Pages

TRUTH part 4




Title                             : Truth
Categories                   : Multichapter
Genre                          : Romance, fantacy
Rating                         : NC-21. If you don’t like. Just don’t read.  I warn you
Theme song                 : understand - Yui
Cast                             : Inoo Kei
                                     Yabu Kota
                                     Takaki Yuya
                                     Hikaru Yaotome
                                     Arioka Daiki
Disclaimer                   : all cast is not mine, the story is mine
Synopsis                      :
            Mereka hidup seperti oranglain. Makan nasi dan lauknya, minum air, sekolah, belajar, berkencan, bahkan melakukan seks seperti yang lain.namun ada satu yang membedakan mereka dari makhluk di sekitarnya. Mereka haus akan darah manusia. Namun mereka, sampai saat ini, masih menahan diri untuk tidak mengurangi populasi manusia yang semakin padat di muka bumi ini. ya, mereka adalah para vampire. Yang saat ini keberadaannya masih sangat dirahasiakan oleh beberapa manusia lain, dan hidup berbaur dengan para manusia.

***********************************************************************************
            langkah kaki yabu terdengar di lorong sekolah. Ia yang menggendong inoo yang sedang pingsan menjadi perhatian teman-temannya. Yabu tak menghiraukan manusia-manusia itu. entah kenapa sepanjang perjalanan dari gedung tua itu, yabu terus menerus melihat wajah inoo. Ia tak suka melihat wajah sedih seseorang. Seperti rasanya ia mengerti bagaimana jeritan-jeritan hati inoo.
            “konichiwa sensei. Kei-kun tiba-tiba pingsan tadi. Sepertinya ia sedang tak enak badan” sapa yabu pada guru kesehatan di UKS.
            “ah, tolong baringkan dia. Biar aku periksa.” Sensei mengambil stateskopnya dan memeriksa dada inoo. Ia membuka mata inoo dan menyorotnya dengan senter kecil yang tergantung di saku bajunya.
            “bagaimana sensei?” Tanya yabu pura-pura khawatir padahal ia tahu inoo baik-baik saja.
            “dia tak apa-apa. Sepertinya hanya kelelahan.”
            “souka” telepon UKS berbunyi. Sensei pergi mengangkatnya. Yabu terus memandangi wajah cantik inoo.
            “ah, yabu-san. Bisa aku minta tolong padamu? kepala sekolah memanggilku, aku harus segera ke ruangannya. Tolong jaga ruangan ini sebentar ya. Nanti biar aku yang minta izin pada wali kelasmu.”
            “baik sensei” yabu menurut saja karena kebetulan ia sedang tak ada hasrat untuk belajar. Sensei meninggalkan ruangan itu dan kini hanya tinggal yabu dan inoo yang masih pingsan. Yabu pindah duduk ke samping jendela. Ia menutup gorden batas antar tempat tidur di ruang UKS dan membiarkan inoo tertidur lelap di kasurnya. Yabu berkeliling ruangan itu dan melihat-lihat isinya. Ini pertama kalinya ia ke ruangan itu. sebuah patung anatomi tubuh manusia menarik perhatiannya. Ia memandangi tiap detail bagian tubuh patung itu dan dibacanya penjelasan-penjelasan yang ada di sampingnya. Yabu memang antusias ketika mempelajari tentang manusia. Tidak seperti yuya, dia memang tertarik pada makhluk yang bernama manusia. Terlihat lemah, padahal sangat kuat dan tegar.
            Terdengar bunyi benda berbenturan dari arah kasur inoo. Yabu segera datang dan membuka gordennya. Rupanya inoo mengambil pisau kecil di meja yang ada di samping kasur. Ia memotong nadinya sendiri. Yabu kaget dan segera menghentikan inoo. Dia merebut pisau kecil itu dan menampar inoo. Yabu segera menghentikan pendarahannya. Dengan beberapa detik sudah tak ada darah yang keluar dari nadi inoo.
            “kenapa? kenapa kau menghentikanku? Sudah tak ada lagi yang berharga bagiku di dunia ini. lebih baik aku …”
            “kalau kau mati, nanti yuya akan marah padaku. Aku bisa kerepotan”
            “aku … lebih baik aku mati daripada harus terus hidup seperti ini.” inoo mengalihkan mukanya. Ia tak mau airmatanya terlihat oleh yabu.
            “sudahlah. Kalau kau menuruti kakakku, aku yakin dia akan mengembalikan ingatan semua orang tentang dirimu. Sudah kubilang dia tidak jahat kan?”
            “sudah tak ada lagi yang aku percaya di dunia ini.”
            Yabu tersenyum dan menarik wajah inoo. Inoo menatap dalam wajah yabu. yabu menciumnya dengan lembut. Inoo tak menolak. Ia tak bisa membohongi batinnya. Ada perasaan sedikit sukanya pada yabu yang membiarkan bibir yabu menyentuh bibir inoo. Inoo memeluk yabu seolah yabu adalah pacarnya.
            “aku… sebenarnya yang membuatku ingin mati bukan hanya tentang keluargaku, tetapi juga tentangmu. Aku menyukaimu sejak pertama kali aku melihatmu. Hanya tau bahwa kau adalah pacar hikaru, hatiku sudah terasa sakit. Dan terlebih lagi, kau adalah bangsa vampire yang sangat aku benci. Selain itu, aku tak mau melayani kakakmu….”
            “kalau begitu layanilah dia demi aku…”
            “eh?”
            “jika kau tak mau melakukannya, lakukanlah demi aku. Aku tak mau melihat kakak yang selalu melindungiku dari kecil menderita. Dan kau juga tak ingin melihatku bersedih kan?”
            “tapi.. tapi …” inoo bimbang.
            “ssstt…” yabu menutup mulut inoo dengan jarinya. Ia membaringkan inoo. membuka satu persatu kancing kemeja inoo.
            “yabu, ini di sekolah. Nanti sensei …”
            “tenang, dia pergi agak lama. Aku bisa mendengar langkah kakinya.” Yabu mencium bibir inoo. Membuka seluruh baju miliknya. Yabu mencium kening inoo. Turun ke pipi kemudian ke bagian belakang telinganya. Inoo mendesis dan terangsang. Yabu segera mengambil penis milik inoo dan mengulumnya.
            “baru begini saja sudah terangsang. Dasar amatiran. yuya bilang kau belum pernah melakukannya kan? perhatikan, akan aku ajari” ia mengemut penis inoo. Inoo mendesah hebat. Yabu meredam seluruh suara yang ada di ruangan itu dengan kekuatannya.
            “ahh.. yabu-kun… sudah..”
            Yabu tak peduli, ia terus menerus memasuk-keluarkan penis inoo ke mulutnya. Tangan yabu memainkan testis inoo dan sesekali memainkan putingnya. Inoo menggelinjang hebat di kasur itu. keringatnya bercucuran. 15 menit kemudian Semua sprema inoo keluar dan dihisap habis oleh yabu. yabu membangunkan inoo dan memasukkan penisnya ke mulut inoo. Inoo menggelengkan kepalanya dan menolak.
            “ayolah, akan kuajari. Lakukan seperti apa yang kulakukan tadi.”
            “tapi …”
            “jika kau menurut, aku akan selalu ada di sisimu”
            Inoo tergoda oleh rayuan yabu. ia mencoba mengemut penis yabu. agak jijik rasanya. Dengan sedikit memaksa yabu memasukkan semua bagian penisnya yang panjang. Inoo hampir muntah namun yabu memainkan penis inoo dengan tangannya sehingga inoo sedikit menikmati permainannya.
            “ah.. terus inoo. Lakukan seperti itu… terus…” yabu mendesah menikmatinya. Inoo memandangi wajah yabu yang sedang terpejam dan tersenyum. Karena masih amatir yabu kurang puas dengannya.
            Yabu segera membalikkan badan inoo menyuruhnya untuk merangkak di kasur. Dimasukkan penis miliknya ke dalam lubang belakang inoo. Inoo tersentak kesakitan. Wajahnya ditutupi bantal. Yabu mencumbu leher inoo dari belakang. Dicumbunya leher inoo sambil memainkan penisnya. 8 menit kemudian inoo merasakan sesuatu yang hangat di dalam tubuhnya. Rupanya sperma milik yabu keluar banyak. Inoo menghempaskan diri ke tempat tidur karena kelelahan.yabu tersenyum dan mencium kening laki-laki cantik itu. telapak tangannya berada di atas kepala inoo.
            “apa yang kau lakukan?” Tanya inoo ketika ia merasakan kehangatan di sekujur tubuhnya.
            “hanya memasang pelindung pada ingatanmu supaya ketika nii-chan memeriksanya, kejadian ini tak akan bisa ditangkap olehnya”
            “souka”
            “dan kita bisa terus melakukan ini.” yabu tersenyum dan mencium bibir inoo. Wajah inoo memerah karena malu.
            “bagaimana dengan hikaru? Dia akan marah kan? kau pacarnya kan?.”
            “dia pacar sekaligus pelayanku. Dan tak akan pernah marah padaku. Mungkin jika dia tau hal ini, kau yang akan dibunuhnya” yabu bercanda menakut-nakuti inoo. Inoo memeluk yabu.
            “hahaha, kau benar-benar takut ya” yabu tertawa senang
            “un”
            Inoo bangkit dari tempat tidurnya dan hendak memakai bajunya, namu yabu menarik tangannya ke kasur lagi. Kali ini yabu mengeluarkan taringnya dan langsung menggigit leher inoo dalam hitungan detik. Inoo kesakitan tetapi karena yabu yang menghisap darahnya, ia pasrah saja.
            
            Gawat !!! aku meminum darah orang ini !! kenapa dengan tubuhku?? Tiba-tiba saja aku merasa sangat haus.
            
             Yabu kaget karena tak sadar ia menggigit leher manusia yang bukan imunnya dan telah menghisap tak sedikit darah inoo. Ia takut jika yuya tahu imunnya telah berubah menjadi vampire level rendah atau mati ia akan marah besar . biar bagaimanapun, yuya adalah orang yang sangat dihormati yabu. Dengan cepat yabu mendorong inoo dan membasuh darah yang berceceran di mulutnya. Inoo tergeletak lemas di kasur.
            
             Sial !!! apa yang seharusnya aku lakukan!!!???......

to be continued … 

No comments:

Post a Comment

your comment is precious to us :)