Title : Where
my heart belongs
Author : Emma Natalia
“Hidup selalu penuh dengan pilihan! Jika itu pilihanmu,
jangan pernah menyesalinya!”
Kalimat itu selalu terlontar dari mulut ayah yang
mempengaruhiku hingga aku menjadi seperti sekarang ini. Dan aku memilih jalan
ini. Menjadi seorang detektif dan meninggalkan mereka. Cukup sulit menjalaninya, tapi jangan pernah
menyesalinya! Selalu ku semangati diriku dalam setiap kelelahan. Tak terasa sudah 4 tahun kujalani kehidupan
baru, dan mendapat keluarga baru. Nakajima Yuto, Okamoto Keito, dan Yamada
Ryosuke adalah saudara yang kumiliki sekarang. Dan Nanami-san adalah orangtua
tunggalku. Aku bersyukur memiliki mereka yang selalu bersama-sama denganku. dan
aku bias merasakan kehangatan sebuah keluarga bersama mereka. Kalian adalah
hartaku..
****
Akhirnya kami mendapat misi baru dari Nanami-san. Dan
misinya adalah menjaga dua arkeolog muda, Marimoto-san dan Chinen-san yang telah
menemukan PERMATA EMPHASISS yang melegenda itu.
Awalnya, aku merasa heran mengapa mereka ingin
menjualnya. Tetapi, aku teringat dengan cerita ayahku sewaktu kecil..
20
tahun yang lalu….
“Ayah, apakah benar
permata emphasis situ sangat indah?” tanyaku pada ayahku karena merasa
penasaran dengan buku yang baru saja kubaca.
“Ah, ternyata kau
sudah membacanya Takaki. Sini, dekat dengan ayah..” jawab ayahku dan aku
langsung duduk dalam pangkuannya
“Takaki, permata
Emphasis itu adalah permata terindah sedunia, dan bisa membuatmu kaya raya. Ada
satu legenda mengatakan bahwa, orang yang memiliki permata emphasiss tidak akan
pernah bahagia. Ayah tak tahu bagaimana cerita legenda itu. Tapi yang ayah
tahu, keindahannnya bisa membuat orang buta dan mendatangkan malapetaka.” kata
ayahku sambil mengelus rambutku
“Benarkah ayah?
Mengapa kita tidak akan bahagia? Mengapa orang menjadi buta? Bukankah kita
menjadi kaya?” tanyaku polos karena ketidak tahuanku.
“Begini nak.
Kebahagiaan tidak bisa di beli dengan harta. Mungkin, maksudmu, kita bahagia
sementara. Ahh, (tersenyum) yang ayah maksud ‘Orang menjadi buta’ karena orang
akan semakin rakus dan berlomba-lomba mencarinya tanpa memikirkan orang lain.
Manusia tidak akan pernah puas dengan keadannya takaki. Dan semuanya adalah
keegoisan belaka. Bukankah keegoisan itu jelek, takaki?” Tanya ayahku balik
dengan senyuman
“Ahh..ya.. aku
mengerti ayah.. orang tidak akan bahagia jika memilikinya.. (menatap mata ayah)
ya ayah, egois itu penghancur..” jawabku dengan senyum
“baguslah…” kata
ayahku dan langsung mencium keningku membuatku nyaman dan hangat.
Tiba..tiba..
terdengar suara perempuan yang sangat ku kenal memanggil namaku dari halaman
luar..
“Yuya! Yuya! Main
yuk” katanya dengan suara yang halus yang membangunkanku dari pangkuan ayah dan
bergegas untuk keluar..
“Tunggu aku,
Natsumi-chan!” teriakku pada perempuan tadi
Dengan memikirkan
apa yang ayah katakan padaku, aku berjalan menuju halaman luar. Sebelum
menginjakkan kaki kananku ke luar pintu aku membalikkan badanku, dan tersenyum
lebar pada ayahku.
“Awalnya aku ingin
mencarinya ayah. Tapi, setelah ayah mengatakan demikian. Aku tak akan
mencarinya. Kebahagiaanku adalah kalian! Aku mencintaimu ayah!” kataku
bersemangat dan langsung menemui Natsumi-chan yang menungguku.
-----
“Mengapa dilelang? Bukankah itu bias menjadikan mereka
orang terkaya didunia?” Tanya yuto keheranan yang membuatku bangun dari
lamunanku.
“Apakah kau tidak pernah mendengar legenda itu?” sambung
keito, sementara aku menggigit pockyku melihat mereka berdua.
“Legenda? Legenda apa” jawab yuto dan membuatku hamper
tersedak. Aku pun langsung menghabiskan tangkai terakhir dan menghampirinya.
“Dasar Bodoh!” kataku padanya dan memukul pelan
kepalanya.
“menurut legenda, orang yang memiliki dan menyimpan terus
permata itu tidak akan pernah bahagia” sambungku dan langsung mengambil kursi
dan duduk di sebelah yamada.
“haha.. legenda macam apa itu?” jawab keito dengan tertawa
geli mendengarnya.
“Yuto, kita tidak boleh meremehkan sedikitpun sejarah”
sahut Yamada dengan serius dan langsung membuka laptopnya dan membaca informasi
untuk misi kali ini. Dan yuto pun meminta maaf.
“Pelelangannya lusa besok?” Tanya yamada pada nanami-san
dengan serius
Dan aku agak terkejut mendengar perkataan nanami-san
bahwa kita yang akan menyelenggarakan acara tersebut. Seperti event organizer
saja, tapi, sudahlah.. ini adalah misi..
“maksudmu kami harus menangkap bayangan itu?” kataku pada
nanami-san
“apa kau takut,takaki?” katanya yang membuatku semakin
bersemangat dengan misi kali ini.
“haha! Ini malah membuatku bersemangat!” jawabku
tersenyum.
“Bagaimana kalau kita menyelenggarakan acara ini diatas
kapal pesiar? Bukankah itu akan memudahkan kita dalam hal penjagaan dan
pendataan? Kalau dihotel ataupun restoran, akan memudahkan mereka melarikan
diri.” yamada yang sedari tadi diam, tiba-tiba mengusulkan ide hebat itu dalam
beberapa detik. Memang, yamadalah yang memiliki otak paling cerdas dibanding
dengan kami bertiga. Dan aku mengakui itu. Dan ide kali ini, perfecto. Dan disetujui oleh nanami-san.
“Yamada, kau menjadi ketua dalam misi kali ini.” Kata
nanami-san yang mengagetkan kami berempat
“aku masih ada misi lain yang harus kuselesaikan..” kata
nanami-san dan langsung memberikan tugas masing-masing, dan aku mendapat tugas
mencari perangkap dan perlengkapan. Dan itulah keahlianku.
“Yoshaaa! Kita bisa menjalankan misi dan berlibur!” sahut
keito tiba-tiba dengan muka yang berseri yang membuatku ingin tertawa melihat
wajahnya
“ingat keito, kita dalam misi. Bukan untuk berlibur”
kataku padanya membuat wajahnya berubah menjadi datar kembali. Dan itu cukup
menghibur, melihat wajahnya yang berubah.
****
Akhirnya! Aku bisa menghirup udara lautan saat summer. Sudah lama aku tidak menikmati
ini. Dan setibanya aku dikapal yang dipesan oleh Yuto, aku sungguh terpesona! 3
hari 2 malam, dikapal semewah ini? SUGOIIII! Aku harus secepatnya memasang
semua perangkap dan peralatan lainnya. Pekerjaan ini akan cukup melelahkan. Dan
sekali lagi aku mengambil nafas dalam-dalam dan menghirup udara segar ini. Aku
pun memulai pekerjaan ini.
**** saat malam tiba…
“Huaaah!!! Sugooooi!!! Kapal yang mewah! Ternyata, saat
malam terlihat lebih indah! Aku akan mendapatkan permata itu!” kataku dengan
suara besar, untuk mendalami karakterku sebagai seorang tamu.
Ketika aku tersadar, ternyata yuto dan keito telah pergi
memasuki hall, meninggalkanku disini.
“sial!” pikirku dan aku langsung bergegas masuk.
Setibanya aku didalam, aku langsung mencari tempat duduk
yang aman, yaitu sebelah kanan tengah. Tetapi, saat aku mencoba duduk, hidungku
mencium aroma yang membuat perutku berteriak.
“Berikan kami makanan! Berikan kami itu!” teriak perutku
yang membuatku tak tahan, dan memanggil pelayan yang menyuguhi makanan di
depanku dan langsung meminta seporsi besar yang cukup menenangkan perutku.
Sementara aku menikmati makanan yang disuguhi, aku
mendengar keributan. Dan aku pun menoleh dengan masih menyantap kerang favoriteku.
Aku tersontak kaget dan hampir tersedak mendengar pernyataan perempuan itu yang
menurut penilaianku cukup memalukan untuk diucapkan oleh seorang perempuan yang
bisa dikatakan terhormat. Dan tiba-tiba kulihat seorang laki-laki berambut
coklat dan berpostur tinggi menolong pelayan tadi dengan tindakan yang cukup
gentle. Dan aku pun langsung mengambil data mereka berdua. Tetapi, data yang
kudapat dari laki-laki tadi, hanya sedikit. Apa yang terjadi? Apakah alat ini
tidak secanggih seperti yang dikatakan professor tadi, atau orang ini?
Yoshizawa Toru, itulah namanya. Dan dia salah satu yang aku masukkan dalam
list, karena mencurigakan.
Lima menit berlalu, dan aku hanya menyaksikan kejadian
tadi, hingga wanita itu kembali terdiam dan duduk. Sungguh menggelikan dan
cukup membuat perutku sakit. Aku pun langsung beranjak dari tempat duduk untuk
menghirup udara segar, dan membuat keadaan perutku kembali nyaman. Setibanya
diluar aku melihat dua orang yang terlihat mesra berbicara. Daripada mengganggu
dua orang itu, aku langsung pergi ke ujung satunya, dekat dengan dinding hall
bagian kanan. Tapi, memikirkan dua orang tadi yang berbicara dengan hawa
kemesraan yang tercium, membuatku teringat dengan seseorang yang pernah
membuatku merasakan arti cinta sejati. Mungkin, hingga sekarang, rasa itu masih
ada.
“Daripada memikirkan hal itu, lebih baik kunikmati udara
segar ini dengan menghisap cerutu” pikirku dan langsung mengeluarkan cerutu
yang sedari tadi kusembunyikan di dalam
saku jasku. Sesaat setelah menghisap dua kali, aku mencium keberadaan aroma
cerutu yang menurutku sangat menenangkan. Dan ketika aku melihat kesebelah
kanan, aku terdiam, melihat seorang wanita, dengan berpakaian jas, dan
menghisap cerutu! “Gila! Dia kan cewek!” pikirku dan aku langsung
menghampirinya.
“Hey..Rokok gak baik buat cewek..” kataku pada perempuan
itu dan memegang bahunya dengan pelan. Tanganku terasa bergetar. Hawanya
berubah. Dan sesaat setelah dia memalingkan wajahnya, aku benar-benar shock!
“Na…Natsumi! A..apa yang kau lakukan disini?” kataku
terbata-bata melihatnya berada di kapal ini.
“Ah.. Takaki.. ceritanya panjang..” jawabnya dan kembali
melihat lautan serta melanjutkan menghisap cerutu yang berada di tangannya.
“STOP! Hentikan! Kenapa kau merokok?!” kataku sedikit
menyentak, membuatnya terdiam melihatku dan aku langsung membuang cerutu dari
tangannya dan juga cerutuku.
“Takaki, aku heran melihatmu..” jawab natsumi dengan
matanya yang terlihat marah membuatku kaget dan melihatnya seperti ini membuat
dadaku sesak.
“Apa alasanmu merokok?” tanyaku padanya dan meluruskan
badannya agar aku bisa memandangi wajahnya. Matanya masih terlihat sama, walau
sekarang dia terlihat buruk.
“Ahh.. aku tidak merokok.. aku hanya menggunakan cerutu
itu sebagai medianya.. itu adalah obat asma yang diberikan oleh dokter.. aku
meminta dokter untuk menyediakannya sebelum acara ini.. dan kau membuangnya
begitu saja..” katanya dengan menatapku dalam-dalam, terlihat amarah yang
membuatku merasa sangat bersalah.
“Maafkan aku” jawabku dengan nada yang cukup rendah..
“Sudahlah.. it’s okay.. aku sudah tidak merasakan sesak
lagi.. dan masih banyak persediaan..” jawabnya padaku dengan nada yang membuat
hatiku lebih tenang..
Keadaan ini, aku bisa merasakan kehangatan yang dulu..
tetapi dengan situasi yang berbeda.. sekarang, aku dalam tugas, jadi, mungkin
ini bisa dikatakan kesempatan dalam kesempitan..
“Sudah
lama, kita tidak bertemu.. ternyata kau berubah..” katanya padaku dan dia
langsung menghadapkan badannya ke lautan lepas.
“Iya..
lama..” jawabku dan memalingkan badanku dengan posisi seperti natsumi. “dan kau
pun berubah total.. hingga aku tak mengetahui, bahwa kau menderita penyakit
itu.. maafkan aku..” kataku dalam hati dengan menahan sesak didada.
“Apa
yang kau lakukan disini, takaki-kun? Apakah kau juga mencari permata itu?” kata
natsumi tiba-tiba dan cukup membuatku terdiam untuk mencari alasan.
“Bukan..
Aku hanya menjaga kelancaran acara ini.. ya, sebagai polisi penjaga.. dan kau?
Kau mencari permata itu? Untuk apa?”
“Ya..
kau pastinya tahu, keluargaku adalah ‘Tanaka’, dan semestinya, aku yang berhak
mendapatkan permata itu!” katanya dengan nada yang sedikit naik dan terasa
penuh dengan keinginan yang kuat.
“Maksudmu?
Iya, aku tahu kau keluarga tanaka.. tapi, apa hubungannya?” jawabku dengan nada
heran yang bisa menutupi ke-tahu-anku. Ya, aku sudah tahu, keluarga ‘Tanaka’
akan datang seperti informasi yang diberikan oleh yamada, tapi tak terpikir
olehku bahwa dia yang datang. Karena, menurut informasi yang kudapat, yang
mewakili keluarga itu adalah seorang laki-laki.
“Takaki,
aku juga tidak mengerti. Sebenarnya, Kak satoshi yang seharusnya berada di
sini, tapi, kakek menggantikannya. Kata kakek, aku lebih cocok untuk datang ke
tempat ini. Padahal, hubunganku dengan kakek tidak terlalu baik, walaupun aku
satu-satunya cucu perempuannya. Aku tidak tahu apa maksud kakek. Tetapi, yang
bisa kulakukan hanya mengikuti perintahnya.” Jawabnya dengan menatap lautan dan
nada yang rendah.
“Dan
juga, sebenarnya, aku membenci keramaian. Kau pun tahu itu.. aku sangat sulit
berhubungan dengan orang lain.. tapi, untunglah aku bisa bertemu denganmu..orang
yang kukenal..” sambungnya dan langsung menghadapkan badannya padaku dan
memandangiku. Terasa hawa yang begitu hangat. Dia pun mendekatkan badannya
padaku, mungkin hanya berjarak 10 cm, dan aku bisa melihat mata yang basah itu
dari dekat. Dadaku, terasa berdegup kencang, perasaan yang dulu, aku tak tahu
mengatakannya.. akupun membuka kacamata yang menutupi keindahan matanya..
menatap mata yang indah itu, dan mendekatkan wajahku dengan wajahnya, hingga
dia menutup matanya.. dan, aku pun menutup mataku..tanpa sadar, tanganku telah
merengkul pinggangnya, dan mendekap dia dalam hangatnya rangkulanku. Tercium
Aroma parfume yang benar-benar membuatku tidak bisa menyamakan dia dengan
perempuan lain. Aroma yang membuatku tergila-gila padanya.
10 menit
berlalu, dan dia melepaskan diri dari pelukanku. Dan itu sebaiknya yang kami
lakukan. Tidak mungkin kami bersama-sama lagi. Dan kami kembali ke posisi awal,
memandangi lautan lepas.
“Takaki,
ciumanmu sekarang bercampur aroma rokok..” katanya dengan memandangiku dan
senyumnya.. ya, senyumnya yang membuatku jatuh cinta.. dan aku hanya
memandanginya dan terdiam.. bahagia, sesak, semua tercampur menjadi satu..
“Takaki?”
Tanya natsumi padaku, membangunkanku dari diamku..
“Ah..ya
Natsumi-chan, sebaiknya kita masuk.. tidak baik jika ada orang yang melihat
kita bersama-sama.. dan kau harus mengikuti acara pelelangan ini hingga akhir..
jangan buat kakekmu kecewa..” jawabku padanya dan dia hanya mengangguk. Aku
tahu, sebenarnya, permata itu juga merupakan incaran kakeknya, dan dia, hanya
sebagai umpan. Tapi, aku akan tetap menjaganya hingga akhir.
*KRIIING*
“Takaki-kun,
bisa kah kau datang ke kamar?”
“Ah, ya
yamada.. aku akan datang dengan segera..” jawabku dan langsung menutup
handphone. Aku pun bergegas pergi, dengan tetap melihat keadaan sekeliling..
**** setibanya dikamar
Setibanya
di kamar, yamada dan yuto sudah menunggu.
“Maaf membuat kalian menunggu” kataku sembari merapikan
tatanan rambutku yang berantakan akibat lari.
“it’s okay takaki.. tapi, bibirmu merah? Hah! Kau habis
berciuman!” sahut Yuto yang melihat bibirku yang masih merah.
“Ah.. ya begitulah Yuto..” jawabku tersenyum tipis,
menutupi yang terjadi.
TOK..TOK..
“Maafkan, aku telat.. jadi bagaimana?” Kata keito yang
baru saja datang masih dengan nafas yang tidak beraturan.
“Toshizawa Teru,
dia orang yang mencurigakan” sahut yamada dingin dan aku sependapat dengannya..
“aku tidak bisa mendapatkan datanya secara detail. Dan
orang itu cukup mencurigakan.” Sahutku
“Ya.. ada 3 kemungkinan! Mungkinkah dia orang yang sangat
penting? Atau dia orang asing? Atau identitas palsu?” jawab keito dan langsung
mencari informasi mengenai orang tersebut. Tapi, hasilnya, nihil.
“Keito, berjuanglah, aku menyerahkan tugas ini padamu
sepenuhnya.” Kataku padanya untuk menyemangatinya.
“Makasih takaki” sahutnya dengan masih menatap layar
laptop mencari informasi. aku pun meninggalkannya, dan langsung menuju kamar
yang telah disediakan..
Sedari tadi aku mencoba tidur, tetapi alhasil, tidak
bisa. Aku masih memikirkan apa yang Natsumi katakan tadi. Ya, aku masih bingung
memikirkan alasan kakeknya mengirimnya ke acara ini, padahal jelas-jelas
permata itu bukan milik mereka, walaupun bentuknya sama. aku pun memikirkan yang
terjadi tadi, sungguh nyaman. Dan aku mencoba tidur, sambil mengingat
senyumnya.. dan tiba-tiba
-------TEEET------ BANGUN!BANGUN! JAM 7—
Alarm! Dan bunyi alarm yang menyebalkan itu
membangunkanku dari tidurku yang mungkin bukan ku katakan tidur, karena, aku
tidak merasakan aku tertidur.. aku pun langsung mematikan alarm itu dan bangun
.. kubuka jendela dan menghirup aroma laut.. ya, ini sudah hari kedua.. hari
pelelangan ..
**** sekitar jam 5 p.m
Aku berjalan-jalan mengelilingi setiap dek di kapal
sebelum dimulainya acara pelelangan, untuk memastikan. Setiap sudut ruangan
diperiksa, dan juga tiap kamar. Sekitar jam 6, sebelum acara di mulai, masih
ada beberapa ruangan tersisa..
“Keiko kitagawa..” kataku membaca nama yang tertera. Dan
aku mengetuk pintu itu, hingga 5x dan tidak ada jawaban.. terpaksa, aku membuka
pintu itu dengan kunci cadangan yang ada padaku. Dan terbukalah …
Tapi, aku tidak melihat seorang pun dalam kamar.. dan aku
coba memeriksa bathroom..
“Hello, miss..” kataku pelan untuk memastikan apakah dia
berada didalam atau tidak.. dan ternyata tidak ada jawaban.. tanpa ragu, aku
membuka pintu, dan menemukan mayat! Ya, mayat seorang wanita dengan keadaan
ditidurkan d bathtub yang kering..
“SIAL! Aku terlambat!” makiku dalam hati. Aku pun
mengambil alat pendeteksi, untuk mendeteksi kematiannya, menuliskan rincian
serta menggambarnya, dan memotretnya..
“Aku harus segera memberitahukan ini!” kataku dalam hati,
dan tiba-tiba, perhatianku teralih ketika melihat jari-jarinya yang hanya
terkuteks sebagian saja. dan aku langsung menambahkan itu sebagai clue lainnya.
Aku pun masih mencari clue lainnya yang terdapat dalam
ruangan, tapi, bagaimana dia bisa terbunuh? Tidak ada tanda-tanda lain yang
mencurigakan.. dan aku memeriksa denyut nadinya, ternyata sudah lama.. dan
dilihat dari tubuhnya yang sudah pucat, mungkin, dia dibunuh sekitar 8-9 pagi..
dan aku pun menelpon anggota polisi lainnya untuk mengamankan kamar tersebut..
****
Setibanya di Hall, tanpa membuang-buang waktu, aku pun
meminta MC untuk menyediakan tempat untukku berbicara dengan membisikkannya..
“Selamat malam semuanya dan mohon perhatiannya. saya
Inspektur Takaki, ingin menyampaikan pengumuman. Salah satu penumpang kapal
ini, yaitu Keiko Kitagawa ditemukan tewas tak bernyawa di kamarnya. Waktu kematian
diperkirakan sekitar pukul 8-9 pagi. Kami dari pihak kepolisian ingin meminta
partisipasi semuanya untuk melancarkan penyelidikan ini. Kami akan memeriksa
semua alibi..”
“APA? MAYAT?” teriak wanita yang kemarin sempat beradu
mulut dengan seorang pelayan.
“Bagaimana Bisa terjadi?? Bukannya kalian POLISI?!” sahut
tamu yang diujung , mencoba memanas-manasi kami.
Dan suasana menjadi lebih ribut
karena dua orang tadi..
“Mohon
ketenangannya” kataku pada para tamu yang mulai sibuk dengan percakapan
mengenai mayat..
“Tolong,
percayalah pada kami..” Kataku mencoba menenangkan mereka sekali lagi.
“Sial!
Suasana membuat penyelidikan ini semakin lama.” Makiku dalam hati
Tetapi,
tiba-tiba ada seorang perempuan yang berteriak dari ujung kanan, “HEI! DIAM
SEMUA! Tidakkah kalian mendengar apa yang Inspektur katakan? Bisakah kalian
mempercayakan seluruhnya padanya?”
Ya,
Natsumi berteriak, tapi, teriakannya cukup membuat seisi ruangan memperhatikan
apa yang dia bicarakan dan membuat mereka terdiam..
“Terima
kasih Natsumi” kataku dalam hati ketika melihatnya berteriak.
Dan
akhirnya, seisi ruangan memperhatikan instruksi dariku .. tetapi, yang aku
heran, kenapa dia tidak khawatir dengan keadaan.. tapi, sudahlah, lupakan saja.
****
“Takaki,
apakah kau mengenal perempuan itu?” Tanya yamada dengan dahi mengernyit.
“Ahh,
dia? Dia mantanku..” jawabku dengan seyuman
“Takaki,
dia juga cukup mencurigakan.. aku tidak bisa mendapatkan datanya..” sahut keito
yang mencari informasi sedari tadi
“Benarkah?
Oh, iya, aku lupa memasukkan datanya! Aku membuka kacamataku ketika
bersamanya!” kataku dengan spontan tanpa menyadarinya.
“Apa?
Kau bersamanya? Dan kau melupakannya? Takaki, kau terlalu mudah tertipu..”
sahut keito dengan nada yang sinis dan membuatku termenung.
Apakah
ini perasaan mengganjal yang menggangguku? Tapi, kenapa?? Dia sangat berbeda..
atau, akukah yang terlalu bodoh, tanpa menyadarinya???
To be continued …
To be continued …


No comments:
Post a Comment
your comment is precious to us :)