WHERE MY HEART BELONGS Okamoto Keito’s POV Chapter 2
Title : Where my heart
belongs
Rate : PG-15
Genre : dark, crime,
romance
Disclaimer : I don’t
own anything except the story
Author : Ainun Pratiwi
POV : Okamoto Keito
OC : Kitagawa Keiko
Aku menggaruk kepalaku yang tak gatal. Keiko. Kenapa bisa dia
mati dengan cara mengenaskan seperti itu. Aku masih terbengong-bengong ketika
mendengar berita yang disampaikan Takaki barusan. Setelah mengumumkan kematian
Keiko,Yuya nampak turun dari atas panggung dan memimpin beberapa anggota
kepolisian untuk mengintrogasi setiap penumpang. Aku memilih diam dan tak
mengungkapkan apa yang aku ketahui untuk saat ini. Aku melihat si Yoshizawa
Toru keluar ruangan diikuti pengawalnya.Tak lama seorang anggota kepolisian
mengintrogasiku dan perhatianku teralihkan sehingga beberapa orang yang keluar
ruangan hall tak dapat kukenali.
Setelah
selesai diintrogasi,seorang pria dengan topi aneh dan jas panjang berwarna
norak menghampiriku. Aku tak mengenalinya sampai wajah paruh bayanya menatap
lekat kepada dua manik mataku.
“Konbanwa
Okamoto san” sapanya garing.
“oyaji,itu
garing. Gak lucu sama sekali” desahku kesal ketika tau yang kuhadapi si pria
tua tengil,ayahku sendiri.
“kamu
galak banget sih,lagi sedih yah??” kata
ayahku dengan muka sok lucu. Tapi tak lama ekspresi ayah menjadi sedih seraya
berkata…
“turut
berduka atas kematian mantan kekasihmu yah keith. Papa juga menyesal dengan tak
mencegahnya sejak awal” kata ayah sambil menunduk menyatakan menyesal.Aku jadi
ikut sedih mendengarnya.Tak lama aku menangkap bayangan Yuya yang datang
menghampiriku memberi kode untuk keluar hall.Ketika aku melihat sekeliling aku
baru menyadari bahwa si Yoshizawa Toru dan krooni-kroni nya sudah
menghilang.Juga Yamada.Kemana mereka semua?
“aku
akan memastikan pembunuhnya” tekad ku didepan ayahku.
_____
Aku keluar hall bersama
Yuya.Yuya memimpin jalan menuju kamar Morimoto dan Chinen di lantai 2 kapal
ini.Ketika berbelok ditikungan muncul Yuto yang entah kenapa tibatiba ada
disana.Belum benar-benar tiba di kamar morimoto dan chinen kami bertemu yamada
yang tengah mengejar seorang pelayan.
“diam disana,narusawa
misaki” katanya sambil menarik tangan mungil pelayan itu. Aku,yuto dan yuya
segera masuk kekamar kedua arkeolog itu mengikuti yamada.
Seketika aku terkejut dengan
tubuh chinen dan morimoto yang terlelap di ranjang. Yamada sudah menodongkan
pistolnya seraya berkata “menyerahlah narusawa miyuki”
Aku terkejut mendengar
yamada menyebutkan nama narusawa miyuki. Itu nama yang sangat familiar di
telingaku. Tapi itu bukan suara yamada. Suaranya terlalu cempreng….
“ryumi? Ngapain kamu?”
desahku ketika berbalik dan mendapati ryumi disana.
“aku mohon lepaskan aku, demi apapun aku hanya disuruh
melakukan hal ini. Mereka…. penjahat itu, yang menyamar dan menggunakan topeng
wajah.Mereka yang menyuruhku memberi racun pada makanan ini.”Jawabnya iapun
tersungkur dilantai.Tubuh pelayan
itu gemetar.Entah kenapa aku sedikit kasian padanya.
“mereka? Siapa mereka?”Yuto menatap gadis yang masih tersungkur
dilantai dengan tatapan galaknya.
“bukankah kau diberitakan telah diculik? Kenapa kau ada di sini?”kataku
terheran-heran.
“salah satu tamu dikapal pesiar ini. Yoshizawa Toru…”
tiba-tiba si ryumi sudah melesat meninggalkan ruangan. Dasar wanita
itu,membakang ia jadikan hobi…
“Yuto, kau jaga disini.Yuya-san… kau pergi ke acara pelelangan
malam ini. Aku akan menjebak para mereka. Diantara mereka pasti akan ada yang
datang kesini untuk mencuri permatanya. Ringkuk mereka… Yoshizawa toru, biar
aku yang mengurusnya…” yamada memberi komando kepada kami. Eh,namaku kok gak
disebut…
“aku ngapain?” tanyaku polos.
“bantu yuto menjaga morimoto dan chinen,lalu” yamada kini berbalik
menatap si gadis pelayan..
“ikuti perintahku, aku akan melindungimu.”Kata yamada sambil menatap si
gadis tadi.
Hah,kenapa jadi makin rumit sih ??
____
Aku bersama yuto bersembunyi
dikamar morimoto dan chinen. Berharap kawanan yoshizawa akan kemari. Tiba-tiba
kudengar suara seseorang.Aku mengintip lewat celah pintu didekatku. Kulihat
seseorang tengah mondar-mandir di depan pintu.
“yuto” panggilku pelan.
Kulihat yuto menggenggam pistolnya dan memasang sikap siaga. Aku kembali
mengintip dan mendapati seorang gadis di depan pintu. Dengan gaun putih
berbulu. Wajahnya manis dan tengah menatap pintu ragu.
“ Tunggu ..
Dia..perempuan” kataku pada yuto.
“ Hah? Perempuan? Yang benar saja..“, yuto menjawab dengan suara tertahan.
“Iya, Perempuan mungil dengan gaun putih bulu-bulu”
“ Hah? Perempuan? Yang benar saja..“, yuto menjawab dengan suara tertahan.
“Iya, Perempuan mungil dengan gaun putih bulu-bulu”
Segera
yuto membuka pintu dan menyembulkan kepalanya.
“kau
kenal? Siapa yut?” tanyaku.
Gadis
itu mengenalkan dirinya sebagai erinzu ai.Dan kalimat berikutnya aku tak
terlalu mendengar karena aku menutup separuh telingaku efek suara
cemprengnya.Siapa sih anak bocah ini?Kok yah main-main di tempat kaya gini?
“keito
kutinggal sebentar yah” kata yuto lalu menarik tangan gadis itu menjauh.
Kalo
sendirian kaya gini biasanya aku suka bengong. Hah keiko…
-flashback-
Keiko menatap lurus padaku.Salju mulai turun perlahan
menutupi pucuk-pucuk daun pohon ek yang mulai membeku.Musim dinginku kelas 3
sma di London. Manik mata keiko mulai mengkilat karena airmata yang mulai
memenuhi pelupuk matanya. Ujung hidung mancungnya memerah berusaha menahan
airmata.
“kenapa
musti pulang ke jepang” tuntutnya padaku.
Aku mengalihkan mataku menatap kearah lain. Takkuasa
menatap langsung mata bulat kecoklatan keiko. Suara isakan mulai terdengar
membuatku memalingkan wajahku menatap wajah bulat yang separuhnya tertutup
syal.Keiko mulai menangis. Demi tuhan,aku ingin memeluknya seandainya dengan
itu bisa meringankan bebannya. Tapi aku yakin,pelukanku akan membuat keadaan
kami semakin sulit.
“keito,jawab…
kenapa kamu harus pulang ke jepang?”
“aku
gagal ujian masuk Stockholm university dan aku janji ama ayahku di jepang kalo
gagal aku akan pulang dan tinggal bersamanya.” Balasku dengan nada yang agak
keras.
“kamu
kan tau kalo aku gak suka kamu jauh dari aku” kata keiko sambil terus terisak.
“aku
harus apa? Aku gak bisa menolaknya.Saat smp aku menolak pulang kejepang demi
kamu.Tapi tahun ini aku taka da alasan lagi” keluhku.
“kalo
gitu … kalo gitu…” keiko tak melanjutkan kata-katanya melainkan maju selangkah
dan memelukku. Aku diam dan merasakan tubuhnya mengigil di pelukanku…
“kita
putus yah keith,demi kebaikan kamu” katanya masih dipelukan ku.
Aku
kaget namun tetap diam. Lalu keiko mengendurkan pelukannya dan menatap ku
sambil berkata…
“keith
baka,aku benci keith,inget yah keith pas kita ketemu lagi aku pastiin aku lebih
hebat,lebih cantik dan lebih mencintaimu…” katanya sambil memukuli dadaku
pelan. Airmata mengalir mulus dipipi chubbynya.
“sayonara
keith”
_____
Aku menangkap suara kaki orang menuju kamar
ini,aku segera keluar mencari yuto yang tadi pamit pergi. Aku melihatnya masih
mengobrol dengan gadis tadi. Cih,anak ini sempat-sempatnya merayu gadis disaat
begini.
Aku menghampirinya.Menatap yuto waswas.Segera saja yuto
mengusir gadis itu dan ikut bersamaku masuk ke kamar morimoto dan chinen.Mendapati
ada 2 pria berdiri disana. Sumpah,ini beneran perampok? Kenapa gak professional
main masuk kamar yang ‘terlihat’ tanpa penjagaan. Yuto membekap seorang pria
dengan rambut hitam dan aku menahan pria lain yang berambut kecoklatan.
“kalian tertangkap” teriak yuto. Namun tiba-tiba
seseorang memukulku dan yuto dari belakang.Kepalaku berputar.Pusing benar
rasanya.Seorang diantara kawanan itu meghampiri orang yang memukulku dan yuto.
Cesh,sialan aku salah mengira kebodohan mereka.
Yuto menghubungi yamada
dengan walky talkie nya setelah kawanan perampok tadi kabur. Yamada jelas marah
tapi sepertinya ia punya rencana lain
“yut,kayanya ada hal buruk
deh kita ke markas yuk” ajakku dan langsung disetujui yuto.
_____
BRUKKK~
Yuya memojokkan Yamada ke dinding dengan wajah penuh amarah.Aku
hanya diam disudut ruangan,memperhatikan
“APA YANG KAU LAKUKAN!!!”Yuya memaki yamada tepat di wajahnya.
“yuya, tenangkan dirimu” Yuto menarik tangan Yuya berusaha
menenangkannya.
Aku mulai jengah dengan keadaan ini.Kesal karena nyatanya yamada
malah melepaskan kepala ‘kakap’ nya.
“bagaimana bisa aku tenang sementara dia telah melepaskan kepala
perampok yang telah bertahun-tahun buron setelah membunuh banyak orang tak
berdosa dan sekarang membawa anak tunggal dari klan Narusawa sebagai
sanderanya, Yuto??”
“pasti dia punya alasan” kataku pada akhirnya masih berusaha
tenang meski rasanya benar-benar kesal. Untuk apa yamada jadi pemimpin kalo
bisa ceroboh seperti itu.
“alasan? Ya, tentu dia memang punya alasan untuk melepaskan pria
itu, tapi lalu apa alasan yang akan kita bilang pada keluarga Narusawa jika
mereka tahu anaknya ada di kapal ini sebagai sandera dari orang-orang sadis
yang tak akan ragu menghilangkan nyawa oranglain bahkan anak gadis
sekalipun?!!”
“kalian
dengar? Dia bahkan tak mengungkapkan sedikitpun alasannya.Aku heran mengapa
Nanami-san memintanya sebagai ketua kita dalam misi kali ini.apa karena dia …
anak angkat Nanami-san??” kata-kata kasar yuya mulai meluncur dari bibir
coklatnya.
“yuya jaga
bicaramu. Kau sudah keterlaluan” ujarku
kesal dan langsung menarik kerah kemeja yuya. Suasana semakin panas namun di
interupsi suara ketukan pintu.Yuto membukakan pintu dan mendapati narusawa
berdiri dengan pakain dekil compang-camping.Anak ini kenapa lagi? Benarkah ia
baru saja kabur dari komplotan para perampok?
Si narusawa
masuk dan mulai menangis.Yuya menanyakan beberapa hal.Begitupun
yamada.Sementara aku lebih memilih bungkam. Ketika tengah diintrogasi,narusawa
pingsan dan langsung dibopong yuya. Aku membantu yuya membukakan selimut dan
menyelimuti narusawa di salah satu ranjang.
Yuto kembali
masuk sambil membawa beberapa lembar kertas.Apaan tuh?
“ Teman-teman,
ada faks dari Nanami-san. Dia bilang untuk tetap focus melindungi permata itu
dan pemiliknya serta mengejar para perampok itu. dan Ryosuke, Nanami-san bilang
kau tetap di kamar ini hingga misi selesai” kata yuto sambil membaca lembaran
ditangannya.
“APA!!” yamada terkejut.
“Ya, Ryosuke, karena kau belum bisa menceritakan alasanmu, kami
tak bisa mengikutsertakanmu lagi dalam misi ini.” Kapan aku ikut dalam ‘kami’
?keluhku dalam hati ketika yuya menyebutkan alasannya.
“Tetapi bagaimana bisa…”, Yamada masih tidak bisa percaya.
“Itu permintaan dari kami semua”, kata Yuya seraya menepuk bahu
Yamada.
“Nah, berikan pistolmu Ryo, ini perintah Nanami-san” kali ini
yuto menadahkan tangannya meminta pistol milik yamada.
“Apa-apaan ini??hanya karena masalah sepele seperti ini kalian
mengeluarkanku dari misi ini?”, Yamada masih ngotot dengan alasannya.
“Bukan begitu Ryosuke…” belum seleasi yuto menjelaskan yamada
sudah meninggalkan kami.
“ Apa ini tidak apa-apa? “, Tanya yuto dengan nada khawatir.
“ Tidak apa-apa. Kita akan melindunginya ..”,kata yuya tegas.Aku
menghela nafas lega mendengar yuya mengatakan hal itu.Baguslah kalau yuya masih
befikiran begitu. Setidaknya aku yakin akan gagasan yuya.
“ Baiklah, aku akan kembali ke kamar Chinen dan Morimoto untuk
berjaga-jaga”, kata yuto. Aku hanya mengekorinya keluar menuju kamar mereka.
_____
Kamar morimoto dan chinen tak begitu jauh namun ketika sampai
disana.Kamar itu sudah terbuka.
“yuto” panggilku agar si lelet itu mempercepat langkahnya. Aku
buru-buru masuk dan hanya mendapati chinen berada disana tanpa morimoto.
“daijoubu ka chinen san?” tanyaku,tapi belum dijawab suara
desing peluru terdengar dari luar. Yuto sudah berlari meninggalkanku.Sementara
aku memastikan keamanan chinen sebelum mengejar yuto.Dari jauh kulihat yuto
menghampiri morimoto yang terluka.Seorang wanita berlari meninggalkan mereka.
Dalam keaadaan begini aku tak tahu harus apa. Kalau kutinggalkan chinen disini
ia bisa saja dilukai. Jadi kupikir untuk tetap tinggal dan menjaga chinen.


like =)
ReplyDelete