Rating : NC -21. If you don’t like sex stuff, it’s better for you to not reading it
Cast : Megumi Sakurada (it’s mine, I created it :p)
Kei Inoo (JE)
Yabu Kota (JE)
Yamada ryosuke (JE)
Daiki Arioka (JE)
Nakayama Yuma (JE)
Themesong : YUI- LOVE & TRUTH
Themesong : YUI- LOVE & TRUTH
Disclaimer : semua tokoh ada yang punya, ceritanya punya saya
message :
Satu hal yang dapat dipelajari dari cerita ini adalah, apapun keputusan hidup orang di sekitar kita, hargailah mereka, ada cerita perjuangan yg tak akan pernah bisa kita bayangkan sebelumnya di balik itu semua.
Prolog :
Gemericik air salju di jalan membawaku dalam lamunan yang sedikit membuaiku dalam ingatan itu, suara angin, burung-burung, nyanyian natal, lampu Tokyo tower dengan berbagai hiasan di atasnya. Kau tahu, seharusnya di saat-saat seperti ini seseorang pasti akan merasakan kebahagiaan bukan? Merasakan kebahagiaan berkumpul saat natal bersama keluarga, saling bertukar kado, menyanyikan lagu natal bersama-sama, atau bahkan pergi berkencan, tapi hari natal bagiku adalah hari terkutuk. Ya, hari yang amat sangat ku benci dan tak ingin ku lewati, hari dimana setiap orang akan merasakan kebahagiaan sementara aku harus membuat upacara peringatan hari kematian orangtuaku, dalam kesendirian yang teramat dalam.
...................................................................................................................................................................
...................................................................................................................................................................
Apartement inoo…
“terimakasih sayang, seperti
biasa kau selalu hebat” kecup seseorang pada bibir inoo, seorang lelaki tampan
yang hamper sebaya dengan inoo, rambutnya coklat, tampan, dan wajahnya tak
seperti seorang pemuda jepang. Sudah tiga tahun lebih dia menjadi klien setia inoo. “nah, berapa yang kau
mau? Kau minta cash kan? Ambillah sebanyak yang kau inginkan” dia menyodorkan
dompet kulit warna coklat pada inoo. Inoo membukanya, melihat sebuah SIM atas
nama
Nakayama Yuma dan segera merampas semua isi dompet lelaki itu.
Nakayama Yuma dan segera merampas semua isi dompet lelaki itu.
“ini
kusisakan satu yen untuk ongkosmu, oh ya, aku tadi sore janji akan memberikanmu
bonus karna kau klien setia ku kan” kata inoo yang saat itu masih berselimut
tanpa pakaian.
“hahaha
kau ini, senang sekali bercanda. ya? Apa itu? Aku harap itu sesuatu yang akan
membuatku senang” Tanya Yuma sambil memakai celana boxernya. Terlihat tangan
yang kurus namu berotot dan badan six pack sangat jika dilihat wanita-wanita
jepang pasti akan histeris.
“tunggulah
sebentar lagi, sesuatu yang menyenangkan tak akan seru jika terlalu cepat
didapat kan?” inoo mengambil anggur merah kesukaannya di meja samping tempat
tidur.
Yuma
duduk disamping inoo yang sedang berbaring sambil menikmati anggurnya. Dia
merangkul inoo dan mencium bibirnya. Inoo membalas ciumannya, sebuah ciuman
mesra yang hangat.
“mandilah”
kata inoo “kau penuh dengan keringat, aku tak mau bercinta dengan orang yang
tidak bersih”
“hahaha,
ini kan hasil bercinta denganmu juga sayang, baiklah, aku mandi dulu” Yuma
pergi ke kamar mandi. Inoo memandanginya dari tempat tidur.
Ting tong bel pintu berbunyi. Inoo sudah
tau siapa yang akan datang, ia pergi ke pintu dengan hanya berbalut selimut
yang menutupi bagian pentingnya. Dia memeriksa siapa yang di depan pintu.
Sesuai dugaannya. Itu adalah yabu
“konbanwa,
masuklah” sapa inoo dengan senyum.
“ada
apa kau memanggilku kemari? Aku sedang belajar untuk ujian besok”
“sudah,
masuk dulu” mereka masuk.
“kau
sudah makan malam?” Tanya inoo
“belum”
jawab inoo yang air liurnya menetes melihat makanan yang disajikan di meja
makan inoo. Makanan khas perancis yang namanya saja yabu belum tentu bisa
menyebutkannya.
“makanlah
dulu sayang, supaya kau ada tenaga. Setelah itu kita bersenang-senang” peluk
inoo dari belakang.
“kau
ingin aku melakukannya lagi?” Tanya yabu mengeluh
“lantas
untuk apa aku memanggilmu kemari? Sudahlah sayang, nikmati saja” kecup inoo di
bibir yabu “lama kelamaan kau akan mengerti dimana letak keasyikannya, sudah,
makanlah!! Kau suka daging babi dan ikan salmon kan? Aku pesankan untukmu”
“eh?
Darimana kau tahu aku suka itu?”
“hahaha
aku tahu semua tentangmu sayang”
Yabu
menyantap semua makanan yang inoo sajikan untuknya, sebenarnya yabu sangat
segan untuk memakannya, tapi karna ia memang sangat lapar dan sangat menyukai
makanan itu, terlebih lagi sangat jarang orang dari keluarga sederhana seperti
yabu bisa memakannya dalam satu kesempatan seperti itu. “ittadakimasu”
Sepuluh
menit kemudian yabu selesai menyantap semuanya. Inoo tersenyum “bagaimana?
Enakkan?
“un,
arigatou”
“douita”
sekali lagi, inoo mencium bibir yabu. Entah kenapa kali ini yabu tidak
menghindar, mungkin karena factor kekenyangan. Inoo terus melihat jam, lama sekali Yuma mandi, dasar laki-laki itu
“masuklah
ke kamarku, istirahatlah dulu, berbaringlah. Aku ingin mengambil pesananku di
resepsionis bawah” inoo segera menggenakan pakaiannya dan keluar “hanya 10
menit saja, itekimasu” inoo mendorong yabu ke kamarnya lalu menguncinya dr
luar.
“ah
dasar orang itu, seenaknya saja. Kalau bukan karena megu aku tak akan pernah
mau bicara lagi dengannya” yabu berbaring ke tempat tidur inoo, menyetel sebua
tv kecil yang ada di kamarnya. Entah sengaja atau tidak, ternyata sebuah tv
yang dinyalakan yabu adalah video porno yang belum dimatikan oleh inoo, dalam
adegan itu ada sepasang yaoi sedang bercinta. Sama persis seperti inoo dan yabu.
Penis yabu tiba-tiba menegang. Lho? Ada
apa ini? Kenapa aku terangsang begini? Dia mendengar suara gemericik air
dari kamar mandi. Apa ada seseorang? Gumam
yabu dalam hati. Keluarlah Yuma yang hanya memakai handuk di bagian bawahnya.
Yuma setengah kaget melihat yabu berbaring di tempat tidur. Yabu pun sama.
“siapa
kau” Tanya Yuma
“ah…
kau? Bukankah kau nakayama Yuma? Penyanyi terkenal itu?” yabu kaget setengah
mati “kenapa kau bisa ada di sini?”
“bukan
urusanmu…” Yuma hendak pergi, dia memang sangat menyembunyikan fakta bahwa dia
menyukai seorang laki-laki demi image nya di public. “mana penghuni apartemen
ini?” Yuma pergi menuju pintu. Tiba-tiba yabu memeluknya dari belakang. Yuma
memukulnya sampai jatuh ke tempat tidur. Dia marah “apa-apaan kau!!?” dia
memang tak suka disentuh oleh orang yang bukan kehendaknya.
“sumimasen
nakayama, entah kenapa badanku seolah bergerak sendiri…. Aku… aku…” badan yabu
lemas dan hamper terjatuh. Yuma menolongnya dan membaringkan yabu ke tempat
tidur. Ia memandangi wajah yabu yang sedang kehilangan control, rupanya inoo
kembali memasukkan sesuatu ke dalam makanan inoo. Dengan cepat yabu mencium
bibir Yuma, melumatnya dengan penuh nafsu, Yuma membalasnya.
“huh,
rupanya kaulah kejutan yang dibilang inoo. Tapi sepertinya kau dibawah pengaruh
obat ya? Dasar orang itu, pintar sekali mengendalikan orang” tangan Yuma segera
mencari sletting celana yabu. Dia melucuti semua pakaian yabu hingga yabu tak
berbusana. Tampak penis yabu sudah berdiri tegang. “besar juga punyamu” Yuma
melumat penis yabu. Yabu mendesah “ahhh… kau… ahh.. jangan.. aku tak mau… sudah
cukup…”
“diam,
inoo bilang mala mini kau milikku…”
Inoo
datang ke dalam kamar. Ia melihat Yabu yang sedang mendesah kencang karena blowing dari Yuma.
“hey
kau ini, belum aku suruh mulai kau sudah mulai. Bagaimana kejutannya?” inoo
duduk di bangku empuk samping jedela sambil memandangi mereka berdua. Ia
menghampiri mereka ke tempat tidur. Mengelus-elus wajah yabu yang sedang
mendesah dan sebentar lagi akan klimaks. “yabu, sssttt, tenang anak manis, kau
tidak akan kenapa-kenapa, aku hanya ingin orang ini menilaimu.” Inoo mencium
bibir yabu. Desahannya tertahan oleh French kiss dari inoo. Yabu klimaks,
megeluarkan semua cairan sperma miliknya, Yuma menghisap habis semuanya.
“hey
inoo, siapa dia? Lumayan juga. Bolehkah dia kusewa denganmu seperti biasa?”
“tidak,
mala mini saja kau boleh mencicipinya. Dia milikku sepenuhnya.” Inoo melepas
celananya, mengeluarkan penisnya dan memasukkannya ke mulut yabu. “ayo, ini
sayang. Nikmatilah” yabu melumat penis inoo, setelah beberapa kali
melakukannya. Inoo berhasil melatih yabu memblowing. Inoo mendesah
“ahh…
ahhh.. terus yabu.. terus..” Yuma yang tadinya berhenti segera memasukkan
penisnya ke lubang belakang inoo. Inoo diserang dari depan dan belakang. Yabu
yang melumat penisnya dan Yuma yang memasukkan penisnya ke bagian belakang
inoo. Ia sangat puas.
“ahh…
inoo, kau memang paling tau kesukaannya” ucap Yuma sambil menaik-turunkan
penisnya ke lubang milik inoo. Ia mencumbu setiap bagian tubuh inoo yang sangat
puih dan mulus.
Yabu
kelelahan. Ia terhenti sejenak.
“hey,
kenapa kau berhenti sayang?” Tanya inoo sembari menikmati ‘permainan’ Yuma
“kau
memberikannya dosis berapa banyak inoo?” Tanya Yuma yang sedang sibuk memasuk
dan keluarkan penisnya.
“tak
banyak, hanya 10ml”
“bagi
kau itu sedikit, tapi baginya yang aru beberapa kali mengkonsumsi obat itu, itu
akan menguras sebagian tenaganya, lagipula ia tidak sama seperti kita yang
memang suka pada lelaki”
“ya,
maka dari itu aku memberinya dosis agak banyak, hey yabu tengkurap saja” inoo
membalikkan tubuh yabu. Ia memasukkan penisnya. Yuma klimaks, seluruh cairannya
ia semprotkan ke wajah yabu. “ini untuk menyegarkanmu”
“hei,
kau. Biarkan dia istirahat” inoo menarik Yuma dan menciumnya mesra sambil
mempermainkan penisnya di lubang yabu. Yang yabu rasakan saat itu adalah
sedikit sakit dan melayang. Sedikit pengaruh dari obat. Inoo tiba-tiba
berhenti.
“kenapa
kau berhenti?” Tanya yabu. Inoo terdiam beberapa menit. Yuma pergi ke kamar
mandi lagi
“aku
harus syuting dan menyambut produser baruku, aku mandi dulu”
Yabu
yang merasa permainannya terhenti entah kenapa menagih-menagih dan menagih
cumbuan dari merak, yabu menggerang manja di tempat tidur.pengaruh obat itu
semakin kuat dalam diri yabu.
“ahh.
Kenapa kau berhenti, tolong.. tolong aku.. rasanya.. tubuhku.. tubuhku tak bisa
didiamkan seperti ini…”
Inoo
tersenyum. “ssstt sabar sayang” inoo sengaja mengulur waktu sampai yabu
bergerak duluan. Dan memang benar, yabu bergerak duluan menghampiri inoo. Dia
menidurkan inoo dan mencumbu inoo seolah itu adalah megu kekasihnya. Yabu mulai
menguasai permainan. Ia mecumbu leher inoo, turn ke dada nya, putting inoo, dan
sampa ke testi inoo. Inoo hanya sengaja diam. Ia membiarkan yabu bergerak
sesuai dengan instingnya. Inoo berdiri ke tembok dan menghadap belakang. Yabu
denga cepat memasukkan penisnya, meniru gerakan Yuma dan inoo. Dan akhirnya
sampai pada klimaksnya.
Yabu
sangat lelah. Ia tertidur pulas. Yuma keluar dari kamar mandi dan berdandan
seperti saat ia naik ke atas panggung. Ia mengeluarkan sebuah buku cek dari
ranselnya dan menuliskan sejumlah uang. “ini, ambillah. Anggap saja bonus
untuknya, kasihan dia jika tak diberi upah”
“cepat
sekali, kau tak ingin menginap disini?
Malam ini klien ku Cuma kau”
“tidak,
aku harus segera menemui produser dan sponsor untuk konserku besok”
“hahaha,
kau ingin ‘melayani’ mereka?”
“jangan
bercanda, aku tak mau disentuh oleh kakek-kakek seperti mereka, kalau aku tak
mencari uang, darimana aku akan membayar jasamu?” Yuma mencium bibir inoo
dengan mesra “oh ya, kau sangat hebat menjerumuskannya ke dalam dunia kita”
lirik Yuma pada yabu yang saat itu tertidur pulas. “aku sempat mengintip
permainanmu saat mandi tadi dan kau memang hebat dalam mengendalikan seseorang
seperti itu”
“hahaha
aku hanya melatihnya dan mengeluarkan insting liarnya” elus inoo pada wajah
yabu yang berbaring di sampingnya “dan menjadikannya milikku seutuhnya”
“seutuhnya?
Dia punya pacar ya?”
“ya,
seorang gadis SMA, tetapi aku belum menyelidikinya”
“mau
kau apakan gadis itu?”
“entahlah,
aku tak berniat apa-apa, yang aku inginkan hanya orang ini”
“hey
inoo-chan, ini pertama kalinya kau sangat bersemangat pada seseorang, jika
nanti kau mendapatkannya, jangan-jangan aku akan dibuang?”
“tidak
sayang..” ucap inoo sambil menyuruh Yuma duduk di sampingnya. “kau tetap
klienku yang terhebat, sekalipun tak punya uang, kau tetap klien ku”
“huh,
kau ini memang pandai menggoda orang, kau mau aku melakukan apa?”
“kau
ini… banyak fans wanita kan? .. apa kau bisa berkencan dengan pacar orang ini?
Hanya untuk menghancurkan hubungan mereka saja”
“bisa
saja, tapi ada syaratnya”
“apa?”
inoo tersenyum
“aku
harus selalu jadi klien prioritasmu”
“as you
wish my dear. Tolong selidiki pacarnya dan berkencanlah dengan dia, cukup kau
hancurkan saja hubugannya”
“ya
sayang… aku pergi dulu, itekimasu”
“selamat
jalan…” inoo berbaring lagi di samping yabu dan memandangi wajah tidur yabu,
senyumnya tak pernah hilang, ia mengelus lagi wajahnya dan berbisik tenang saja sayang, kau akan kutuntun ke
dalam dunia ku…
To be continued…


No comments:
Post a Comment
your comment is precious to us :)