Title
: Truth
Categories
:
Multichapter
Genre
: Romance, fantacy
Rating
: NC-21. If you don’t like. Just don’t read. I warn you
Theme song
:
understand - Yui
Cast
: Inoo Kei
Yabu Kota
Takaki Yuya
Hikaru Yaotome
Arioka Daiki
Hamano Haruka (OC)
Disclaimer
:
all cast is not mine, the story is mine
Synopsis :
Mereka hidup seperti oranglain. Makan nasi dan lauknya, minum air,
sekolah, belajar, berkencan, bahkan melakukan seks seperti yang lain.namun ada
satu yang membedakan mereka dari makhluk di sekitarnya. Mereka haus akan darah manusia. Namun mereka, sampai saat ini,
masih menahan diri untuk tidak mengurangi populasi manusia yang semakin padat
di muka bumi ini. ya, mereka adalah para vampire. Yang saat ini keberadaannya
masih sangat dirahasiakan oleh beberapa manusia lain, dan hidup berbaur dengan
para manusia.
**********************************************************************************
“kau … apa yang ku lakukan?? Aku ..
aku .. mengeluarkan spermaku di dalam tubuhmu. Bagaimana jika kau … ha …mil
..??”
Inoo
terdiam begitupun dengan haruka. Inoo memasang wajah bingung dan terus menjauh
dari tubuh haruka. Lagi-lagi haruka tersenyum.
“ne,
inoo-chan. Apa kau tak menginkan sebuah keluarga normal?? Walaupun anakmu nanti
setengah vampire?” haruka mendekati inoo dengan cepat kemudian memeluknya. Inoo
terus berfikir dari kebimbangan hatinya. Terdiam dan mencerna setiap kata yang
haruka keluarka, dan kemudian membalas pelukan haruka.
“ya,
aku sangat menginginkannya. Aku merinduka sebuah keluarga haruka…”
Sejak hari itu inoo terus menerus
menengok haruka di apartemennya secara berkala setiap akhir pekan secara
diam-diam. Daiki yang mengetahui hal itu hanya bungkam, melihat roman picisan
yang dibuat oleh haruka. Sedikit lagi yuya dapat diraih olehnya. Hal ini terus
berlanjut hhingga minggu ke-3 sejak kejadian itu, sejak inoo mengetahui bahwa haruka mengandung janin
dari spermanya yang ia perkirakan akan menjadi seorang manusia setengah vampire.
“ohayoo
minna-san” haruka datang pagi-pagi ke rumah yuya yang belum mengetahui tentang
peristiwa itu. seluruh penghuni rumah itu termasuk yabu dan hikaru yang sedang
berkunjung kaget haruka datang secara tiba-tiba, begitupun juga inoo. Ia takut
yuya mengetahui tentang kejadian malam itu dan menyakiti haruka.
“mau
apa kau?” sapa yuya dengan galak
“ne,
yuya kau galak sekali. Aku hanya ingin menengokmu.” Haruka tersenyum dan
mendekati inoo. “dan menengok inoo-chan tentunya.” Tangan haruka mendekati pipi
inoo. Yuya langsung menangkisnya dengan cepat dan menggenggam tangan haruka
dengan keras sehingga ia kesakitan. Inoo melepaskan tangan yuya darinya dan membanting
tangan yuya.
“APA-APAAN
KAU?!!” yuya mulai marah jika inooo membela haruka.
“tidak
seharusnya kau bersikap kasar pada wanita jika kau memang laki-laki.”
“kau
ini!! selalu saja membelanya!!”
“dan
kau terus menyalahkannya tanpa alasan.”
Yuya
diam karena inoo mulai berani membentaknya. Ia menahan amarahnya pada imunnya
itu dan kemudian pergi dari ruang tamu. Inoo menghela nafas lega karena yuya
tak melakukan sesuatu. Ia melihat haruka dan memeriksa kondisinya. Takut jika
terjadi sesuatu pada ia dan bayinya. Yabu yang melihat hal itu dan tidak tahu
apa yang sebenarnya terjadi merasa aneh dengan sikap inoo akhir-akhir ini.
selalu pergi setiap akhir pekan dan kadang menolak jika ia mengajak inoo untuk bercinta. Yah, hati kecil yabu memang
sangat merindukan inoo dan darahnya.
Yabu
sangat penasaran dan mendekati inoo. Memegang tangannya dan diam-diam memeriksa
ingatannya. Haruka yang sadar akan hal itu memasang perisai pelindung pada inoo
agar yabu tak bisa memeriksanya. Yabu tahu, dan hendak marah pada haruka tetapi
hikaru menarik tangannya.
“inoo-sama
sebaiknya haruka-sama istirahat di kamar. Pasti perjalanan tadi sangat
melelahkan.” Hikaru mempersilahkan haruka dan mengambil beberapa kopernya
emnuju kamar tamu. Daiki datang ke ruangan itu.
“inoo-sama,
kota-sama, yuya-sama memanggil kalian di kamarnya.”
“untuk
apa? tadi dia kesal padaku kan?” inoo menjawab ketus.
“sudah,
turuti saja” yabu menarik tangan inoo paksa menuju kamar yuya.
…………………………………………………
“inoo,
jangan dekat-dekat dengan haruka. Dia berbahaya.” Yuya langsung pada inti
pembicaraan.
“kenapa?
dia kan sepupu kalian. Kenapa kalian memusuhinya? Lagipula dia gadis yang
sangat baik.”
“kau
tak tahu, dia memang sepupu kami. Tapi sifatnya yang jelek itu membuat kami
waspada” yabu membela yuya.
“tetapi
waspada kalian itu terlalu jahat. Setidaknya biarkan dia main dengan kalian. Mungkin
dia sangat kesepian karena dari kecil tak ada ayah dan ibu yang
memperhatikannya seperti kalian.”
“inoo,
kau … apa kau suka pada haruka?” yuya curiga mendekati wajah inoo.
“eh?
Eh? Bukan begitu.. hanya saja, kadang aku kasihan melihatnya”
Jangan-jangan inoo memang jatuh
cinta pada haruka? Pikir yuya.
“ne,
minna. Ada yang ingin aku tanyakan pada kalian.” Inoo mengalihkan pembicaraan.
“apa?”
yabu menjawab singkat.
“apa
… seorang vampire hamil selama Sembilan bulan juga? Dan bagaimana cara kalian
dilahirkan …??”
…………………………………………………
“ne,
daiki. Sebaiknya kau hentikan rencanamu dengan haruka-sama. Kita hanya pelayan
mereka dan tak lebih.” Hikaru yang tahu tentang hal ini berbicara pada daiki
yang sedang duduk di kamarnya.
“aku
tak bisa hikaru. Aku terlalu mencintai yuya-sama” jawab daiki singkat
“jika
kau mencintainya, harusnya kau bahagia jika dia bahagia. Asalkan kau selalu ada
di dekatnya, itu tak jadi masalah kan?”
“kau
tak mengerti hikaru !!” nada bicara daiki mulai naik. “ kau tak mengerti karena
kota-sama dapat membalas perasaanmu. Kau tak mengerti perasaan seseorang yang
terus menunggu ratusan tahun untuk seseorang yang dia cintai membuka hatinya
dan kini, malah harus melayani dia dengan oranglain yang tiba-tiba masuk ke
kehidupan kami. Apa itu adil? Aku … aku sama sekali tak punya kenangan apapun
tentang masa kecilku, yang aku punya … hanya … ingatan bersama yuya-sama. Ya,
hanya itu.”
“tapi
tak berarti kau harus mengekang kebahagiaan dia”
“aku
tak mengkangnya !!! aku hanya … menginginkan yuya-sama yang lama kembali. Yuya-sama
yang tiap pagi jika aku tak ke kamarnya, pasti dia akan diam-diam ke kamarku
dan membangunkanku. Berbeda denganmu yang sampai detik ini kota-sama masih
membalas rasa cintamu.”
“huh,
kau pikir begitu?” hikaru mulai kesal. “kau tak tahu? Aku sudah dua minggu lebih
tak tidur dengan kota-sama. Sepertinya karena ia merasa bersalah pada inoo
beberapa minggu yang lalu saat ia membentak inoo dan inoo tak mau lagi
mendekati kota-sama. Anak itu ….”
“kau
mengerti kan sekarang?” daiki berharap pada hikaru untuk memaklumi tindakannya.
“tetapi
caramu salah!! Kau tahu haruka-sama orang yang berbahaya kan? bagaimana jika
ketahuan dan yuya-sama selamanya membencimu dan …”
“aku
akan mati” daiki tertunduk. “ jika yuya-sama membenciku, tak ada lagi yang aku
harus perjuangkan untuk hidup” daiki menangis sambil tersenyum.
“daiki
….”
……………………………………………………………..
“apa
… seorang vampire hamil selama Sembilan bulan juga? Dan bagaimana cara kalian
dilahirkan …??”
Yuya
dan yabu saling menengok, terlihat mereka menahan nafas, memegangi perut mereka
dan kemudian tertawa lepas berdua, menertawakan pertanyaan inoo.
“kenapa
kalian tertawa?!!” inoo kesal merasa dirinya dipermalukan.
“inoo,
kau ini lucu sekali.” Yuya berkata dalam tawanya. Perutnya terasa sakit Karena
tertawa geli.
“seorang
vampire tak semudah itu hamil inoo” yabu melanjutkan menjawab pertanyaan inoo.
“apa
maksudmu??”
“yah,
tidak seperti manusia. Umur kami bisa mencapai ratusan bahkan ribuan tahun dan
proses bereproduksinya pun juga tak seperti manusia.”
“eh?
Jadi bagaimana caranya?”
“yah,
kau harus melakukan ritual suatu upacara kecil saat seorang vampire memutuskan
untuk mempunya anak, kemudian proses menunggu kehamilannya adalah kurang lebih
8 tahun. Setelah itu, percaya atau tidak, kami tak lahir dari sperma ayah kami.”
Yuya menambahkan.
“APA?!!”
“yah,
kami lahir dari darah dalam tubuh ayah kami yang telah lulus ritual yang
kemudian lewat gigitan taringnya masuk ke tubuh ibu kami. Setelah itu, darah
yang disalurkan akan menyatu dengan darah ibu kami. Maka jadilah jiwa vampire yang
akan menetap di tubuh ibu kami. Kami menumpang tubuh ibu kami selama kurang
lebih delapa tahun dan setelah delapan tahun, rahim ibu kami akan menghasilkan
tempat untuk janin vampire itu dan jiwa kami tak lagi menumpang di tubuh ibu
kemudian berubah menjadi bayi vampire dalam rahim itu lalu setelah sembilang
bulan di rahimnya, maka lahirlah.” yabu menjelaskan
“hontou?
Apa bisa manusia menghamili seorang vampire?”
“tentu
saja tidak!! Sebab manusia sekalipun imun, tak bisa menghamili vampire tuannya
karena berbeda dunia. Tak seperti film-film yang kau tonton, di dunia kami tak
ada yang namanya setengah vampire. Itu Cuma rekaan yang dibuat oleh manusia.”
“HEEE.
Jadi… haruka tidak mengandung anakku??!!” inoo keceplosan berbicara karena
kaget, merasa ditipu oleh haruka yuya yang mendengar hal itu langsung diam dan
menengok inoo, menatap matanya yang ketakutan kemudian pergi keluar kamarnya. Yabu
tahu kemana tujuan yuya.
Yabu
mengela nafas melihat kelakuan inoo.
“apa
kau melakukannya dengan haruka?” Tanya
yabu dengan suara datar.
Inoo
terdiam hening. Yabu mendekati inoo dan memegang tubuhnya. Inoo tersentak,
memandang mata yabu. “jawab dengan jujur inoo.” Tanya yabu sekali lagi.
“ya…
aku …aku melakukannya, saat itu aku sedang mabuk.. dan … dan haruka
mengingatkanku pada pacarku yang telah lama mati.”
“inoo
…. Kenapa tak bilang dari awal !!? Bisa gawat
!!”
“kenapa?!!”
“haruka
bisa mati di tangan yuya. Sebaiknya kita menyusul……..” yabu hendak menarik
tangan ino. Tiba-tiba ia tersadar akan sesuatu.
“ada
apa yabu?”
“matamu
… hawa imunmu perlahan menipis..” yabu menarik tubuh inoo dan memeriksa
matanya. Ia memegangi kepala inoo, dan mencari nadi inoo di tangannya.
“kenapa
sih yabu??”
“seralina
… banyak sekali dosisnya dalam tubuhmu…”
“apa
maksudmu??”
“kau
terkena racun sangat banyak inoo.”
“eh??
Racun?? Tapi aku sama sekali tak merasa sakit” inoo semakin bingung
“inoo,
apa haruka memberikanmu sesuatu?” yabu mulai curiga pada sepupunya.
“tidak,
hanya saja ia sering sekali memasakkan makanan kesukaanku untukku saat aku
berkunjung ke apartemennya” inoo menutup mulutnya karena ia keceplosan lagi
“apa???
jadi selama ini kau ke rumahnya terus? Bukankah daiki terus mengikutimu saat ia
keluar?? Jadi selama ini cara seperti ini yang haruka pakai untuk
mengendalikanmu perlahan-lahan?”
Yabu
segera menarik tangan inoo keluar. “kita harus memberitahu yuya. Haruka bisa
mati di tangan yuya…”
Inoo
semakin takut dengan pernyataan yang diulangi yabu itu.
………………………………
Yuya
berlari ke kamar haruka. Mendobrak pintu kamarnya. Haruka yang baru selesai
mandi dengan rambut yang basah langsung dipojokkan oleh yuya.
“itee…
yuya ..” haruka berusaha melepaskan diri darinya.
“suah
kubilang untuk tidak mendekati dan menyentuh inoo!! Apa kau tuli , hah!! Untuk apa
kau menipunya dengan berpura-pura hamil dan mengandung anaknya!!”
Haruka
sama sekali tak kaget yuya tau hal itu. dia diam dan mencari seribu rangkaian
kata yang akan dikeluarkannya.
“yah,
aku kan hanya mengalihkan inoo agar ia tak berselingkuh.” Haruka menjawab
dengan sangat enteng.
“apa
maksudmu?”
“apa
kau tak tahu? Kasihan sekali …”
“jangan
banyak alasan … aku sudah tak tahan dengan kelakuanmu. Aku akan membawamu ke
tempat kakek agar kau di hukum!!..” yuya menyeret haruka dengan kasar
“yabu
!! apa kau tak tahu inoo berselingkuh dengannya!!” haruka berteriak agar yuya
menghentikan seretannya.
“apa…”
“ya,
inoo mencintai yabu dan juga sebaliknya. Mereka bermain di belakangmu yuya.”
“aku
sudah tak percaya pada ucapan busukmu itu”
Haruka
mengambil sebuah handycam di tasnya dan memperlihatkan adegan yang direkam
daiki saat inoo meminta yabu mengajarinya pelajaran dengan manja, dan inoo
sempat ingin mencium bibir yabu. adegan itu berenti disitu. Yuya mengepalkan
kedua tangannya. haruka terlihat sangat senang.
“bagaimana
… yuya …? “
Yabu
dan inoo datang ke kamar haruka dengan cepat. Yuya memandangi mereka dan
memperhatikan gandengan tangan mereka. Yabu heran dengan ekspresi yuya yang
terdiam.
“ada
apa… nii-chan??”
To be continued …


apa yang terjadi
ReplyDeletelanjuttttttttttttttttttttttttt
yuya jangan siksa yabu yak
TT^TT
lanjut lanjut XD
ReplyDelete0.0 yabai!!
ReplyDelete