu memegangi wajah inoo, dia semakin mengekang inoo untuk berontak, taringnya telah keluar dan hanya berjarak 5cm dari leher inoo. Seseorak mendobrak pintu mengendalikan angin dan mendorong haruka dengan suatu kekuatan yang sangat kuat. Haruka terdorong hingga dinding kamar inoo hampir retak, yuya dan yabu datang tepat waktu. Yabu segera melepaskan inoo dari kendali haruka, memulihkan tenaga inoo kembali agar ia bisa bergerak dan yuya membangunkan haruka lalu memojokkan haruka ke tembok, memasang wajah marahh yang sangat seram dan membentak gadis itu.
“APA YANG KAU LAKUKAN?!! SUDAH KUBILANG KAN UNTUK TIDAK MENDEKATI KAMAR INI!!” yuya kalap. Haruka agak takut padanya dan memalingkan wajah.
“inoo, daijobu desu ka?” yabu bertanya dengan wajah khawatir lalu memeriksa tiap centimeter dari leher inoo apakah terdapat luka atau tidak, juga apakah ada darah inoo yang tercecer keluar. Kemudian meletakkan kepalanya di atas inoo, memeriksa detil ingatannya ketika haruka menghampirinya. “nii-chan, inoo tidak apa-apa. Dia belum menyentuhnya” yabu berkata pada yuya.
“sou ka. Dengar haruka. Aku tak peduli siapa kau, jika kau berani mendekati dia lagi, aku akan langsung membunuhmu saat itu juga.” Yuya terlihat sangat kejam disini. Haruka menangis, inoo teringat dengan adik kecilnya yang namanya hampir sama dengan haruka.
“aku kan hanya sedang kehausan” gadis itu menghindar.
Inoo menghampiri yuya dan haruka kemudian memeluk haruka yang sedang menangis.
“mau apa kau?” Tanya yuya pada inoo.
“sudahlah, wajar kan jika vampire kehilangan control ketika mereka sedang kehausan? Dia masih SMA, biarkan saja”
“kau … apa kau sadar? Kau bisa mati jika dia berhasil menghisap darahmu tadi!!”
“tapi nyatanya tidak kan?!” inoo mulai membentak yuya. Haruka sedikit tersenyum di balik tangisannya.
“AARRGH!! Terserah kau lah!!” yuya mengacak-acak rambutnya dan kemudian berjalan ke pintu. “haruka, kembali ke kamarmu!! jika tak mau aku benar-benar marah” yuya menarik paksa tangan haruka dan keluar. Daiki hanya menonton mereka kemudian mengikutinya dari belakang. Inoo mengangkat kaki untuk menyusul mereka kemudian tangannya ditarik oleh yabu.
“jangan, lebih baik kau disini saja”
“anoo, sebenarnya gadis itu siapa?”
“dia sepupu kami. Tapi sifatnya buruk.”
“buruk?”
“ya, dari kecil kami semua, aku, nii-chan, dan para sepupuku dididik dan dilatih oleh kakek kami sampai kami bisa mengendalikan seluruh kekuatan kami. Haruka, orangtuanya meninggal saat dia masih kecil karena suatu pertempuran. Mungkin karena itu dia jadi egois dan seenaknya.”
“hampir sama seperti kakakmu kan?”
“tidak, dia berbeda dengan yuya. Biarpun yuya terlihat kejam ia tak akan sampai membunuh 50 orang hanya karena kemauannya tidak dituruti”
“eh?? Jadi haruka pernah membunuh?”
“ya, 50 orang manusia hanya karena dia kesal diejek orang. Karena ulahnya itu, kami kerepotan untuk menghapus ingatan semua saksi tentang kejadian itu” yabu menghela nafasnya.
“seram sekali ..” bulu kuduk inoo berdiri. Ia tak membayangkan seorang gadis SMA membunuh orang begitu banyak dengan tangannya sendiri.
“anoo, yabu. ada yang ingin kuberikan padamu.” inoo mengambil gelang merah yang tadi dan memakaikannya pada tangan kiri yabu.
“ah, bagus sekali. Arigatoo” yabu tersenyum.
“un, douita”
“inoo, sebaiknya kau pergi ke kamar nii-chan. Ia pasti sedang kesal karena tadi”
“lalu kenapa?” inoo cemberut.
“kau kan imunnya, lagipula tadi dia yang pertama kali sadar kalau kau ada di bawah kendali haruka. Dia punya insting kuat padamu. setidaknya berterimakasihlah”
Inoo menunduk sambil memikirkan sesuatu. “jika… tadi yuya tidak tersadar, apakah kau juga akan tersadar aku dalam bahaya?”
“eh? Apa kau bilang?” yabu tidak mendengar jelas kalimat inoo karena suaranya terlalu kecil.
“ah tidak. Yasudah aku pergi kesana. Ittekimasu” inoo pergi dengan wajah ceria, pura-pura ceria lebih tepatnya.
……………………………………………….
Inoo mengetuk pintu kamar yuya dengan pelan sambil memikirkan hal yang tadi. Ia menggenggam erat gelang cokelat yang dibelinya dan memasukkannya ke dalam saku.
“masuklah…” kata yuya dari balik pintu.
Inoo membuka pintu kamar yuya, kamarnya begitu luas dengan design interior yang elegan, seprai sutera dan selimut hangat menghiasi ranjanganya. Baru pertama kalinya inoo pergi ke kamar yuya. Selama ini yuya yang selalu pergi ke kamar inoo.
“ada apa?” yuya sedang berbaring sibuk bermain PSP di ranjangnya tak melihat pada inoo, hanya memandangi layar kecil PSP di tangannya. Inoo terkejut ternyata yuya juga suka bermain itu. eksperis yuya saat mengancam haruka tadi dengan saat ini sungguh berbeda. Ekspresi santai seorang remaja yang kelihatan seperti anak kecil yang sedang asik bermain game.
“anoo, aku mau berterimakasih dan ingin minta maaf soal yang tadi”
“soal apa?” yuya sedikit mengabaikannya.
“soal haruka tadi…” inoo terdiam cukup lama menunggu reaksi yuya.
“ah sudahlah, tak usah minta maaf. Aku tahu kau teringat pada adikmu kan?”
“darimana kau …”
“aku bisa membacanya dari eksperismu. Dan tidak seharusnya aku tak memaafkanmu karena penyebab kau rindu dengan adikmu adalah aku yang telah menghilangkan ingatan mereka semua kan?”
Inoo terdiam lagi, tak tahu haru berkata apa.
“kemarilah …” yuya meletakkan PSP nya. Inoo  menghampirinya duduk di samping tempat tidur. Yuya mendekat dan membelai rambut inoo.
“kau tadi pagi menemui keluargamu kan?”
Inoo diam, takut jika yuya kembali marah dan melakukan sesuatu.
“ne, inoo-chan. Katakan dengan jujur, apa kau merindukan keluargamu? Apa kau merasa sakit hati karena ayah-ibu, dan adikmu serta orang-orang terdekatmu sudah tak ingat padamu lagi?”
“un..” inoo menjawab pelan.
“bagaimana rasanya?”
“sakit .. sakit sekali..”
Yuya tersenyum, wajahnya mendekati inoo dan membisikkan sesuatu pada inoo. “jika kau merasa sakit, aku bisa menghilangkan semua ingatanmu agar kau melupakan mereka dan tak merasa sakit lagi. Bagaimana??” yuya tersenyum saat membisikkan kalimat itu.

To be continued ….

2 comments:

your comment is precious to us :)