Pages

TRUTH final part





Title                             : Truth
Categories                   : Multichapter
Genre                          : Romance, fantacy
Rating                         : NC-21. If you don’t like. Just don’t read.  I warn you
Theme song                 : understand - Yui
Cast                             : Inoo Kei
Yabu Kota
Takaki Yuya
Hikaru Yaotome
Arioka Daiki
Hamano Haruka (OC)
Disclaimer                   : all cast is not mine, the story is mine
Synopsis                      :
Mereka hidup seperti oranglain. Makan nasi dan lauknya, minum air, sekolah, belajar, berkencan, bahkan melakukan seks seperti yang lain.namun ada satu yang membedakan mereka dari makhluk di sekitarnya. Mereka haus akan darah manusia. Namun mereka, sampai saat ini, masih menahan diri untuk tidak mengurangi populasi manusia yang semakin padat di muka bumi ini. ya, mereka adalah para vampire. Yang saat ini keberadaannya masih sangat dirahasiakan oleh beberapa manusia lain, dan hidup berbaur dengan para manusia.

**********************************************************************************
“ada apa… nii-chan??”
Yuya terdiam melihat sinis pada yabu dan inoo yang bergandengan. Inoo menyadari tatapan yuya dan segera melepaskan tangannya. yuya menghampiri yabu, terdiam dan langsung memukul keras wajahnya hingga ia terpental ke tembok sehingga tembok itu retak. Inoo berlari ke arah yuya dan memegangi tangannya agar dia menghentikan serangannya namun gagal. Yuya semakin marah dan mendorong inoo jauh. Suara pecahan dinding terdengar kencang dan mengundang perhatian seluruh penghuni rumah itu. yuya terus memukuli yabu dengan membabi buta, darah mengalir deras dari tubuh yabu. haruka mendekati inoo yang terpental ke pintu.
“inoo, sebaiknya kau jangan melihat adegan ini ya.” Haruka tersenyum dan menidurkan inoo dengan mantranya. Iya memojokkan inoo ke tempat yang aman di bagian kamar itu dan menonton kedua saudara itu saling hantam.
Daiki dan hikaru datang bersamaan kemudian memisahkan kedua tuan mereka masing-masing dan menahannya.
“yuya-sama hentikan!! Dia adikmu..” daiki masih dengan sekuat tenaga menahannya.
“lepaskan aku daiki!!”
Tak beda dengan yuya, yabu juga hendak melawan yuya karena merasa dirinya tak bersalah. Hikaru juga terus menahannya. Haruka hanya duduk manis memangku kepala inoo yang tertidur lelap akibat sihirnya seolah di depannya adalah panggung teater.
Amarah yuya semakin memanas dan mencapai puncaknya semakin dia mengingat adegan di video tadi. Dengan seluruh tenaganya ia mendorong daiki hingga daiki terbentur tembok dan sempat hilang kesadaran. Yuya mengeluarkan kekuatannya yang paling besar. Yang tak pernah ia keluarkan sebelumnya. Seluruh angin berputar di tubuhnya, mengincar yabu sebagai sasaran. Dan meluncurkannya hanya dalam setengah detik. Hikaru menarik yabu dan menggantikan posisi tubuhnya. Jurus itu mengenai hikaru, darah hikaru mengalir deras.
“hikaru !! bangun hikaru !!” yabu menggerak-gerakkan tubuh hikaru namun tak ada reaksi.
“kota-sama … aku … men..cin..tai..mu…” Hikaru memegang pipi yabu dengan sisa kekuatan terakhirnya dan tersenyum lalu menghembuskan nafas terakhirnya. Ya, hikaru mati. Mati oleh serangan yuya demi melindungi yabu, orang yang paling dicintainya.
Yuya sadar apa yang baru saja ia lakukan. Ia menjauh ke belakang. Merasa bersalah pada hikaru. Ia menatap tubuh hikaru yang sama sekali tak bergerak berlumuran darah. Yabu menangis memegangi tubuh hikaru, mendekapnya dan terus memanggil namanya berharap hikaru bangkit. Yabu bangkit dan amarahnya mulai muncul lagi. Menghadap pada kakaknya dan mengumpulkan auranya. Mengeluarkan kekuatan terakhirnya kemudian menyerang baik pada yuya. Tepat pada waktu yang bersamaan ayah mereka datang dan memasang perisai pada yuya hingga kekuatan yabu berbelok dan meleset. Yabu kaget dan merasa tak adil ayahnya membela yuya.
“ayah …” yuya kaget.
Pak !! ada sesuatu yang memukul bagian belakang leher yabu hingga ia pingsan.
“kakek !!” haruka bangkit dari singgasananya.
“cloe, bawa yuya ke kamarnya.” Perintah kakek itu pada anaknya yang juga ayah yuya dan yabu. dia menghampiri daiki yang masih pingsan dan melakukan healing pada daiki agar tubuhnya pulih.
Suasana mulai tenang karena kedatangan mereka berdua. Para pelayan yang ada disitu menjadi sedikit lebih lega karena mereka tak tahu apa yang harus dilakukan jika kedua pangeran mereka bertengkar seperti itu. “dan kau haruka, tetap disini sampai kakek menghampirimu !!” kakeknya mulai marah pada gadis itu. dia memerintahkan pelayan untuk membawa inoo ke kamarnya dan menjaga ketat inoo. Kakeknya memisahkan yabu yang masih pingsan.
……………………………………..
“ayah !! ini tak adil, yabu merebut imunku yang sudah susah payah kutemukan!!” yuya protes kepada ayahnya.
“diam kau yuya !! aku belum menyuruh kau untuk bicara” bentak ayahnya.
Yuya terdiam duduk di samping yabu yang telah sadar. Ayah dan kakeknya mengajak mereka untuk berbicara dengan kepala dingin.
“dengar, kalian sudah besar. Dan nantinya salah satu dari kalian akan memerintah bangsa kita. Kenapa hanya masalah kecil seperti ini kalian bisa saling bunuh seperti tadi? Dan karena itu saat ini hikaru mati” kakeknya memang selalu befikir dan bicara dengan dingin. “yuya, kami sengaja tak memberitahumu bahwa inoo adalah imunmu dan imun kota.”
“apa??”
“ya, jika kau tau tentang ini pasti kau akan mengekang inoo untuk mendekati kota kan? biar bagaimanapun kota harus mendapatkan asupan darahnya.”
Yabu hanya diam terus memikirkan hikaru. Semua kenangan tentang hikaru. Hikaru adalah orang yang terus bersamanya dari kecil.
“aku tak mau berbagi inoo dengannya” sifat kekanakan yuya muncul.
“sou ka. Mari kita biarkan inoo memilih. Bagaimana?” kakeknya member usulan.
“memilih?” ayahnya masih tak mengerti dengan jalan pikiran kakek yabu dan yuya
“ya, biarkan inoo memilih untuk siapa dia mengabdi. Itu cukup adil kan?”
“tidak aku tidak setuju!!” yuya merasa akan kalah sebab ia tahu inoo mencintai yabu.
“daiki, panggilkan inoo.” Daiki pergi dan kembali 5 menit kemudian dengan membawa inoo. Inoo masih merasa lemas akibat kejadian tadi.
“inoo, kemarilah.” Kakek yuya menyuruhnnya untuk duduk di antara yuya dan yabu.
“inoo, kau adalah imun mereka berdua. Sebenarnya aku ingin kalian hidup rukun bertiga. Tapi sepertinya tak mungkin. Jadi aku akan membiarkanmu untuk memilih.”
“memilih?”
“ya, memilih. Yuya atau yabu”
Inoo bingung, dalam hatinya tentu saja ia memilih yabu, namun ia takut jika ia memilih yabu, kejadian tadi akan terulang lagi. Tapii ia juga tak mau hidup bersama orang yang tidak ia cintai dan membohongi dirinya sendiri seumur hidupnya.
“anoo san. Aku … sebelumnya aku punya sebuah pertanyaan dan permintaan.”
“apa itu? katakana saja” kakek yuya dan yabu memang selalu baik pada semua orang.
“maaf jika aku lancing tetapi.. apakah anda bisa mengembalikan ingatan semua orang-orang terdekatku tentang aku? Aku … ingin mereka mengingatku kembali…” inoo tertunduk.
“maaf, tidak bisa inoo.” Kakeknya merasa tak enak.
“apa?”
“ya, ingatan yang telah dihapus tak akan pernah bisa kembali.”
Tubuh inoo melemas, ia merasa kecewa. Selama ini harapan dan perjuangannya untuk mendapatkan keluarganya kembali telah sirna dengan kalimat tadi.
“jadi .. mereka tak akan pernah mengingatku lagi… selamanya??”
“ya inoo”
Inoo mengepalkan tangannya, menahan tangis.
“nah, inoo bagaimana dengan pilihanmu.”
“vampire” inoo mengatakannya dengan cepat.
“apa?” ayah yuya tak mendengar.
“tolong ubah kau menjadi seperti kalian. Ubah aku menjadi vampire.” Suara inoo mulai kencang.
“inoo, kau serius?” Tanya yuya khawatir.
“ya yuya. Aku … jika aku menjadi manusia aku hanya akan hidup dan mati sia-sia tanpa keluargaku. Jika aku menjadi abadi dan hidup ratusan tahun setidaknya aku bisa melihat keturunan keluargaku.”
“tak mudah menjadi vampire inoo. Kau akan selalu haus akan darah dan butuh waktu lama untuk bisa menahan rasa hausmu dari darah manusia.” Yabu menasehatinya.
“aku tak peduli. Bukankah jika aku menjadi vampire, hawa imunku akan hilang dan tak ada lagi vampire yang menginginkan darahku? Dan kalian juga tak harus lagi berebut darahku.”
“benar juga, kau pintar inoo.” Kakek nya menyetujui
“nah, tolong yang mulia. Onegai”
“kakek..” yabu dan yuya serempak.
“kakek ini gila, aku … aku tak bisa kehilangan orang ini.” yuya tak rela inoo berubah jadi vampire dan suatu saat nanti akan mencari imunnya sendiri.
“yuya, tolong jangan pikirkan aku. Ada yang lebih mencintai dirimu disbanding aku.” Inoo menarik tangan daiki dan menaruh tangan daiki di atas tangan yuya, menyatukan tangan mereka. “dia mencintaimu lebih dari apapun yuya. Dan membuatku tak pantas untukmu.”
Daiki kaget, dia menatap yuya malu. Yuya menatapnya dan sebagian hatinya membenarkan hal itu.
“aku yakin kau juga menyayanginya. Jika tidak kau tak akan mungkin mempercayainya untuk menjagaku.” Sambung inoo.
“inoo..” daiki merasa selama ini ia jahat sekali pada inoo. Dan perlahan yuya menggandeng tangan daiki. Merasa nyaman dengan orang yang sudah lama sekali di sampingnya namun ia saat ini baru menyadarinya. Mengingat semua pengorbanan daiki selama ini untuk melayaninya.
“nah, yang mulia aku mohon sekarang juga” inoo membungkuk pada ayah dan kakek yuya.
“inoo, jangan …” yabu masih khawatir
“taka apa-apa yabu, aku… juga ingin selamanya ada di sampingmu. Kalian sekarang satu-satunya keluargaku.”
Inoo menghampiri cloe, ayah yuya. Menyerahkan tubuhnya, memejamkan matanya. Cloe mengahampiri inoo mengeluarkan taringnya. Menusukkannya ke leher inoo. Dia tersentak kesakitan. Karena inoo bukan imun cloe, ia dapat merubahnya menjadi vampire. Tubuh inoo terasa panas sekali. Pendangannya kabur, nafasnya terasa sesak dan ia berkeringat.tubuhnya sedikit gemetar. Hawa imunnya perlahan hilang dan berganti menjadi hawa kuat seorang vampire. DNA nya mati setiap inti sel dari bagian-bagian tubuhnya juga ikut menghentikan aktifitasnya.  Yabu memegangi tubuhnya yang hampir terjatuh.
“inoo, bertahanlah…” yabu bebrisik pada inoo. Ia mengangguk menahan rasa panas di tubuhnya. Dadanya sangat sakit dan jantungnya terasa berhenti, ya, jantung inoo berhenti saat itu. merasakan ada sesuatu yang berubah pada tubuhnya, menjadi dingin. Ia merasa pusing. Taringnya mulai tumbuh dan warna matanya berubah merah sementara. Yabu mendekapnya untuk menguatkannya dari efek perubahan itu. Tenggorokan inoo terasa kering sekali. Inoo kehilangan kendali atas tubuhnya. Ia merasa marah tanpa sebab. Dengan cepat ia menggigit leher yabu dan menghisap banyak darah yabu. yabu mengenggam tangannya. 5 menit kemudian inoo selesai menyantap makanan pertamanya sebagai vampire.
“yabu, latih rasa lapar dia. Dan juga kekuatannya.” Perintah kakeknya sambil tersenym
“baik” yabu menurut dan memandangi inoo yang tertdur nyenyak di pelukkannya akibat transformasinya yang baru.
“sudah, aku dan cloe akan pulang. Aku ingin memberi pelajaran pada haruka”
“ah kakek.”
“ada apa yuya?”
“anoo, haruka memang mengesalkan. Tapi aku rasa dia tidak jahat. Dia hanya kesepian. Jadi kumohon…. Jangan beri dia hukuman terlalu keras.” Yuya membungkuk
Kakeknya tersenyum melihat yuya yang semakin dewasa. “aku mengerti. Tapi dia harus mendapat hukuman. Dan kau daiki, kali ini aku memaafkan perbuatanmu yang bersekongkol dengan cucuku”
Daiki canggung dengan kalimat itu. “terimakasih banyak yang mulia” daiki membungkuk member penghormatan padanya. mereka berdua pergi.
“ne, daiki. Kenapa tidak pernah bilang bahwa kau suka padaku?” yuya menepuk bahu daiki dan menggodanya. Wajah daiki memerah. Yuya tertawa senang dan mencium bibirnya.
“ikou, daiki…’ mereka berdua pergi dari kamar itu, meninggalkan yabu dan inoo berdua.
Kamar itu menjadi hening. Yabu menunggu inoo untuk tersadar kembali. Biar bagaimanapun pasti ada efek dari gigitan ayahnya tadi. Satu jam kemudian inoo membuka matanya yang tidak lagi berwarna merah. Tangannya mulai bergerak. Yabu tersenyum padanya.
“aku .. tadi seperti bertemu dengan hikaru..” inoo bercerita
“hikaru??”
“ya, dia bilang aku harus menjagamu.”
“hahaha tidak terbalik? Sepertinya nanti aku yang akan terus menjagamu.” Yabu mencium bibir inoo dan memeluknya.
Inoo tersenyum dan berbisik “tadaima”
“okaeru” yabu menjawabnya dengan senyum dan berharap untuk tidak meninggalkan orang ini kedua kalinya.

The End

6 comments:

  1. Suteki adegan fighting nya keren :)
    kagak remuk tuh badan tipis yabu dilempar segitu kenceng ...akhirnya aku baca dgn tenang, nice ending. Arigatou for good story ^-^

    ReplyDelete
  2. arigatou :) ayo ikuti multichapter yang baru ya :) judulnya BACK

    ReplyDelete
  3. Good story neechan :)
    Pengen liat deh inoo jadi vampire terus matanya merah
    Ayo neechan tanggung jawab, kebelet nih pengen liat inoo kayak gitu XD

    ReplyDelete

your comment is precious to us :)