Pages

TRUTH part 12





Title                             : Truth
Categories                   : Multichapter
Genre                          : Romance, fantacy
Rating                         : NC-21. If you don’t like. Just don’t read.  I warn you
Theme song                 : understand - Yui
Cast                             : Inoo Kei
Yabu Kota
Takaki Yuya
Hikaru Yaotome
Arioka Daiki
Hamano Haruka (OC)
Disclaimer                   : all cast is not mine, the story is mine
Synopsis                      :
Mereka hidup seperti oranglain. Makan nasi dan lauknya, minum air, sekolah, belajar, berkencan, bahkan melakukan seks seperti yang lain.namun ada satu yang membedakan mereka dari makhluk di sekitarnya. Mereka haus akan darah manusia. Namun mereka, sampai saat ini, masih menahan diri untuk tidak mengurangi populasi manusia yang semakin padat di muka bumi ini. ya, mereka adalah para vampire. Yang saat ini keberadaannya masih sangat dirahasiakan oleh beberapa manusia lain, dan hidup berbaur dengan para manusia.

**********************************************************************************
            “kau … apa yang ku lakukan?? Aku .. aku .. mengeluarkan spermaku di dalam tubuhmu. Bagaimana jika kau … ha …mil ..??”
Inoo terdiam begitupun dengan haruka. Inoo memasang wajah bingung dan terus menjauh dari tubuh haruka. Lagi-lagi haruka tersenyum.
“ne, inoo-chan. Apa kau tak menginkan sebuah keluarga normal?? Walaupun anakmu nanti setengah vampire?” haruka mendekati inoo dengan cepat kemudian memeluknya. Inoo terus berfikir dari kebimbangan hatinya. Terdiam dan mencerna setiap kata yang haruka keluarka, dan kemudian membalas pelukan haruka.
“ya, aku sangat menginginkannya. Aku merinduka sebuah keluarga haruka…”
            Sejak hari itu inoo terus menerus menengok haruka di apartemennya secara berkala setiap akhir pekan secara diam-diam. Daiki yang mengetahui hal itu hanya bungkam, melihat roman picisan yang dibuat oleh haruka. Sedikit lagi yuya dapat diraih olehnya. Hal ini terus berlanjut hhingga minggu ke-3 sejak kejadian itu, sejak inoo mengetahui bahwa haruka mengandung janin dari spermanya yang ia perkirakan akan menjadi seorang manusia setengah vampire.
“ohayoo minna-san” haruka datang pagi-pagi ke rumah yuya yang belum mengetahui tentang peristiwa itu. seluruh penghuni rumah itu termasuk yabu dan hikaru yang sedang berkunjung kaget haruka datang secara tiba-tiba, begitupun juga inoo. Ia takut yuya mengetahui tentang kejadian malam itu dan menyakiti haruka.
“mau apa kau?” sapa yuya dengan galak
“ne, yuya kau galak sekali. Aku hanya ingin menengokmu.” Haruka tersenyum dan mendekati inoo. “dan menengok inoo-chan tentunya.” Tangan haruka mendekati pipi inoo. Yuya langsung menangkisnya dengan cepat dan menggenggam tangan haruka dengan keras sehingga ia kesakitan. Inoo melepaskan tangan yuya darinya dan membanting tangan yuya.
“APA-APAAN KAU?!!” yuya mulai marah jika inooo membela haruka.
“tidak seharusnya kau bersikap kasar pada wanita jika kau memang laki-laki.”
“kau ini!! selalu saja membelanya!!”
“dan kau terus menyalahkannya tanpa alasan.”
Yuya diam karena inoo mulai berani membentaknya. Ia menahan amarahnya pada imunnya itu dan kemudian pergi dari ruang tamu. Inoo menghela nafas lega karena yuya tak melakukan sesuatu. Ia melihat haruka dan memeriksa kondisinya. Takut jika terjadi sesuatu pada ia dan bayinya. Yabu yang melihat hal itu dan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi merasa aneh dengan sikap inoo akhir-akhir ini. selalu pergi setiap akhir pekan dan kadang menolak jika ia mengajak inoo untuk bercinta. Yah, hati kecil yabu memang sangat merindukan inoo dan darahnya.
Yabu sangat penasaran dan mendekati inoo. Memegang tangannya dan diam-diam memeriksa ingatannya. Haruka yang sadar akan hal itu memasang perisai pelindung pada inoo agar yabu tak bisa memeriksanya. Yabu tahu, dan hendak marah pada haruka tetapi hikaru menarik tangannya.
“inoo-sama sebaiknya haruka-sama istirahat di kamar. Pasti perjalanan tadi sangat melelahkan.” Hikaru mempersilahkan haruka dan mengambil beberapa kopernya emnuju kamar tamu. Daiki datang ke ruangan itu.
“inoo-sama, kota-sama, yuya-sama memanggil kalian di kamarnya.”
“untuk apa? tadi dia kesal padaku kan?” inoo menjawab ketus.
“sudah, turuti saja” yabu menarik tangan inoo paksa menuju kamar yuya.
…………………………………………………
“inoo, jangan dekat-dekat dengan haruka. Dia berbahaya.” Yuya langsung pada inti pembicaraan.
“kenapa? dia kan sepupu kalian. Kenapa kalian memusuhinya? Lagipula dia gadis yang sangat baik.”
“kau tak tahu, dia memang sepupu kami. Tapi sifatnya yang jelek itu membuat kami waspada” yabu membela yuya.
“tetapi waspada kalian itu terlalu jahat. Setidaknya biarkan dia main dengan kalian. Mungkin dia sangat kesepian karena dari kecil tak ada ayah dan ibu yang memperhatikannya seperti kalian.”
“inoo, kau … apa kau suka pada haruka?” yuya curiga mendekati wajah inoo.
“eh? Eh? Bukan begitu.. hanya saja, kadang aku kasihan melihatnya”
Jangan-jangan inoo memang jatuh cinta pada haruka? Pikir yuya.
“ne, minna. Ada yang ingin aku tanyakan pada kalian.” Inoo mengalihkan pembicaraan.
“apa?” yabu menjawab singkat.
“apa … seorang vampire hamil selama Sembilan bulan juga? Dan bagaimana cara kalian dilahirkan …??”
…………………………………………………
“ne, daiki. Sebaiknya kau hentikan rencanamu dengan haruka-sama. Kita hanya pelayan mereka dan tak lebih.” Hikaru yang tahu tentang hal ini berbicara pada daiki yang sedang duduk di kamarnya.
“aku tak bisa hikaru. Aku terlalu mencintai yuya-sama” jawab daiki singkat
“jika kau mencintainya, harusnya kau bahagia jika dia bahagia. Asalkan kau selalu ada di dekatnya, itu tak jadi masalah kan?”
“kau tak mengerti hikaru !!” nada bicara daiki mulai naik. “ kau tak mengerti karena kota-sama dapat membalas perasaanmu. Kau tak mengerti perasaan seseorang yang terus menunggu ratusan tahun untuk seseorang yang dia cintai membuka hatinya dan kini, malah harus melayani dia dengan oranglain yang tiba-tiba masuk ke kehidupan kami. Apa itu adil? Aku … aku sama sekali tak punya kenangan apapun tentang masa kecilku, yang aku punya … hanya … ingatan bersama yuya-sama. Ya, hanya itu.”
“tapi tak berarti kau harus mengekang kebahagiaan dia”
“aku tak mengkangnya !!! aku hanya … menginginkan yuya-sama yang lama kembali. Yuya-sama yang tiap pagi jika aku tak ke kamarnya, pasti dia akan diam-diam ke kamarku dan membangunkanku. Berbeda denganmu yang sampai detik ini kota-sama masih membalas rasa cintamu.”
“huh, kau pikir begitu?” hikaru mulai kesal. “kau tak tahu? Aku sudah dua minggu lebih tak tidur dengan kota-sama. Sepertinya karena ia merasa bersalah pada inoo beberapa minggu yang lalu saat ia membentak inoo dan inoo tak mau lagi mendekati kota-sama. Anak itu ….”
“kau mengerti kan sekarang?” daiki berharap pada hikaru untuk memaklumi tindakannya.
“tetapi caramu salah!! Kau tahu haruka-sama orang yang berbahaya kan? bagaimana jika ketahuan dan yuya-sama selamanya membencimu dan …”
“aku akan mati” daiki tertunduk. “ jika yuya-sama membenciku, tak ada lagi yang aku harus perjuangkan untuk hidup” daiki menangis sambil tersenyum.
“daiki ….”
……………………………………………………………..
“apa … seorang vampire hamil selama Sembilan bulan juga? Dan bagaimana cara kalian dilahirkan …??”
Yuya dan yabu saling menengok, terlihat mereka menahan nafas, memegangi perut mereka dan kemudian tertawa lepas berdua, menertawakan pertanyaan inoo.
“kenapa kalian tertawa?!!” inoo kesal merasa dirinya dipermalukan.
“inoo, kau ini lucu sekali.” Yuya berkata dalam tawanya. Perutnya terasa sakit Karena tertawa geli.
“seorang vampire tak semudah itu hamil inoo” yabu melanjutkan menjawab pertanyaan inoo.
“apa maksudmu??”
“yah, tidak seperti manusia. Umur kami bisa mencapai ratusan bahkan ribuan tahun dan proses bereproduksinya pun juga tak seperti manusia.”
“eh? Jadi bagaimana caranya?”
“yah, kau harus melakukan ritual suatu upacara kecil saat seorang vampire memutuskan untuk mempunya anak, kemudian proses menunggu kehamilannya adalah kurang lebih 8 tahun. Setelah itu, percaya atau tidak, kami tak lahir dari sperma ayah kami.” Yuya menambahkan.
“APA?!!”
“yah, kami lahir dari darah dalam tubuh ayah kami yang telah lulus ritual yang kemudian lewat gigitan taringnya masuk ke tubuh ibu kami. Setelah itu, darah yang disalurkan akan menyatu dengan darah ibu kami. Maka jadilah jiwa vampire yang akan menetap di tubuh ibu kami. Kami menumpang tubuh ibu kami selama kurang lebih delapa tahun dan setelah delapan tahun, rahim ibu kami akan menghasilkan tempat untuk janin vampire itu dan jiwa kami tak lagi menumpang di tubuh ibu kemudian berubah menjadi bayi vampire dalam rahim itu lalu setelah sembilang bulan di rahimnya, maka lahirlah.” yabu menjelaskan
“hontou? Apa bisa manusia menghamili seorang vampire?”
“tentu saja tidak!! Sebab manusia sekalipun imun, tak bisa menghamili vampire tuannya karena berbeda dunia. Tak seperti film-film yang kau tonton, di dunia kami tak ada yang namanya setengah vampire. Itu Cuma rekaan yang dibuat oleh manusia.”
“HEEE. Jadi… haruka tidak mengandung anakku??!!” inoo keceplosan berbicara karena kaget, merasa ditipu oleh haruka yuya yang mendengar hal itu langsung diam dan menengok inoo, menatap matanya yang ketakutan kemudian pergi keluar kamarnya. Yabu tahu kemana tujuan yuya.
Yabu mengela nafas melihat kelakuan inoo.
“apa kau melakukannya dengan haruka?” Tanya yabu dengan suara datar.
Inoo terdiam hening. Yabu mendekati inoo dan memegang tubuhnya. Inoo tersentak, memandang mata yabu. “jawab dengan jujur inoo.” Tanya yabu sekali lagi.
“ya… aku …aku melakukannya, saat itu aku sedang mabuk.. dan … dan haruka mengingatkanku pada pacarku yang telah lama mati.”
“inoo ….  Kenapa tak bilang dari awal !!? Bisa gawat !!”
“kenapa?!!”
“haruka bisa mati di tangan yuya. Sebaiknya kita menyusul……..” yabu hendak menarik tangan ino. Tiba-tiba ia tersadar akan sesuatu.
“ada apa yabu?”
“matamu … hawa imunmu perlahan menipis..” yabu menarik tubuh inoo dan memeriksa matanya. Ia memegangi kepala inoo, dan mencari nadi inoo di tangannya.
“kenapa sih yabu??”
“seralina …   banyak sekali dosisnya dalam tubuhmu…”
“apa maksudmu??”
“kau terkena racun sangat banyak inoo.”
“eh?? Racun?? Tapi aku sama sekali tak merasa sakit” inoo semakin bingung
“inoo, apa haruka memberikanmu sesuatu?” yabu mulai curiga pada sepupunya.
“tidak, hanya saja ia sering sekali memasakkan makanan kesukaanku untukku saat aku berkunjung ke apartemennya” inoo menutup mulutnya karena ia keceplosan lagi
“apa??? jadi selama ini kau ke rumahnya terus? Bukankah daiki terus mengikutimu saat ia keluar?? Jadi selama ini cara seperti ini yang haruka pakai untuk mengendalikanmu perlahan-lahan?”
Yabu segera menarik tangan inoo keluar. “kita harus memberitahu yuya. Haruka bisa mati di tangan yuya…”
Inoo semakin takut dengan pernyataan yang diulangi yabu itu.
………………………………
Yuya berlari ke kamar haruka. Mendobrak pintu kamarnya. Haruka yang baru selesai mandi dengan rambut yang basah langsung dipojokkan oleh yuya.
“itee… yuya ..” haruka berusaha melepaskan diri darinya.
“suah kubilang untuk tidak mendekati dan menyentuh inoo!! Apa kau tuli , hah!! Untuk apa kau menipunya dengan berpura-pura hamil dan mengandung anaknya!!”
Haruka sama sekali tak kaget yuya tau hal itu. dia diam dan mencari seribu rangkaian kata yang akan dikeluarkannya.
“yah, aku kan hanya mengalihkan inoo agar ia tak berselingkuh.” Haruka menjawab dengan sangat enteng.
“apa maksudmu?”
“apa kau tak tahu? Kasihan sekali …”
“jangan banyak alasan … aku sudah tak tahan dengan kelakuanmu. Aku akan membawamu ke tempat kakek agar kau di hukum!!..” yuya menyeret haruka dengan kasar
“yabu !! apa kau tak tahu inoo berselingkuh dengannya!!” haruka berteriak agar yuya menghentikan seretannya.
“apa…”
“ya, inoo mencintai yabu dan juga sebaliknya. Mereka bermain di belakangmu yuya.”
“aku sudah tak percaya pada ucapan busukmu itu”
Haruka mengambil sebuah handycam di tasnya dan memperlihatkan adegan yang direkam daiki saat inoo meminta yabu mengajarinya pelajaran dengan manja, dan inoo sempat ingin mencium bibir yabu. adegan itu berenti disitu. Yuya mengepalkan kedua tangannya. haruka terlihat sangat senang.
“bagaimana … yuya …? “
Yabu dan inoo datang ke kamar haruka dengan cepat. Yuya memandangi mereka dan memperhatikan gandengan tangan mereka. Yabu heran dengan ekspresi yuya yang terdiam.
“ada apa… nii-chan??”
To be continued …

3 comments:

your comment is precious to us :)