Title
: Back volume 3 -gotcha !!-
Categories
:
Multichapter
Genre
: Romance
Rating
: NC-21. If you don’t like. Just don’t read. I warn you
Theme song
: Itoshi
no Playgirl – Yabu Kota & Hikaru Yaotome
Cast
: Yamada Ryosuke
Takaki Yuya
Nakajima Yuto
Hajime Miyuki (OC)
Disclaimer
:
all cast are not mine, the story is mine
Synopsis :
Pernahkah kalian
merasakan benci? Dendam? Atau semacamnya? Percaya atau tidak, sampai saat ini
aku terus hidup dengan itu semua. pada awalnya aku tak pernah menyalahkan
siapa-siapa atas keadaaaanku ini. terlahir sebagai gadis gemuk dengan mata
sipit, dan tubuh yang tak terlalu tinggi. Aku selalu bersyukur atas semua
keadaanku. Tapi ada seseorang yang merubah tujuan hidupku yang sampai saat ini
masih aku perjuangkan, yaitu kembali. Kembali
sebagai Hajime Miyuki yang baru. Yang telah lama dilupakan semua orang …
***************************************************************************
Malam pertemuan para
direktur utama perusahaan-perusahaan kontraktor di jepang berkumpul. Yuya datang
dengan jas abu-abunya sambil menggandeng miyuki dengan gaun hitam panjang dan
rambut disanggul serta aksesoris rambut berbentuk bunga. Mereka cukup menarik
perhatian malam itu. sebagian orang melihat pada miyuki yang tak pernah hadir
pada acara yang sangat mewah itu. setiap orang memakai busana yang serba mahal
dengan makanan yang tentu tak murah harganya. Miyuki melihat sekeliling ruangan
dan memang ada beberapa wajah yang tak asing baginya. para pemain politik dan
ekonomi semua berkumpul disitu untuk membicarakan bisnis mereka. Seseorang datang
menghampiri yuya dan miyuki.
“konbanwa takaki-san”
“ah konbanwa Fujiyama-san.”
Yuya menyalaminya dengan sopan. “apa kabar? Sudah lama tak bertemu.”
“sangat baik. Anda? Ah sepertinya
sudah tak perlu ditanyakan lagi ya”
“hahaha begitulah.”
“anoo, wanita cantik
yang ada di samping anda ini?”
“dia pacarku. Haji..”
miyuki segera menginjak kaki yuya dengan heels 15 cm nya. Yuya menahan sakit. “maksudku,
matsumoto sora”
Miyuki tersenyum pada
pria itu dan bersalaman dengannya.
“pacar anda sangat
cantik. Anda memang pintar memilih ya takaki-san.”
“hahaha bisa saja kau.”
“oh ya, bagaimana jika
kita duduk di sana?” pria itu menunjuk pada sebuah meja bundar yang berisis
beberapa petinggi penting yang sudah menunggu yuya.
Yuya berbisik pada
miyuki. “pergilah, cari yamada. Aku mengobrol dengan mereka dulu.”
“un” jawab miyuki
singkat.
Miyuki pergi berkeliling
mencari yamada. Mulai dari depan stage penyanyi, di area makanan, sampai ke depan
toilet namun ia tak menemukannya. Miyuki sudah hampir frustasi. Dia pergi
keluar mencari angin untuk merokok sebentar.
“huh, sepertinya dia tak
datang. Percuma aku berdandan seperti ini” dia bergumam sendiri karena jengkel.
“siapa yang tak datang,
nona cantik?” suara seseorang muncul menanggapi gumamannya. Myuki menoleh kea
rah suara itu.
“kau …” ternyata itu
adalah yamada.
“ah, maaf mengganggumu
tiba-tiba. Sepertinya kau sedang kesal. Ada apa?” Tanya dia dengan sangat
ramah.
“tidak …” miyuki
menghirup rokok nya lagi. Yamada tertawa.
“tak baik wanita cantik
seperti dirimu merokok sendirian malam-malam seperti ini” dia mengambil rokok
itu. miyuki tetap memasang pose cool
nya.
Miyuki tersenyum pada
yamada. Memasang sebuah senyuman yang biasa ia pakai untuk memikat para pria. Yamada
yang menggenanakn jas hitam duduk di sampingnya. Memandangi wajah cantik
dirinya.
“sepertinya suasana
hatimu sedang tidak baik ya?” yamada bertanya.
“tidak juga, justru saat
ini aku sedang sangat senang.”
“kau pacar takaki-san
kan?”
“darimana kau tahu?”
“tadi aku sempat
melihatmu keluar dari mobil bersamanya dan menggandeng tangannya.”
Miyuki kaget, ia tak mau
yamada menghindarinya hanya karena tahu ia pacar yuya padahal status mereka
sama sekali tak ada .
“ya, kau sepertinya
pemerhati yang baik.”
“hahaha tidak juga.” Yamada
tertawa lepas. Seketika miyuki teringat malam saat ia duduk di samping yamada
delapan tahun yang lalu. Saat mereka menonton film kartun dan yamada
mengeluarkan suara tertawa yang sama. Sesaat muncul kerinduan miyuki. Namun kemudian
dia mengingat saat-saat yamada menidurinya, membuangnya seperti sampah dan
membalikkan kebenciannya pada yamada lagi.
“sedang apa kau di sini?”
“justru harusnya aku
yang bertanya, sedang apa wanita secantik dirimu duduk sendirian di sini? Bagaimana
jika nanti ada orang jahat yang menghampirimu?”
Kau adalah orang jahat itu yamada begitu pikir miyuki. “berarti
itu adalah takdir.”
“kau pasrah sekali”
“tidak, aku tak pernah
pasrah pada keadaan. Aku hanya percaya hal sekecil apapun yang terjadi, pasti
merupakan sebuah takdir dan terjadi atas sebuah alasan yang penting untukku.”
“sou ka. Jadi, siapakah
nama dari wanita cantik pengisi salah satu takdirku ini?” gombal yamada yang
kemudian mencium tangan kanan miyuki dengan halus.
“matsumoto sora”
jawabnya dengan senyum manis. “panggil saja sora”
“nama yang sangat
menggambarkan dirimu. Terdengar kuat dan tegar sekaligus indah.”
“terimakasih. Dan siapa
nama anda?”
“aku yamada ryosuke. Panggil
saja ryosuke.”
“senang bertemu dengan
anda ryosuke”
Yamada mengambil sebuah
shampange untuknya dan miyuki. Mereka duduk di pinggir kolam renang yang tak
ada siapapun.
“sepertinya tadi kau
belum menjawab pertanyaanku. Sedang apa kau sendirian di sini?”
“aku … hanya sedang
bosan dengan hiduupku.” Miyuki mulai berakting
“bosan?”
Miyuki mulai berakting
menangis. Yamada mengeluarkan sapu tangannya dan mengusap airmata gadis itu
pelan-pelan agar tak merusak make-up nya.
“wajahmu sangat cantik
ketika menangis, tetapi kau akan jauh lebih cantik lagi jika tersenym” miyuki
tersenyum namun sama sekali tak jatuh ke dalam rayuan yamada.”ceritakan apa
masalahmu. Mungkin aku memang tak bisa membantumu. Tapi setidaknya ebbanmu akan
sedikit hilang kan?”
“boleh aku meminjam bahu
mu?”
“un”
Yamada memeluk miyuki
hingga wajah miyuki tertutup oleh dada bidang yamada.”aku.. sebenarnya aku
dipaksa menikah dengan takaki.” Miyuki berbohong.
“ya, ayah dan ibuku sudah
mati dan aku hidup bersama paman yang sama sekali tak punya hubungan darah
denganku. Dia menyuruhku untuk menikah dengan takaki”
“nona, aku harap kau
bersabar” yamada berkata memasang wajah tulus.
“ya, kini terpaksa aku
harus menjalani hidupku dengannya. Aku sudah tak tahan. Berkali-kali aku
mencoba bunuh diri namun tak bisa. Aku terlalu pengecut dan takut.”
“bunuh diri bukanlah
satu-satunya cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah. Kau mau aku bicara
dengannya?”
“tidak !! jangan,
kumohon. Bila kau bicara dengannya, aku khawatir keluargaku akan terluka. Kumohon
jangan campuri urusanku. Aku tak mau ada oranglain yang terlibat.”
“baiklah jika itu memang
maumu.”
Miyuki menghapus airmata
buayanya yang jatuh kembali. yamada tersenyum melihatnya.
“sudah, jangan menangis
lagi.” Dia tersenyum
“un, terimakasih karena
telah meringankan sedikit bebanku.”
“sama-sama. Kapan-kapan
jika kau membutuhkan teman curhat, aku siap mendengarkanmu” yamada menawarkan
dengan ramah. Miyuki sangat senang karena yamada termakan umpannya.
“hontou? Tapi… kita kan
baru saja kenal? Aku merasa tak enak padamu.”
“daijobu. Aku sangat
senang bisa membantu wanita secantik dirimu” yamada mengeluarkan handphone nya”
nah, berapa nomor teleponmu.”
“ah biar aku saja yang
menyimpan nomormu” miyuki langsung bergerak cepat mengambil ponselnya dari tas
berwarna hitam juga. Dia mencatat satu per satu nomor yang yamada sebutkan.
“nah, sora-san. Aku masuk
ke dalam dulu. Melayani rekan bisnis ku yang sudah sangat rewel di sana.” Yamada
bangkit dari kursinya.
“sora…” seseorang
memanggil miyuki.
Ternyata yuya menemukan
mereka berdua. Miyuki kira yamada akan terlihat canggung ketika tahu yuya
memergoki mereka berdua sedang duduk bersama.
“konbanwa takaki-san.” Sapa
yamada ramah.
“ah konbanwa yamada. Genki
desu ka?”
“genki desu.”
“sora.. kenapa kau di
luar malam-malam begini?” yuya melepas jasnya dan memakaikannya pada miyuki. “udara
di luar sangat dingin”
“aku hanya mencari udara
segar.” Miyuki tersenyum pada yuya. Yamada memperhatikannya.
“ah takaki-san. Aku permisi
dulu. Ada orang yang sedang menunggu ku” yamada kemudian pergi ke dalam dan
melambaikan tangan pada miyuki. Miyuki membalasnya dan yuya memperhatikan
mereka berdua.
“aku ragu kau bisa
membalaskan dendammu. Jangan-jangan nanti kau malah jatuh cinta padanya?” Yuya berkata
pada miyuki setelah yamada tak terlihat lagi.
“huh, sudah ku bilang
kan bahwa aku sangat bertekad? Lagipula aku tak pernah percaya cinta. Yang aku
percaya hanyalah uang” miyuki mencium bibir yuya.
“jadi, apakah mala mini gua
kecilmu itu ingin kuperiksa untuk beberapa jam? Dan membuat adik kecilku ini
melayang masuk ke dalamnya?” yuya mencium bibir miyuki.
“yuya.. ini di tempat
umum, lepaskan” miyuki melepasnya dengan paksa.
“jangan lupa miyuki, aku
sudah memenuhi permintaanmu dan mulai sekarang kau lah milikku. Jangan layani
oranglain lagi selain aku. Semua kebutuhanmu akan aku penuhi.”
“ya, aku mengerti.”
“anak baik” yuya
tersenyum dan menarik tangan miyuki. Mereka masuk ke ruangan itu yang beberapa
orang di dalamnya sedang berdansa.
…………………………………………..
“huaaahhhh aku lelah
sekali” miyuki menghempaskan dirinya ke tempat tidur dan berbaring di samping
yuto yang terbangun karena suara miyuki.
“hoaahmmm kau sudah
pulang. Bagaimana pestanya?”
“yah, membosankan”
“lalu targetmu?”
“sudah kutemukan. Dan dia
memakan umpanku” lapor miyuki dengan senang hati. Ia membuka snaggulan rambutnya
dan menghapus make-up di wajahnya. Membuka dress dan kini hanya memakai bra dan
celana dalam.
“hontou?” yuto kembali
segar dan bangun dari tempat tidurnya. “kau pintar sekali miyuki.”
“hahaha” miyuki
mengambil piyamanya di lemari baju. Dia meloncat ke tempat tidur dan mutupi
wajahnya dengan bantal.
“ne, miyuki. Seharian ini
aku tak dapat pelanggan.”
“bernarkah? Sepertinya kau
sudah mulai tua yuto hihhii” miyuki meledek.
“jahat sekali. Entahlah mungkin
aku sudah tak laku ya? Atau service ku yang sudah kurang memuaskan?” yuta
merfikir memeluk gulingnya.
Miyuki mendekatinya dan
tertawa. “kalau begitu bagaimana jika aku mencoba tes service mu itu?” miyuki
duduk di atas yuto dan langsung membuka retsleting celananya.
“miyuki …” yuto sudah
terbiasa dengan nafsu seks miyuki yang di atas rata-rata.
“hahaha, aku sudah lama
tak bertemu dengan yuto junior ya.” Miyuki mengambil penis yuto dan
mengulumnya. Yuto sangat menikmatinya.
Miyuki menghentikan
kulumannya pada penis yuto.
“kenapa berhenti?”
“aku lelah..”
Yuto menarik tangan
miyuki dan menghempaskannya ke tempat tidur. “kau jahat hanya
setengah-setengah.”
“hahahaha”
Yuto membuka kancing
piyama miyuki mencium dada miyuki dengan lembut. Penisnya menegang lagi. Yuto dengan
cepat membuka seluruh baju miyuki. Karena tadi miyuki setengah-setengah yuto
kini membalasnya. Ia langsung membenamkan penisnya di kemaluan miyuki.
“yutoo, aku belum terangsang.
Tak enak rasanya.”
“masa bodoh. Siapa suruh
tadi kau jahat padaku.” Yuto tetap memasukan penisnya, menggoyang-giyangkannya
di dalam kemaluan miyuki yang hangat.
“ahh.. yuto …” miyuki
mulai menikmati gesekan penis yuto. Dia semakin cepat memainkan penisnya di
dalam kemaluan miyuki. Yuto yang jauh lebih tinggi dari miyuki mecium bibir
kecil miyuki melumatnya untuk membungkam desahan gadis mungil itu. mereka
melakukan permainan itu sampai jam 6 subuh.
Miyuki terbangun duluan
di samping tubuh yuto yang terkapar karena lelah.mengambil ponselnya di meja
samping ranjang.
“mosh mosh yamada-san
ini aku sora. Kau masih ingat? Bisa kita bertemu nanti siang?”
To be continued …..


No comments:
Post a Comment
your comment is precious to us :)