Title
: Back volume 5 -I Love You-
Categories
:
Multichapter
Genre
: Romance
Rating
: NC-21. If you don’t like. Just don’t read. I warn you
Theme song
: Itoshi
no Playgirl – Yabu Kota & Hikaru Yaotome
Cast
: Yamada Ryosuke
Takaki Yuya
Nakajima Yuto
Hajime Miyuki (OC)
Disclaimer
:
all cast are not mine, the story is mine
Synopsis :
Pernahkah kalian
merasakan benci? Dendam? Atau semacamnya? Percaya atau tidak, sampai saat ini
aku terus hidup dengan itu semua. pada awalnya aku tak pernah menyalahkan
siapa-siapa atas keadaaaanku ini. terlahir sebagai gadis gemuk dengan mata
sipit, dan tubuh yang tak terlalu tinggi. Aku selalu bersyukur atas semua
keadaanku. Tapi ada seseorang yang merubah tujuan hidupku yang sampai saat ini
masih aku perjuangkan, yaitu kembali. Kembali
sebagai Hajime Miyuki yang baru. Yang telah lama dilupakan semua orang …
*******************************************************
“miyuki, bangun miyuki”
yuto menggoyang-goyangkan tubuh miyuki yang sedang tertidur lelap.
“ada apa yuto?” dia
membuka matanya perlahan.
“tadi sewaktu aku
bekerja, aku dengar ada suara kau ribut dengan takaki. Kau tak apa-apa?”
“yah, tadi ada sedikit
perselisihan yuto. Tapi aku tak kenapa-kenapa. dimana dia?”
“tadi dia pulang
pagi-pagi sekali.”
“sou ka. Syukurlah dia
cepat pergi. Akh hari ini aku ada janji dengan yamada. Aku harus cepat-cepat.” Miyuki
bangun dari tidurnya dan hendak bangkit. Dia berdiri menanggalkan bed covernya
dan telanjang di depan yuto.
“miyuki, kenapa
punggungmu?” yuto kaget dan memasang wajah khawatir.
“ah, akibat berselisih
dengan yuya semalam”
“miyuki, sebaiknya kau
hentikan permainanmu ini. aku khawatir takaki berbuat lebih dari ini.”
“ne, yuto-chan. Aku tak
peduli seandainya aku mati sekalipun. Toh, sudah tak ada lagi yang dapat aku
perjuangkan sekarang. Satu-satunya yang aku inginkan hanyalah melihat yamada
menderita. Dan tak ada yang dapat menghalangiku sekalipun rasa sakit seperti
ini”
“tetapi kau masih bisa
memulai hidup baru miyuki.”
“hahahaha !! hidup
baru?? Sesuatu yang telah mati tak akan bisa hidup lagi yuto.” Miyuki mendekati
yuto kemudian berbisik “miyuki sudah mati” dia langsung masuk ke kamar mandi.
Yuto semakin khawatir
padanya. ia teringat kejadian sebelum miyuki datang ke tempat itu semalam, saat
yuya menunggu miyuki dan yuto menemaninya. Sebuah percakapan yang menjadi
rahasia hati yuto.
********************* flashback****************************
“takaki, apa kau
benar-benar mencintai miyuki?”
Yuya tertawa dan
mengambil sekaleng bir dari kulkas kamar miyuki. “kenapa kau Tanya itu?”
“entahlah, sepertinya
kau mempunyai rasa padanya.”
“apa urusannya denganmu?”
yuya menenggak minumannya. “kau suka padanya ya?”
Wajah yuto memerah, dia
memang paling bisa ditebak soal ini.
“hahaha nakajima-kun,
apa kau percaya pada takdir?”
“takdir?”
“ya, pada awalnya,
pertama kali menyewanya, aku sama sekali tak berniat untuk menyutubuhinya.”
“apa?”
“aku hanya ingin dia
menemaniku. Saat itu, aku sedang lelah karena urusan pekerjaan dan perusahaanku
sedang terlibat banyak hutang karena ayahku baru saja meninggal. Aku stress dan
merasa tak bisa meneruskan apa yang ayahku perjuangkan.”
“lalu?”
“malam itu aku hanya
mendiami miyuki dan memandangi tubuh polosnya di tempat tidur dengan tatapan
kosong. Miyuki berusaha menggodaku dengan tubuhnya saat itu. namu anehnya, aku
masih memikirkan urusan kantorku. Tak sabar dengan reaksiku yang hanya diam
saja lalu dia menamparku.”
“eh? Apa itu benar?!!”
yuto kaget
“ya, dia menamparku dan
menanyakan kenapa tatapan mataku kosong. Lalu aku menceritakan semuanya. Wanita
itu hanya tersenyum dan berkata padaku, jika
kau berusaha terbang terlalu keras, sayap-sayap indahmu itu akan rusak dan
menjatuhkan dirimu sendiri. Entah kenapa saat itu kalimat miyuki sangat
merasuk di jiwaku. Seolah mengatakan bahwa aku harus terus berjuang dan tidak
berfikir terlalu keras… dan berkatnya aku bisa membangun lagi perusahaanku saat
ini.”
“karena itu kau
mencintainya?”
“bukan.”
“lalu kenapa?” yuto
bingung
“hahaha aku mencintainya
karena wanita itu tunanganku”
“eh?!! Apa maksudmu?”
“ya, sewaktu kecil aku
dijodohkan oleh orangtuaku dengan seorang gadis kecil berumur 4 tahun lebih
muda dariku. Aku tak pernah bertemu dengannya setelah aku berumur 7 tahun dan
pindah ke Amerika. namun orangtuaku bersikeras agar aku menikah dengannya. Miyuki
tak pernah tau hal ini karena mungkin dia sudah tak ingat. Bahkan ciuman
pertamaku adalah saat aku berumur 5 tahun dan waktu itu miyuki baru berumur
setahun. Saat ayahku baru meninggal dan aku kembali ke jepang, kudengar dari
orangtuanya bahwa miyuki pergi dari rumah dan dikabarkan mati kecelakaan. Entah
kenapa aku tak percaya dengan hal itu, aku menyewa orang untuk mencarinya. Dan akhirnya
menemukannya ketika sedang mennggadaikan dirinya di jalanan. Sungguh miris. Aku
tak mau ikut campur dengan urusan keluarga mereka tapi aku kasihan padanya.
saat melihat mata miyuki yang sedang menawarkan dirinya. Memang terlihat dia
menawarkan dengan senyum senang, tetapi aku bisa melihat kesedihan yang
mendalam dari dirinya.”
“lalu apa kau berniat
untuk menikahi miyuki?”
“entahlah, itu
tergantung keadaan.”
“apa maksudmu?”
Yuya tertawa lagi dan
mendekati yuto lalu menepuk punggungnya.
“ne, yuto. Takdirku mungkin
untuk selalu dekat dengan miyuki namun aku tak tau siapa yang akan jadi
takdirnya yg selanjutnya. Karena aku bukan dewa jodoh. Hahaha” yuya tertawa
lagidan tak berniat untuk bicara serius dengan yuto.
“sou ka, terserah apa
yang akan kau ingin lakukan. Tetapi, aku tak akan membiarkanmu melukai miyuki
atau dia menangis.”
“hahahaha tentu saja
tidak. Oh ya tolong jangan ceritakan miyuki tentang hal yang tadi. Aku ingin
memberikan kejutan nanti untuknya”
“terserah” yuto
menjawabnya dengan dingin dan keluar kamar itu. dengan wajah muramnya. “bagaimana
….. aku menyaingi pria sepertimu? Aku ….”
*******************present****************
Miyuki keluar dari kamar
mandi 20 menit kemudian, dia memilih sebuah hot pant dan kaos tipis berwarna
putih bergambar kartun anak perempuan kecil di bagian dada. Miyuki memakai make
up seperlunya dan segera mengambil tasnya.
“kau ingin ke tempat
yamada lagi?”
“ya yuto, kali ini tak
ada yang boleh mengangguku, sekalipun yuya. Ponselku akan kumatikan”
“miyuki. Hati-hati. Kau pernah
dilukai oleh yamada kan?”
Miyuki tersenyum dan
mencium pipi yuto.
“tenang saja yuto. Aku tak
akan jatuh ke lubang yang sama. Jaa ne.” miyuki pergi dengan langkah riang.
Dia pergi ke apartemen
yamada kali ini dengan menggunakan taksi. Miyuki sedikit membuka belahan
dadanya untuk menggoda yamada. Berharap yamada semakin tergila-gila padanya.
miyuki sampai ke apartemennya di lantai 24 dan memencet bel pintu. Tak ada
reaksi dari dalam. Miyuki memencet bel itu lagi namun masih tak ada jawaban. Miyuki
gemas dan kesal, dia menggoyaknya daun pintu apartemen yamada dan ternyata tak
dikunci. Dia membukanya dan kaget melihat seluruh ruangan di apartemen itu
berantakan. Miyuki segera berlari mencari yamada di dalam. Ia mendapati yamada
terbaring di lantai dan wajahnya berlumuran darah. Miyuki segera membangunkan
yamada dan membaringkannya di sofa.
“yamada-san. Doushite?”
“sora-san, aku …” yamada
tak kuat meneruskan kalimatnya dan terbatuk-batuk
“tenanglah dulu. Biarku obati
lukamu”
Miyuki mengambil kotak P3K
dan membersihkan darah dan luka yamada lalu menutupinya dengan perban.
“sepertinya pacarmu tak
suka kau dekat dengan lelaki manapun ya?”
“apa!! jadi yuya yang
melakukan semua ini?? dia keterlaluan!!” miyuki berakting padahal ia senang
yamada terluka seperti ini.
“ya, beberapa orang tadi
datang dan langsung memukuliku. Aku kenal salah seorang di antara mereka adalah
orang dari takaki group”
“yuya sudah
keterlaluan!! Ryosuke, aku minta maaf atas semua kelakuannya”
“hahaha taka pa. wajar
jika seseorang cemburu seperti itu.”
“anou-san, apa yang
harus kulakukan untuk membayar perbuatan yuya?”
“ah kau terlalu sungkan
sora-san.”
“tidak ryosuke,
gara-gara aku kau jadi terluka seperti ini. apa sebaiknya kita tak usah
berhubungan lagi? Aku takut yuya melakukan yang lebih dari ini”
“tidak , ini semua bukan
salahmu. Wajar bila seseorang cemburu karena orang yang sebentar lagi menikah
dengannya dekat dengan oranglain. Apalagi saingan terberat perusahaannya” wajah
yamada menjadi murung saat berbicara kalimat itu dan kemudian terdiam.
“ah biar aku ambilkan
kau minum” miyuki memecah keheningan dan segera berdiri. Yamada menarik
tangannya dan mendekapnya sambil duduk di sofa dari belakang.
“sora, jangan pergi. Jangan
pergi dariku”
Miyuki memasang senyum
sinisnya dan terlihat senang. Rencananya hampir berhasil.
“ryosuke aku…”
“ssstttt” yamada menutup
bibir kecil miyuki dengan jari telunjuknya dan segera membungkam miyuki dengan
ciuman hangatnya, ciuman yang tak jauh berbeda dengan saat itu, saat pertama
kali miyuki mencium bibir seorang lelaki saat dia SMA.
Mata yamada memandang
tulus pada wajah miyuki. Memandang bola mata berwarna hitam besar miyuki dan
memeluknya lagi. Perlahan turun ke pipi dan berhenti di telinganya kemudian
bebrisik aishiteru yo. Dia mencumbu
leher miyuki, wanita itu pasrah lebih tepatnya menunggu yamada yang bergerak
duluan. Yamada menghempaskan miyuki di sofa. Sama seperti waktu itu. yamada
diam memandang wajah miyuki, dia hanya diam tak bersuara. Miyuki membimbing
tangan yamada ke wajahnya. Memejamkan mata.
Yamada segera mengangkat
kaos miyuki dan melepasnya, melepas semua yang menghalangi pengelihatan yamada
dari tubuh putih miyuki.
“ryosuke …”
Yamada melumat kedua
buah dada miyuki. Ia menikmati setiap kegiatan yamada di sana. Miyuki diam dan
membiarkan yamada bermain sepuasnya. Sebenarnya
ia sedikit lelah saat itu. cumbuan yamada semakin melebar, berpetualang ke
bagian perut dan pinggang miyuki. Miyuki menahan desahannya. Yamada tersenyum
karena merasa bahwa miyuki juga menikmatinya. Perlahan cumbuannya turun lagi,
ke perut, hingga ke bagian bawahnya. Ia menikmati kehangatan kemaluan miyuki
dan gerakannya semakin menjadi-jadi. Yamada sudah tak sabar dan menurunkan
retslating celananya. Ia bersiap untuk memasukkan kemaluannya di dalam miyuki. Yamada
mencium bibir miyuki dan langsung memasukkannya.wajah miyuki memerah menahan
sedikit rasa sakit akibat gesekan penis yamada. Yamada membelai wajahnya dengan
lembut
“maaf ya …”
Miyuki hanya tersenyum. Selama
ini yamada tak pernah bilang terimakasih padanya. miyuki hanya mendesah dan
diam tak membalas kegiatan yamada. Ia tak bisa menikmati penuh adegan
percintaan itu. mungkin karena rasa bencinya pada yamada yang sudah di ubun-ubun.
15 menit kemudian yamada
mengeluarkan spermanya di luar, ia kelelahan dan duduk di bawah sofa, menyenderkan
kepalanya pada lengan miyuki dan tersenyum.
“ne, miyuki. Aku tak
peduli lagi. Tentang yang orang katakana, ataupun yang lainnya. Aku ingin
egois, aku ingin jadi diriku sendiri. Aku mencintaimu meskipun kau milik takaki
saat ini….”
Miyuki mengambil tangan
yamada dan mencium pipinya.
“ryosuke, aku juga
mencintaimu…” miyuki mebalas kalimat yamada tanpa tahu apa arti dari kalimat
yamada sebelum itu.
To be continued …


No comments:
Post a Comment
your comment is precious to us :)