Title
: Truth
Categories
:
Multichapter
Genre
: Romance, fantacy
Rating
: NC-21. If you don’t like. Just don’t read. I warn you
Theme song
:
understand - Yui
Cast
: Inoo Kei
Yabu Kota
Takaki Yuya
Hikaru Yaotome
Arioka Daiki
Hamano Haruka (OC)
Disclaimer
:
all cast is not mine, the story is mine
Synopsis :
Mereka hidup seperti oranglain. Makan nasi dan lauknya, minum air,
sekolah, belajar, berkencan, bahkan melakukan seks seperti yang lain.namun ada
satu yang membedakan mereka dari makhluk di sekitarnya. Mereka haus akan darah manusia. Namun mereka, sampai saat ini,
masih menahan diri untuk tidak mengurangi populasi manusia yang semakin padat
di muka bumi ini. ya, mereka adalah para vampire. Yang saat ini keberadaannya
masih sangat dirahasiakan oleh beberapa manusia lain, dan hidup berbaur dengan
para manusia.
***********************************************************************************
“daiki
....” seorang wanita memanggil daiki dari kejauhan. Ia kaget saat melihat wajah
cantik wanita itu. “konnichiwa, genki desu ka?”
“haru..
ka.. sama..” daiki terdiam kaget. Inoo penasaran dengan ekspresi daiki dan
melihat wanita itu dengan detil. Wanita berambut cokelat sebahu dengan bibir
pink kecil, memakai dress selutut berwarna pink memakai tas putih. Sepintas wanita
ini terlihat seperti gadis jepang biasa, namun karena daiki memanggilnya dengan
sebutan sama itu berarti dia adalah
seorang vampire juga.
“daiki,
siapa yang ada di belakangmu?” haruka menghampiri inoo yang membagi dua
belanjaannya dengan daiki.
“konnichiwa,
inoo kei desu. Yoroshiku” inoo menyapanya dengan sopan sambil tersenyum. Haruka
membalas senyumnya.
“hamano
haruka desu, yoroshiku” gadis itu berputar mengelilingi inoo, melihat semua
bagian tubuh inoo dari atas sampai bawah, dan yang paling menarik perhatiannya
adalah leher inoo.
Daiki
yang sadar dengan hal itu langsung mundur menghampiri haruka. “ne, haruka-sama. Ada perlu apa anda
repot-repot kesini? Bukankah anda sedang ikut pelatihan?”
Ternyata
benar dugaan inoo, dia adalah salah satu dari bangsa vampire.
“aahhh,
aku bosan daiki. Oh ya, ngomong-ngomong daiki, dia sepertinya bukan dari bangsa
kita.” Haruka melihat pada inoo. “kau manusia kan? tetapi kenapa bermain dekat
seperti itu dengan daiki? Dan auramu sangat mencolok untuk standar manusia
biasa, pasti kau …”
Daiki
segera menidurkan inoo dengan kekuatannya, ia tak mau haruka mendekati inoo
lebih dari ini. daiki menggendong inoo yang tertidur ke dalam mobil.
“kenapa
menidurkannya daiki? Tak sopan sekali. Aku kan ingin mengobrol dengannya.”
“yuya-sama
bilang untuk tidak memperbolehkan orang ini berinteraksi langsung dengan vampire
lain.” Jawab daiki masih dengan sopan santun.
“haruka-sama.
Lebih baik anda pulang. Nanti kakek anda khawatir.”
“jadi
kau berani mengusirku?” dia berdiri sambil bertolak pinggang. Haruka memaksa
masuk ke dalam mobil “kau nanami kan?” haruka berkata pada supir daiki.
“ya,
nona” jawabnya dengan sopan
“antarkan
aku ke tempat yuya, kalau tidak kubunuh kau dan semua keluargamu” gadis itu
berkata dengan singkat, daiki menoleh kepadanya. Ya, daiki memang tahu benar
sifat gadis manja ini.
……………………………………………………………
Inoo
terbangun dari tidurnya di kamar. Kepalanya agak pusing karena sihir daiki. Ia bangun
dan mencoba mengingat apa yang terjadi. Yang dia ingat terakhir adalah bertemu
dengan seorang gadis cantik. Inoo melihat sekeliling kamarnya sangat sepi. Ia bangun
mencari gelang untuk yabu yang ia beli tadi.daiki meletakkan kedua gelang merah
dan cokelat di meja belajar inoo. Inoo tersenyum melihat gelang itu, ia hendak
mandi dan kemudian berniat untuk memberikannya langsung pada yabu. seseorang
muncul ketika ia berbalik badan, gadis yang tadi ia lihat.
Gadis
itu tersenyum manis pada inoo, inoo agak segan dengannya karena masuk kamarnya
tiba-tiba.
“hai
inoo-chan”
“kau,
hamano-san. Ada apa kemari?”
“ah,
aku hanya ingin menengokmu. Apa kau baik-baik saja?”
“un,
arigato. Tapi aku baik-baik saja.”
Haruka
melihat gelang yang di bawa inoo. Wajahnya mendekati gelang itu.
“huwaa
kirei desu ne. pasti untuk pacarmu ya.”
“ah
tidak, aku tak punya pacar” jawab inoo polos.
“ya,
tentu saja. Pacarmu kan yuya”
Wajah
inoo berkerut ketika mendengar kalimat itu. “tidak, dia bukan pacarku”
“sou
ka. Tetapi biasanya vampire itu akan pacaran lhoo dengan imunnya” jawa gadis
itu enteng. Inoo kaget, kenapa gadis ini bisa tahu jika dia adalah imun yuya.
“atau
….ada oranglain yang kau sukai?”
Inoo
terdiam, dia gugup dan takut ketahuan olehnya. Dia berkeringat dan gemetar.
“ternyata
benar ya” gadis itu semakin mendekat
pada inoo. Inoo mulai menghindarinya, merasa ada sesuatu yang tak beres pada
haruka.
“maaf
aku harus pergi..” inoo menghindar, berjalan menjauh namun tiba-tiba langkahnya
menjadi berat, melambat dan kemudian berhenti. Inoo tak bisa menguasai
tubuhnya. Haruka mendekatinya.
“hawa
seorang imun itu… sangat menarik ya..” gadis itu tersenyum sinis, tangannya
membelai wajah inoo. Memandangi matanya. Dia mencium bibir tipis inoo dan melumatnya,
sudah bertahun-tahun tak ada wanita yang menyentuh
inoo seperti ini. “ku dengar darah
imun pewaris tahta dapat mebuat kekuatan kami menjadi beberapa kali lipat. bagaimana
ya jika aku sedikit mencicipi darah segarmu itu.” wanita tu mendekati area
leher inoo. Mengeluarkan taringnya. Inoo teringat perkataan yabu jika ia
digigit vampire selain yuya atau yabu, inoo akan tewas hanya dengan hitungan
detik.
Tangan
wanita itu memegangi wajah inoo, dia semakin mengekang inoo untuk berontak,
taringnya telah keluar dan hanya berjarak 5cm dari leher inoo. Seseorak mendobrak
pintu mengendalikan angin dan mendorong haruka dengan suatu kekuatan yang
sangat kuat. Haruka terdorong hingga dinding kamar inoo hampir retak, yuya dan
yabu datang tepat waktu. Yabu segera melepaskan inoo dari kendali haruka,
memulihkan tenaga inoo kembali agar ia bisa bergerak dan yuya membangunkan
haruka lalu memojokkan haruka ke tembok, memasang wajah marahh yang sangat
seram dan membentak gadis itu.
“APA
YANG KAU LAKUKAN?!! SUDAH KUBILANG KAN UNTUK TIDAK MENDEKATI KAMAR INI!!” yuya
kalap. Haruka agak takut padanya dan memalingkan wajah.
“inoo,
daijobu desu ka?” yabu bertanya dengan wajah khawatir lalu memeriksa tiap
centimeter dari leher inoo apakah terdapat luka atau tidak, juga apakah ada
darah inoo yang tercecer keluar. Kemudian meletakkan kepalanya di atas inoo,
memeriksa detil ingatannya ketika haruka menghampirinya. “nii-chan, inoo tidak
apa-apa. Dia belum menyentuhnya” yabu berkata pada yuya.
“sou
ka. Dengar haruka. Aku tak peduli siapa kau, jika kau berani mendekati dia
lagi, aku akan langsung membunuhmu saat itu juga.” Yuya terlihat sangat kejam
disini. Haruka menangis, inoo teringat dengan adik kecilnya yang namanya hampir
sama dengan haruka.
“aku
kan hanya sedang kehausan” gadis itu menghindar.
Inoo
menghampiri yuya dan haruka kemudian memeluk haruka yang sedang menangis.
“mau
apa kau?” Tanya yuya pada inoo.
“sudahlah,
wajar kan jika vampire kehilangan control ketika mereka sedang kehausan? Dia masih
SMA, biarkan saja”
“kau
… apa kau sadar? Kau bisa mati jika dia berhasil menghisap darahmu tadi!!”
“tapi
nyatanya tidak kan?!” inoo mulai membentak yuya. Haruka sedikit tersenyum di
balik tangisannya.
“AARRGH!!
Terserah kau lah!!” yuya mengacak-acak rambutnya dan kemudian berjalan ke
pintu. “haruka, kembali ke kamarmu!! jika tak mau aku benar-benar marah” yuya
menarik paksa tangan haruka dan keluar. Daiki hanya menonton mereka kemudian
mengikutinya dari belakang. Inoo mengangkat kaki untuk menyusul mereka kemudian
tangannya ditarik oleh yabu.
“jangan,
lebih baik kau disini saja”
“anoo,
sebenarnya gadis itu siapa?”
“dia
sepupu kami. Tapi sifatnya buruk.”
“buruk?”
“ya,
dari kecil kami semua, aku, nii-chan, dan para sepupuku dididik dan dilatih
oleh kakek kami sampai kami bisa mengendalikan seluruh kekuatan kami. Haruka,
orangtuanya meninggal saat dia masih kecil karena suatu pertempuran. Mungkin karena
itu dia jadi egois dan seenaknya.”
“hampir
sama seperti kakakmu kan?”
“tidak,
dia berbeda dengan yuya. Biarpun yuya terlihat kejam ia tak akan sampai membunuh
50 orang hanya karena kemauannya tidak dituruti”
“eh??
Jadi haruka pernah membunuh?”
“ya,
50 orang manusia hanya karena dia kesal diejek orang. Karena ulahnya itu, kami
kerepotan untuk menghapus ingatan semua saksi tentang kejadian itu” yabu
menghela nafasnya.
“seram
sekali ..” bulu kuduk inoo berdiri. Ia tak membayangkan seorang gadis SMA
membunuh orang begitu banyak dengan tangannya sendiri.
“anoo,
yabu. ada yang ingin kuberikan padamu.” inoo mengambil gelang merah yang tadi
dan memakaikannya pada tangan kiri yabu.
“ah,
bagus sekali. Arigatoo” yabu tersenyum.
“un,
douita”
“inoo,
sebaiknya kau pergi ke kamar nii-chan. Ia pasti sedang kesal karena tadi”
“lalu
kenapa?” inoo cemberut.
“kau
kan imunnya, lagipula tadi dia yang pertama kali sadar kalau kau ada di bawah
kendali haruka. Dia punya insting kuat padamu. setidaknya berterimakasihlah”
Inoo
menunduk sambil memikirkan sesuatu. “jika… tadi yuya tidak tersadar, apakah kau
juga akan tersadar aku dalam bahaya?”
“eh?
Apa kau bilang?” yabu tidak mendengar jelas kalimat inoo karena suaranya
terlalu kecil.
“ah
tidak. Yasudah aku pergi kesana. Ittekimasu” inoo pergi dengan wajah ceria, pura-pura ceria lebih tepatnya.
……………………………………………….
Inoo
mengetuk pintu kamar yuya dengan pelan sambil memikirkan hal yang tadi. Ia menggenggam
erat gelang cokelat yang dibelinya dan memasukkannya ke dalam saku.
“masuklah…”
kata yuya dari balik pintu.
Inoo
membuka pintu kamar yuya, kamarnya begitu luas dengan design interior yang
elegan, seprai sutera dan selimut hangat menghiasi ranjanganya. Baru pertama
kalinya inoo pergi ke kamar yuya. Selama ini yuya yang selalu pergi ke kamar
inoo.
“ada
apa?” yuya sedang berbaring sibuk bermain PSP di ranjangnya tak melihat pada
inoo, hanya memandangi layar kecil PSP di tangannya. Inoo terkejut ternyata
yuya juga suka bermain itu. eksperis yuya saat mengancam haruka tadi dengan
saat ini sungguh berbeda. Ekspresi santai seorang remaja yang kelihatan seperti
anak kecil yang sedang asik bermain game.
“anoo,
aku mau berterimakasih dan ingin minta maaf soal yang tadi”
“soal
apa?” yuya sedikit mengabaikannya.
“soal
haruka tadi…” inoo terdiam cukup lama menunggu reaksi yuya.
“ah
sudahlah, tak usah minta maaf. Aku tahu kau teringat pada adikmu kan?”
“darimana
kau …”
“aku
bisa membacanya dari eksperismu. Dan tidak seharusnya aku tak memaafkanmu
karena penyebab kau rindu dengan adikmu adalah aku yang telah menghilangkan
ingatan mereka semua kan?”
Inoo
terdiam lagi, tak tahu haru berkata apa.
“kemarilah
…” yuya meletakkan PSP nya. Inoo menghampirinya duduk di samping tempat tidur. Yuya
mendekat dan membelai rambut inoo.
“kau
tadi pagi menemui keluargamu kan?”
Inoo
diam, takut jika yuya kembali marah dan melakukan sesuatu.
“ne,
inoo-chan. Katakan dengan jujur, apa kau merindukan keluargamu? Apa kau merasa
sakit hati karena ayah-ibu, dan adikmu serta orang-orang terdekatmu sudah tak
ingat padamu lagi?”
“un..”
inoo menjawab pelan.
“bagaimana
rasanya?”
“sakit
.. sakit sekali..”
Yuya
tersenyum, wajahnya mendekati inoo dan membisikkan sesuatu pada inoo. “jika kau merasa sakit, aku bisa
menghilangkan semua ingatanmu agar kau melupakan mereka dan tak merasa sakit
lagi. Bagaimana??” yuya tersenyum saat membisikkan kalimat itu.
To be continued ….


cool... *0*
ReplyDeleteniya : okee ^^
ReplyDeleteAufklarung : arigatoo =) who's your ichiban ne?