Pages

TRUTH PART 2





Title                             : Truth
Categories                   : Multichapter
Genre                          : Romance, fantacy
Rating                         : NC-21. If you don’t like. Just don’t read.  I warn you
Theme song                 : understand - Yui
Cast                             : Inoo Kei
                                     Yabu Kota
                                     Takaki Yuya
                                     Hikaru Yaotome
                                     Arioka Daiki
Disclaimer                   : all cast is not mine, the story is mine
Synopsis                      :
            Mereka hidup seperti oranglain. Makan nasi dan lauknya, minum air, sekolah, belajar, berkencan, bahkan melakukan seks seperti yang lain.namun ada satu yang membedakan mereka dari makhluk di sekitarnya. Mereka haus akan darah manusia. Namun mereka, sampai saat ini, masih menahan diri untuk tidak mengurangi populasi manusia yang semakin padat di muka bumi ini. ya, mereka adalah para vampire. Yang saat ini keberadaannya masih sangat dirahasiakan oleh beberapa manusia lain, dan hidup berbaur dengan para manusia.

******************************************************************************
            “jadi.. anak ini adalah imun?” Tanya yabu pada yuyan. Inoo yang masih tertidur lelap di kasur yuya karena pingsan menjadi perhatian para 4 vampir itu.
            Hikaru dan daiki terlihat tegang. Mereka takut orang yang mereka cintai akan pergi demi imun ini.
            “hei jangan takut hikaru. Aku tak akan meninggalkanmu.” Sapa yabu yang memang bisa membaca pikiran hikaru. Dia mencium pipi hikaru.
            “lalu bagaimana? Dia milikku atau milikmu?” Tanya yuya dengan enteng seperti inoo adalah sebuah barang saja.
            “entahlah, kita lihat saja nanti” yabu cuek sekali.
            “daiki, apa kata ayah?”
            “anoo, raja mengatakan bahwa ia akan melakukan ritual untuk memastikannya. Sementara itu. yuya-sama dan yabu-sama jangan mendekati anak ini dahulu.”
            “eh? Kenapa?” yabu duduk di samping hikaru dan memeluknya dari belakang. “aku sudah lama tak minum darah manusia. Dan aku rindu harum darah mereka”
            “seorang imun jika digigit oleh vampire yang bukan tuannya, sama saja, dia akan berubah jadi vampir atau mati sia-sia.” Hikaru melipat tangannya dan menjelaskan.
            “huh, bukannya tak masalah jika satu atau dua imun mati?” yuya mengeluh
            “ya, jika yang mati itu imunmu, kau tak akan bisa minum darah manusia lagi dan kekuatanmu itu akan melemah nii-chan” yabu berkata sambil tertawa.
            Inoo terbangun dari tidurnya. Ia kaget terbangun di tengah 4 orang vampire tampan. Kepalanya masih pusing akibat dipukul yuya. Yuya menoongnya bangun untuk duduk.
            “daijobu ka?” yuya menarik tangan inoo dengan lembut. Inoo ingat kejadian tadi dan menghindar. Menutupi wajahnya dengan bantal. Semua vampire tertawa melihatnya.
            “kalian… siapa kalian sebenarnya? Kalian bukan manusia kan?” inoo ketakutan.
            “hei, tenanglah. Kami tak akan menyakitimu.” yuya berusaha membuat inoo diam namun ia tak berhasil.
            Inoo berlari keluar pintu, namun tiba-tiba seluruh badannya tak bisa digerakkan. Ia mematung begitu saja. Yabu tertawa.
            “sudah kubilang untuk tenang. Kau ini.” yuya menggerakkan jarinya. Inoo bergerak mendekati yuya mengkuti alunan jari yuya. Dia kehilangan kendali atas tubuhnya sendiri.
            Kenapa ini? kenapa tubuhku bergerak sendiri? Aku … aku takut … apakah aku akan dibunuh? Inoo hanya bisa menjerit dalam hati. Tubuhnya dikendalikan yuya. Dia duduk di tempat tidur lagi.
            “ne, yabu. Bagaimana jika kita coba? Ayah terlalu lama untuk bertindak.”
            “nii-chan, bagaimana jika salah? Anak ini bisa berubah menjadi vampire kelas bawah atau mungkin mati kan?”
            “tidak masalah kan? Kau masih bisa bertahan minum darah hikaru tiga sampai lima puluh tahun lagi sampai imunmu generasi selanjutnya terlahir kembali? Lagipula, anak ini menyusahkan sekali.”
            “yuya-sama. Lebih baik jangan” daiki menasehati.
            “benar yuya-sama. Jika raja tau, ia bisa marah besar.” Hiakru mulai khawatir dengan kenakalan pangeran mereka itu.
            Yuya tetap tak peduli. Taringnya keluar dan mendekati leher inoo. Tubuh inoo menegang. Yabu hanya bisa menepuk kepalanya saja melihat kelakuan kakaknya itu. taring yuya mulai menembus leher inoo. Inoo meronta-ronta kesakitan. Ini pertama kalinya ada suatu benda yang menembus batang lehernya. Darah ino mengalir deras di pembuluh darahnya dan keluar melalui lubang yang dibuat taring yuya. Yuya menghisap banyak darah inoo. Mata inoo terpejam dan tenaganya hampir habis. Yua menikmati setiap tetesan darah milik inoo. Yabu menarik tangan inoo sebelum yuya menghisap darahnya sampai habis.
            “sudah cukup. Nanti dia bisa mati.” Yabu yang sifatnya lebih dewasa menasehati
            Yuya memandangi inoo yang terdiam. Iya membersihkan darah yang ada di leher inoo dengan tangannya dan menempelkan telapak tangan ke leher inoo. Dia melakukan healing pada luka yang dibuatnya tadi. Inoo merasakan kehangatan pada sekujur tubuhnya. Ia tertidur.
            “jadi, apakah dia mati?” Tanya hiakru dengan enteng
            “entahlah, kita lihat saja nanti.” Yabu menghela nafas. Sedikit banyak ia takut raja akan marah jika tahu anaknya bertindak seperti ini.
            “ahhhh… sudah lama sekali aku tak meminum darah manusia. Ne, yabu. Kenapa kau tak coba?”
            “tidak !! aku tak mau dihukum oleh ayah sepertimu.”
            “hahaha, dasar penakut”
            “daiki, sebaiknyakau siapkan kamar untuk dia menginap. Jika dia disatukan dengan yuya, aku khawatir yuya akan tambah gemuk besok paginya karena menghisap habis darah orang ini.” yabu memerintahkan daiki. Ia memang paling tegas dalam hal ini.
            “baik, yabu-sama.”
            “ne, hikaru. Ayo pulang.” Yabu memeluk hikaru dari belakang. Ia sudah tak sabar untuk menjamah tubuh pelayannya ini.
            “un, ikou yabu-sama” hikaru dan yabu pergi berlalu. Kini di kamar itu hanya tinggal yuya, daiki, dan inoo yang tertidur lelap. Sekarang bekas luka inoo yang tadi hilang hanya dalam hitungan menit. Ya, kekuatan yuya memang sangat hebat.
            “maaf yuya-sama. Aku harus memindahkannya seperti perintah yabu-sama” daiki mendekati inoo dan menggendongnya
            “ah, daiki. Tinggalkan dia disini” yuya menarik tangan daiki dan mengehempaskan inoo ke tempat tidur.
            “tapi … yabu-sama bilang …”
            “arrhh sudahlah, dia adikku. Dan kau ini pelayanku. Kau wajib menuruti semua perintahku”
            “maaf yabu –sama …” belum sempat daiki bicara, yuya mencium bibirnya duluan. Daiki terdiam malu.
            “turuti semua perintahku…”
            Daiki emngangguk seolah terhipnotis oleh ciuman yuya.
            “nah, sekarang pergilah ke kamarmu. Oh ya, jangan lupa kerjakan tugas milikku dari sensei mesum itu”
            “baik.” Daiki pergi ke kamarnya dengan pelan, masih terhanyut oleh ciuman yuya yang tadi.
            Yuya terus terjaga . selama hidupnya ia tak pernah tidur. Memang, bangsa vampire memiliki vitalitas yang sangat tinggi sehigga mereka jarang merasa kelelahan. Dia terus duduk di sofa yang ada di depan tempat tidur inoo. Dan inoo bangun dari tidurnya jam 3 pagi.
            Inoo bangkit duduk dan emngusap-usap matanya. Tiba-tiba yuya telah duduk di sampingnya. Inoo ingin menghindar namun tenaga vampire yuya menidurkannya di tempat tidur. Yuya mencumbu seluruh lehernya hingga inoo terhanyut. Erangan berontak inoo berubah menjadi desahan.
            “sstt, tenang. Ternyata kau tidak mati. Itu berarti kau adalah imunku” yuya tersenyum dan melepaskan kemeja sekolah milik inoo. Inoo menolak untuk bercinta namu yuya tetap memaksanya dan merobek semua pakaiannya.dicumbunya semua bagian tubuh inoo. Dari leher, kemudian turun ke dada. Yuya menggigit putting inoo dan ia mengerang, mendesah.
            “hentikan … aku tidak mau … hen..” yuya menutup mulut inoo dengan tangannya. ia pergi ke bagian bawah inoo dan menikmati penis milik inoo. Inoo tersentak hebat. Sebelumnya tak ada seorangpun yang menikmati barang berharganya itu. tangan yuya meraih kepala inoo. Memeriksa setiap detil dari ingatan anak itu.
            “huh, rupanya ini pertama kali bagimu bercinta ya? Tenang saja, aku akan mengajarimu”
            Yuya terus memainkan penis inoo. Mengulumnya, menikmatinya seperti sebuah permen cokelat hingga inoo orgasme. Inoo kelelahan. Dan sekali lagi, yuya menggigit leher inoo dan menghisap darahnya. Yuya mengganti posisinya. Kini ia duduk memangku inoo yang masih telanjang dan menghisap darahnya.
            “kau imunku, layani aku seumur hidupmu”
            Inoo tak mengerti apa yang terjadi.yang ia tau hanyalah seorang vampire sedang menghisap darahnya sekarang dan itu sakit sekali. Tubuh inoo melemah. Yuya sadar ia sudah kelewatan dan berhenti. Ia menidurkan inoo dan melakukan healing sekali lagi.yuya tersenyum.
            Tok tok tok ada seseorang mengetuk pintu kamar yuya. Rupanya daiki. Yuya yang tanpa menggenakan sehelai benangpunmenyuruh daiki masuk. Daiki kaget dengan pemandangan di depan matanya. Inoo yang tak menggenakan apaun hanya berselimutkan bed cover dan yuya berbaring di sampingnya. Yuya tersenyum pada daiki.
            “ne, daiki kita harus merayakan ini.” yuya mengambil sebotol wine dan menuangkannya di gelas kemudian memberikannya pada daiki. “karena  mulai saat ini. aku akan selalu menghisap darah lezat seorang manusia. Dan tentu saja, kekuatanku akan bertambah”
            Daiki kaget. Apa yang ia takuti ternyata terjadi. “omedetou, yuya-sama”
            “arigato daiki.” Yuya mencium bibir daiki, namun daiki menghindar. Rasa khawatirnya membuat diki tak berselera melakukan apapun.
            “doushite?”
            “betsuni” dia meminum wine nya. “ah maaf yuya-sama. Aku hanya ingin memberikan tugasmu yang sudah selesai ku kerjakan” daiki terlihat muram dan pergi begitu saja.
            “aneh… tak biasanya dia menolakku seperti itu”
            Yuyan tak peduli dan tak sadar apa yang daiki rasakan. Ia pergi tidur di samping inoo. Memandanginya dan mengelus-elus wajahnya
            “kau cantik juga ya. Selamat, karena mulai hari ini kau akan jadi bonekaku” yuya tersenyum pada inoo yang tak berdaya.

To be continued …..

No comments:

Post a Comment

your comment is precious to us :)