Pages

DOUBLE DATE




Title                             : Double Date
Categories                     : One Shoot
Genre                          : Romance, mystery , sedikit komedi yang gagal
Rating                          : PG -15
Theme song                 : Hey! Say! Jump – Hurry Up
Cast                             : Arioka Daiki as Arioka Daiki
                                      Yamada Ryosuke as Yamada Ryosuke
                                      Kei-ruu as Kei Ruu (OC)
                                      Yuki Akanishi as Yuki (OC)
Disclaimer                    : all cast is not mine, except OC's the story is mine
Prolog                           :
            Akhirnya kami lulus SMP dan akan beranjak menjadi seorang anak SMA. Ya, aku dan Yuki, sepupuku, juga teman dan sahabatku. Dia tempatku berbagi cerita, berbagi kesedihan. Sejak bayi kami selalu bermain bersama. Melakukan hal-hal yang orangtua kami berdua tidak tau. Kami berbagi segalanya. Termasuk kisah cinta, tetapi bukan berbagi pacar, hahaha. Yuki memiliki seorang pacar bernama yamada dan akupun telah bepacaran selama kurang lebih 10 bulan dengan daiki yang 2 tahun lebih tua dariku. Yamada dan daiki saling kenal dari kami berdua. Kami sering double date dan pergi bersama. Benar-benar masa remaja yang sangat hebat dan tak terlupakan. Ya, tak terlupakan, apalagi saat itu……
*****************************************************************************
            Aku mengetuk pintu kamar yuki. Hari itu aku menginap di rumahya selama 3 hari karena aku sedang dalam masa liburan sekolahku. Sedikit lagi aku akan memakai pakaian SMA. Rasanya sudah tidak sabar. Malam itu, saat orangtua yuki sedang pergi ke hokaido untuk perjalanan bisnis dan di rumahnya hanya ada kakak yuki serta pembantunya, kami berdua memutuskan untuk double date seperti biasa.
            “yuki, ayo cepat. Daiki sudah lama menunggu” aku agak marah pada yuki yang lama sekali berdandan.
            “sebentar ruu-chan, aku sedang mencari tas ku’
            ‘ayolah, yamada juga pasti menunggumu.” Dan benar saja, yamada sudah 4 kali menelpon yuki.
            Yamada dan daiki menunggu kami di sebuah restoran. Mereka berdua pergi dengan sebuah sepeda motor sementara aku dan yuki juga pergi dengan menaiki satu sepeda motor. Kami ingin kencan kali ini sangat romatis sehingga memutuskan untuk naik motor saja.
            “ayo ruu-chan, aku sudah siap”
            “lama sekali, semoga saja yamada tidak diajak waita lain hihihi”
            “ruu-chan !! jahat sekali!!” yuki cemberut.
            “hahaha, ikou yuki”
            “un,”
            Kami berdua pergi ke restoran tempat tujuan kami. Sampai disana yamada dan daiki sedang duduk menunggu kami. Yamada memakan jaket biru dengan celana jeans hitam sedangkan daiki memakai celana pendek hijau lumut dengan kaos coklat muda. Warna yang serasi dengan jaket cokat ku. Yuki menghampiri yamada dan menggandeng tangannya. Sedangkan aku lebih memilih untuk tersenyum saja pada daiki. Aku bukan tipe wanita yang manja pada kekasihnya. Entahlah, aku lebih suka jika pacarku sendiri yang manja padaku. Kami makan bersama di restoran itu.
            “hey yamada. Kau dan yuki ingin pergi kemana malam ini?” Tanya daiki
            “aku sih terserah pada princess ku ini saja” jawab yamada gombal. Wajah yuki memerah.
            “eh? Jadi kita berpisah?” tanyaku kaget
            “ya sayang, kau tak mau melihat bintang berdua bersama ku?” Tanya diki membelai pipiku.
            “terserahlah. Aku ikut saja” kataku pasrah
            Beberapa menit kemudian kami berpisah. Yamada dan yuki pergi memakai motor yang kami naiki tadi sementara aku dan daiki menaiki motor daiki. Udara malam yang dingin membuatku enggan untuk melakukan apa-apa. Aku dan daiki duduk di pinggir sungai Tokyo ditemani suara burung keci dan bintang-bintang yang menatap kami dari langit. Kami mengobrol apa saja yang bisa kami ceritakan. Tiba-tiba seseorang datang menghampiri kami.
            “konbanwa, genki desu ka?”  seorang waria datang pada kami. Aku takut dan memegang tangan daiki. Tiba-tiba daiki berlari ke belakangku dan merengkuk ketakutan. Aku meminta maaf dan segera menarik daiki pergi ke tempat lain. Kami berdua langsung berlari kencang.
            “hhhh hhh hhh. Kau ini !! bukannya melindungi pacarmu dari waria tadi, malah berlindung di belakangku. Kau ini laki-laki bukan!!” aku marah pada pacarku ini. merasa agak kecewa
            “gomen ne, aku trauma pada waria. Dulu aku pernah mengalami kejadian tidak enak”
            “bernarkah ? apa itu?”
            “yahhh, dulu ketika aku sedang duduk sendiri menunggu temanku, aku pernah didatangi seorang waria. Dan waria itu tersenyum padaku lalu tiba-tiba dia menarik roknya dan memperlihatkan celana dalam yang dipakainya padaku tanpa sebab di depan orang banyak. Karena itu aku takut sekali”
            “pfffff HAHAHAHA !!” aku tertawa geli sekali membayangkannya. “tapi kau suka kan?”
            “enak saja!! Aku masih normal!!” daiki cemberut padaku.
            “hahahahaha” aku masih meneruskan tertawaku. Daiki tersenyum melihatku tertawa. Dia memelukku dan kemudian mencium bibirku. Aku membalas ciuman lembutnya.
            “aku senang melihatmu tertawa riang seperti ini” katanya padaku. Wajahku memerah.
            Tttrrrtt~ handphone ku bergetar. Rupanya sms dari yuki.
           
From : yuki
            Ruu-chan, sudah jam 10 malam. Ayo kita bertemu. Yamada ingin mengajak kita ke suatu tempat. Kami tunggu di restoran yang tadi

Aku membalas sms dari yuki

            Reply to : yuki
            Baiklah, aku dan daiki akan segera kesana. Tunggu ya.
           
Kami berdua segera pergi ke tempat kami pertama bertemu tadi. Yuki memegang sebuah boneka teddy bear berwarna putih. Rupanya yamada yang membelikannya. Beruntungnya yuki mempunyai pacar seperti yamada.
“yamada, kau ingin mengajak kami kemana?” Tanya daiki heran
“sudah, ikut saja dai-chan” yamada segera pergi mengendarai motor bersama yuki. Aku dan daiki mengikutinya. Dia mengajak kami ke sebuah bukit yang sangat sepi. Darisana kami dapat melihat pemandangan kota Tokyo yang gemerlap dengan lampu warna-warni. Sangat indah.
“aku menemukan tempat ini kemarin sore, dan kupikir tempat ini sangat cocok untuk kita berkencan” kata yamada sambil menarik yuki duduk di sampingnya.
Aku dan daiki duduk berhadapan dengan yamada. Karena bukit itu gelap dan sama sekali tak ada lampu, kami tak tahu apa yang yama dan yuki lakukan. Namun karena mataku dan yuki terbiasa dalam keadaan gelap, kami dapat melihat sesekali satu sama lain. Dan sesekali aku melihat yamada mencium bibir yuki beberapa kali. Aku hanya diam-diam tertawa menyadari sementara daiki asik dengan ponselnya.
“ne, dai-chan, ruu-chan. Bagaimana jika kita bermain games?” yamada mengusulkan
“games apa yama?” Tanya yuki.
“aku akan mengirim sms pada dai-chan dan kalian berdua harus menebaknya juga lewat sms, begitu juga sebaliknya. Yang salah, harus mentraktir takoyaki dua porsi.”
“baiklahh.” Jawab pacarku dengan semangat.
Yamada mulai mengetik sms dan mengirimkannya pada daiki. Aku dan daiki menebaknya dengan benar, kemudian daiki membalas dengan pertanyaan sulit namun jawabannya sangatlah konyol. Kami tertawa. Namun, entah kenapa yuki hanya diam. Dia tak bersuara sama sekali. Ah tak sadar jam di tanganku sudah menunjukan pukul 23.45 dan kami berdua haru segera pulang.
Yamada dan daiki mengantar kami hingga 100 meter rumah yuki. Aku diboncengi daiki dan yuki diboncengi yama dengan motor milik yuki, mereka jalan di depan. Tiba-tiba yama berhenti di tikungan, motor kami hampir saja tertabrak.
“yama, ada apa? Apa kau gila? Kami hampir saja terjatuh”
“ah gomen dai-chan, tadi rasanya, aku melihat seorang wanita yang melambaikan tangannya pada kita” yama panic
“eh? Aku tidak lihat apa-apa yama” yuki menjawabnya
“un, aku juga” kata dai-chan
“sudahlah, ayo pulang aku sudah mengantuk. Nanti kalau bibi menelepon rumah dan kami belum ada di rumah bisa gawat.”
“Baiklah. Ayo…” yamada menyalakan motornya lagi dan menjalankannya. Sesampainya di dekat rumah kami bertukar motor. Aku dan yuki berboncengan. Ketika sampai di rumah yuki aku segera ganti baju dan menarik selimutku. Seperti biasa, setelah double date kami selalu bercerita tentang pasangan masing-masing. Yuki bercerita tentang yamada yang tadi memberikan kejutan untuknya dan memberikannya teddy bear dan aku menceritakan tentang kissing dari daiki. Dan tiba-tiba aku teringat sesuatu.
“ne, yuki. Ak heran. Mengapa tadi kau diam saja di bukit? Padahal pemandangan di sana tadi sangat indah dan romantis lhoo. Apa kau begitu menikmatinya?”
“uhmmm, bukan begitu ruu-chan”
“lantas kenapa?”
“anoo, sebenarnya tadi aku diam, karena…. Karena …”
“karena apa?”
“karena tadi aku melihat dua orang perempuan berambut panjang memakai gaun putih berdiri di belakangmu dan daiki. Dan sepertinya wanita itu yang melambaikan tangan pada yama di jalan tadi”
Bulu kudukku langsung berdiri, aku ketakutan dan segera menarik selimutku. Karena tidak berani, aku tidur di tempat tidur yuki. Dan aku kapok untuk berkencan sampai larut malam seperti tadi.
THE END


No comments:

Post a Comment

your comment is precious to us :)