Title
: Truth
Categories
:
Multichapter
Genre
: Romance, fantacy
Rating
: NC-21. If you don’t like. Just don’t read. I warn you
Theme song
:
understand - Yui
Cast
: Inoo Kei
Yabu Kota
Takaki Yuya
Hikaru Yaotome
Arioka Daiki
Disclaimer
:
all cast is not mine, the story is mine
Synopsis :
Mereka hidup seperti oranglain. Makan nasi dan lauknya,
minum air, sekolah, belajar, berkencan, bahkan melakukan seks seperti yang
lain.namun ada satu yang membedakan mereka dari makhluk di sekitarnya. Mereka haus akan darah manusia. Namun
mereka, sampai saat ini, masih menahan diri untuk tidak mengurangi populasi
manusia yang semakin padat di muka bumi ini. ya, mereka adalah para vampire.
Yang saat ini keberadaannya masih sangat dirahasiakan oleh beberapa manusia
lain, dan hidup berbaur dengan para manusia.
***********************************************************************************
langkah
kaki yabu terdengar di lorong sekolah. Ia yang menggendong inoo yang sedang
pingsan menjadi perhatian teman-temannya. Yabu tak menghiraukan manusia-manusia
itu. entah kenapa sepanjang perjalanan dari gedung tua itu, yabu terus menerus
melihat wajah inoo. Ia tak suka melihat wajah sedih seseorang. Seperti rasanya
ia mengerti bagaimana jeritan-jeritan hati inoo.
“konichiwa sensei. Kei-kun tiba-tiba pingsan tadi. Sepertinya
ia sedang tak enak badan” sapa yabu pada guru kesehatan di UKS.
“ah, tolong baringkan dia. Biar aku periksa.” Sensei mengambil
stateskopnya dan memeriksa dada inoo. Ia membuka mata inoo dan menyorotnya
dengan senter kecil yang tergantung di saku bajunya.
“bagaimana sensei?” Tanya yabu pura-pura khawatir padahal
ia tahu inoo baik-baik saja.
“dia tak apa-apa. Sepertinya hanya kelelahan.”
“souka” telepon UKS berbunyi. Sensei pergi mengangkatnya.
Yabu terus memandangi wajah cantik inoo.
“ah, yabu-san. Bisa aku minta tolong padamu? kepala
sekolah memanggilku, aku harus segera ke ruangannya. Tolong jaga ruangan ini
sebentar ya. Nanti biar aku yang minta izin pada wali kelasmu.”
“baik sensei” yabu menurut saja karena kebetulan ia
sedang tak ada hasrat untuk belajar. Sensei meninggalkan ruangan itu dan kini
hanya tinggal yabu dan inoo yang masih pingsan. Yabu pindah duduk ke samping
jendela. Ia menutup gorden batas antar tempat tidur di ruang UKS dan membiarkan
inoo tertidur lelap di kasurnya. Yabu berkeliling ruangan itu dan melihat-lihat
isinya. Ini pertama kalinya ia ke ruangan itu. sebuah patung anatomi tubuh
manusia menarik perhatiannya. Ia memandangi tiap detail bagian tubuh patung itu
dan dibacanya penjelasan-penjelasan yang ada di sampingnya. Yabu memang
antusias ketika mempelajari tentang manusia. Tidak seperti yuya, dia memang
tertarik pada makhluk yang bernama manusia. Terlihat lemah, padahal sangat kuat
dan tegar.
Terdengar bunyi benda berbenturan dari arah kasur inoo. Yabu
segera datang dan membuka gordennya. Rupanya inoo mengambil pisau kecil di meja
yang ada di samping kasur. Ia memotong nadinya sendiri. Yabu kaget dan segera menghentikan
inoo. Dia merebut pisau kecil itu dan menampar inoo. Yabu segera menghentikan
pendarahannya. Dengan beberapa detik sudah tak ada darah yang keluar dari nadi
inoo.
“kenapa? kenapa kau menghentikanku? Sudah tak ada lagi
yang berharga bagiku di dunia ini. lebih baik aku …”
“kalau kau mati, nanti yuya akan marah padaku. Aku bisa
kerepotan”
“aku … lebih baik aku mati daripada harus terus hidup
seperti ini.” inoo mengalihkan mukanya. Ia tak mau airmatanya terlihat oleh
yabu.
“sudahlah. Kalau kau menuruti kakakku, aku yakin dia akan
mengembalikan ingatan semua orang tentang dirimu. Sudah kubilang dia tidak
jahat kan?”
“sudah tak ada lagi yang aku percaya di dunia ini.”
Yabu tersenyum dan menarik wajah inoo. Inoo menatap dalam
wajah yabu. yabu menciumnya dengan lembut. Inoo tak menolak. Ia tak bisa membohongi
batinnya. Ada perasaan sedikit sukanya pada yabu yang membiarkan bibir yabu
menyentuh bibir inoo. Inoo memeluk yabu seolah yabu adalah pacarnya.
“aku… sebenarnya yang membuatku ingin mati bukan hanya
tentang keluargaku, tetapi juga tentangmu. Aku menyukaimu sejak pertama kali
aku melihatmu. Hanya tau bahwa kau adalah pacar hikaru, hatiku sudah terasa
sakit. Dan terlebih lagi, kau adalah bangsa vampire yang sangat aku benci. Selain
itu, aku tak mau melayani kakakmu….”
“kalau begitu layanilah dia demi aku…”
“eh?”
“jika kau tak mau melakukannya, lakukanlah demi aku. Aku tak
mau melihat kakak yang selalu melindungiku dari kecil menderita. Dan kau juga
tak ingin melihatku bersedih kan?”
“tapi.. tapi …” inoo bimbang.
“ssstt…” yabu menutup mulut inoo dengan jarinya. Ia membaringkan
inoo. membuka satu persatu kancing kemeja inoo.
“yabu, ini di sekolah. Nanti sensei …”
“tenang, dia pergi agak lama. Aku bisa mendengar langkah
kakinya.” Yabu mencium bibir inoo. Membuka seluruh baju miliknya. Yabu mencium
kening inoo. Turun ke pipi kemudian ke bagian belakang telinganya. Inoo mendesis
dan terangsang. Yabu segera mengambil penis milik inoo dan mengulumnya.
“baru begini saja sudah terangsang. Dasar amatiran. yuya
bilang kau belum pernah melakukannya kan? perhatikan, akan aku ajari” ia
mengemut penis inoo. Inoo mendesah hebat. Yabu meredam seluruh suara yang ada
di ruangan itu dengan kekuatannya.
“ahh.. yabu-kun… sudah..”
Yabu tak peduli, ia terus menerus memasuk-keluarkan penis
inoo ke mulutnya. Tangan yabu memainkan testis inoo dan sesekali memainkan
putingnya. Inoo menggelinjang hebat di kasur itu. keringatnya bercucuran. 15
menit kemudian Semua sprema inoo keluar dan dihisap habis oleh yabu. yabu
membangunkan inoo dan memasukkan penisnya ke mulut inoo. Inoo menggelengkan
kepalanya dan menolak.
“ayolah, akan kuajari. Lakukan seperti apa yang kulakukan
tadi.”
“tapi …”
“jika kau menurut, aku akan selalu ada di sisimu”
Inoo tergoda oleh rayuan yabu. ia mencoba mengemut penis
yabu. agak jijik rasanya. Dengan sedikit memaksa yabu memasukkan semua bagian
penisnya yang panjang. Inoo hampir muntah namun yabu memainkan penis inoo
dengan tangannya sehingga inoo sedikit menikmati permainannya.
“ah.. terus inoo. Lakukan seperti itu… terus…” yabu
mendesah menikmatinya. Inoo memandangi wajah yabu yang sedang terpejam dan
tersenyum. Karena masih amatir yabu kurang puas dengannya.
Yabu segera membalikkan badan inoo menyuruhnya untuk
merangkak di kasur. Dimasukkan penis miliknya ke dalam lubang belakang inoo. Inoo
tersentak kesakitan. Wajahnya ditutupi bantal. Yabu mencumbu leher inoo dari
belakang. Dicumbunya leher inoo sambil memainkan penisnya. 8 menit kemudian
inoo merasakan sesuatu yang hangat di dalam tubuhnya. Rupanya sperma milik yabu
keluar banyak. Inoo menghempaskan diri ke tempat tidur karena kelelahan.yabu
tersenyum dan mencium kening laki-laki cantik itu. telapak tangannya berada di
atas kepala inoo.
“apa yang kau lakukan?” Tanya inoo ketika ia merasakan
kehangatan di sekujur tubuhnya.
“hanya memasang pelindung pada ingatanmu supaya ketika
nii-chan memeriksanya, kejadian ini tak akan bisa ditangkap olehnya”
“souka”
“dan kita bisa terus melakukan ini.” yabu tersenyum dan
mencium bibir inoo. Wajah inoo memerah karena malu.
“bagaimana dengan hikaru? Dia akan marah kan? kau
pacarnya kan?.”
“dia pacar sekaligus pelayanku. Dan tak akan pernah marah
padaku. Mungkin jika dia tau hal ini, kau yang akan dibunuhnya” yabu bercanda
menakut-nakuti inoo. Inoo memeluk yabu.
“hahaha, kau benar-benar takut ya” yabu tertawa senang
“un”
Inoo bangkit dari tempat tidurnya dan hendak memakai
bajunya, namu yabu menarik tangannya ke kasur lagi. Kali ini yabu mengeluarkan
taringnya dan langsung menggigit leher inoo dalam hitungan detik. Inoo kesakitan
tetapi karena yabu yang menghisap darahnya, ia pasrah saja.
Gawat !!! aku
meminum darah orang ini !! kenapa dengan tubuhku?? Tiba-tiba saja aku merasa
sangat haus.
Yabu kaget karena tak sadar ia menggigit leher manusia
yang bukan imunnya dan telah menghisap tak sedikit darah inoo. Ia takut jika yuya
tahu imunnya telah berubah menjadi vampire level rendah atau mati ia akan marah
besar . biar bagaimanapun, yuya adalah orang yang sangat dihormati yabu. Dengan
cepat yabu mendorong inoo dan membasuh darah yang berceceran di mulutnya. Inoo tergeletak
lemas di kasur.
Sial !!! apa yang
seharusnya aku lakukan!!!???......
to
be continued …


No comments:
Post a Comment
your comment is precious to us :)