Pages

UNTITLED LOVE PART 5



Judul                     : untitled love
Rating                   : NC -21. If you don’t like sex stuff, it’s better for you to not reading it
Cast                       : Megumi Sakurada (it’s mine, I created it :p)
                                 Kei Inoo (JE)
                                Yabu Kota (JE)
                                Yamada ryosuke (JE)
                                Daiki Arioka (JE)
                                Nakayama Yuma (JE)
Themesong          : YUI- LOVE & TRUTH
Disclaimer           : semua tokoh ada yang punya, ceritanya punya saya
message              : 
                           Satu hal yang dapat dipelajari dari cerita ini adalah, apapun keputusan hidup orang di sekitar kita, hargailah mereka, ada cerita perjuangan yg tak akan pernah bisa kita bayangkan sebelumnya di balik itu semua.

Prolog                   : 
              Gemericik air salju di jalan membawaku dalam lamunan yang sedikit membuaiku dalam ingatan itu, suara angin, burung-burung, nyanyian natal,  lampu Tokyo tower dengan berbagai hiasan di atasnya. Kau tahu, seharusnya di saat-saat seperti ini seseorang pasti akan merasakan kebahagiaan bukan? Merasakan kebahagiaan berkumpul saat natal bersama keluarga, saling bertukar kado, menyanyikan lagu natal bersama-sama, atau bahkan pergi berkencan, tapi hari natal bagiku adalah hari terkutuk. Ya, hari yang amat sangat ku benci dan tak ingin ku lewati, hari dimana setiap orang akan merasakan kebahagiaan sementara aku harus membuat upacara peringatan hari kematian orangtuaku, dalam kesendirian yang teramat dalam.

...................................................................................................................................................................

Apartement inoo…
                “terimakasih sayang, seperti biasa kau selalu hebat” kecup seseorang pada bibir inoo, seorang lelaki tampan yang hamper sebaya dengan inoo, rambutnya coklat, tampan, dan wajahnya tak seperti seorang pemuda jepang. Sudah tiga tahun lebih dia menjadi klien setia inoo. “nah, berapa yang kau mau? Kau minta cash kan? Ambillah sebanyak yang kau inginkan” dia menyodorkan dompet kulit warna coklat pada inoo. Inoo membukanya, melihat sebuah SIM atas nama
Nakayama Yuma dan segera merampas semua isi dompet lelaki itu.
                “ini kusisakan satu yen untuk ongkosmu, oh ya, aku tadi sore janji akan memberikanmu bonus karna kau klien setia ku kan” kata inoo yang saat itu masih berselimut tanpa pakaian.
                “hahaha kau ini, senang sekali bercanda. ya? Apa itu? Aku harap itu sesuatu yang akan membuatku senang” Tanya Yuma sambil memakai celana boxernya. Terlihat tangan yang kurus namu berotot dan badan six pack sangat jika dilihat wanita-wanita jepang pasti akan histeris.
                “tunggulah sebentar lagi, sesuatu yang menyenangkan tak akan seru jika terlalu cepat didapat kan?” inoo mengambil anggur merah kesukaannya di meja samping tempat tidur.
                Yuma duduk disamping inoo yang sedang berbaring sambil menikmati anggurnya. Dia merangkul inoo dan mencium bibirnya. Inoo membalas ciumannya, sebuah ciuman mesra yang hangat.
                “mandilah” kata inoo “kau penuh dengan keringat, aku tak mau bercinta dengan orang yang tidak bersih”
                “hahaha, ini kan hasil bercinta denganmu juga sayang, baiklah, aku mandi dulu” Yuma pergi ke kamar mandi. Inoo memandanginya dari tempat tidur.
                Ting tong bel pintu berbunyi. Inoo sudah tau siapa yang akan datang, ia pergi ke pintu dengan hanya berbalut selimut yang menutupi bagian pentingnya. Dia memeriksa siapa yang di depan pintu. Sesuai dugaannya. Itu adalah yabu
                “konbanwa, masuklah” sapa inoo dengan senyum.
                “ada apa kau memanggilku kemari? Aku sedang belajar untuk ujian besok”
                “sudah, masuk dulu” mereka masuk.
                “kau sudah makan malam?” Tanya inoo
                “belum” jawab inoo yang air liurnya menetes melihat makanan yang disajikan di meja makan inoo. Makanan khas perancis yang namanya saja yabu belum tentu bisa menyebutkannya.
                “makanlah dulu sayang, supaya kau ada tenaga. Setelah itu kita bersenang-senang” peluk inoo dari belakang.
                “kau ingin aku melakukannya lagi?” Tanya yabu mengeluh
                “lantas untuk apa aku memanggilmu kemari? Sudahlah sayang, nikmati saja” kecup inoo di bibir yabu “lama kelamaan kau akan mengerti dimana letak keasyikannya, sudah, makanlah!! Kau suka daging babi dan ikan salmon kan? Aku pesankan untukmu”
                “eh? Darimana kau tahu aku suka itu?”
                “hahaha aku tahu semua tentangmu sayang”
                Yabu menyantap semua makanan yang inoo sajikan untuknya, sebenarnya yabu sangat segan untuk memakannya, tapi karna ia memang sangat lapar dan sangat menyukai makanan itu, terlebih lagi sangat jarang orang dari keluarga sederhana seperti yabu bisa memakannya dalam satu kesempatan seperti itu. “ittadakimasu”
                Sepuluh menit kemudian yabu selesai menyantap semuanya. Inoo tersenyum “bagaimana? Enakkan?
                “un, arigatou”
                “douita” sekali lagi, inoo mencium bibir yabu. Entah kenapa kali ini yabu tidak menghindar, mungkin karena factor kekenyangan. Inoo terus melihat jam, lama sekali Yuma mandi, dasar laki-laki itu
                “masuklah ke kamarku, istirahatlah dulu, berbaringlah. Aku ingin mengambil pesananku di resepsionis bawah” inoo segera menggenakan pakaiannya dan keluar “hanya 10 menit saja, itekimasu” inoo mendorong yabu ke kamarnya lalu menguncinya dr luar.
                “ah dasar orang itu, seenaknya saja. Kalau bukan karena megu aku tak akan pernah mau bicara lagi dengannya” yabu berbaring ke tempat tidur inoo, menyetel sebua tv kecil yang ada di kamarnya. Entah sengaja atau tidak, ternyata sebuah tv yang dinyalakan yabu adalah video porno yang belum dimatikan oleh inoo, dalam adegan itu ada sepasang yaoi sedang bercinta. Sama persis seperti inoo dan yabu. Penis yabu tiba-tiba menegang. Lho? Ada apa ini? Kenapa aku terangsang begini? Dia mendengar suara gemericik air dari kamar mandi. Apa ada seseorang? Gumam yabu dalam hati. Keluarlah Yuma yang hanya memakai handuk di bagian bawahnya. Yuma setengah kaget melihat yabu berbaring di tempat tidur. Yabu pun sama.
                “siapa kau” Tanya Yuma
                “ah… kau? Bukankah kau nakayama Yuma? Penyanyi terkenal itu?” yabu kaget setengah mati “kenapa kau bisa ada di sini?”
                “bukan urusanmu…” Yuma hendak pergi, dia memang sangat menyembunyikan fakta bahwa dia menyukai seorang laki-laki demi image nya di public. “mana penghuni apartemen ini?” Yuma pergi menuju pintu. Tiba-tiba yabu memeluknya dari belakang. Yuma memukulnya sampai jatuh ke tempat tidur. Dia marah “apa-apaan kau!!?” dia memang tak suka disentuh oleh orang yang bukan kehendaknya.
                “sumimasen nakayama, entah kenapa badanku seolah bergerak sendiri…. Aku… aku…” badan yabu lemas dan hamper terjatuh. Yuma menolongnya dan membaringkan yabu ke tempat tidur. Ia memandangi wajah yabu yang sedang kehilangan control, rupanya inoo kembali memasukkan sesuatu ke dalam makanan inoo. Dengan cepat yabu mencium bibir Yuma, melumatnya dengan penuh nafsu, Yuma membalasnya.
                “huh, rupanya kaulah kejutan yang dibilang inoo. Tapi sepertinya kau dibawah pengaruh obat ya? Dasar orang itu, pintar sekali mengendalikan orang” tangan Yuma segera mencari sletting celana yabu. Dia melucuti semua pakaian yabu hingga yabu tak berbusana. Tampak penis yabu sudah berdiri tegang. “besar juga punyamu” Yuma melumat penis yabu. Yabu mendesah “ahhh… kau… ahh.. jangan.. aku tak mau… sudah cukup…”
                “diam, inoo bilang mala mini kau milikku…”
                Inoo datang ke dalam kamar. Ia melihat Yabu yang sedang mendesah kencang karena blowing dari Yuma.           
                “hey kau ini, belum aku suruh mulai kau sudah mulai. Bagaimana kejutannya?” inoo duduk di bangku empuk samping jedela sambil memandangi mereka berdua. Ia menghampiri mereka ke tempat tidur. Mengelus-elus wajah yabu yang sedang mendesah dan sebentar lagi akan klimaks. “yabu, sssttt, tenang anak manis, kau tidak akan kenapa-kenapa, aku hanya ingin orang ini menilaimu.” Inoo mencium bibir yabu. Desahannya tertahan oleh French kiss dari inoo. Yabu klimaks, megeluarkan semua cairan sperma miliknya, Yuma menghisap habis semuanya.             
                “hey inoo, siapa dia? Lumayan juga. Bolehkah dia kusewa denganmu seperti biasa?”
                “tidak, mala mini saja kau boleh mencicipinya. Dia milikku sepenuhnya.” Inoo melepas celananya, mengeluarkan penisnya dan memasukkannya ke mulut yabu. “ayo, ini sayang. Nikmatilah” yabu melumat penis inoo, setelah beberapa kali melakukannya. Inoo berhasil melatih yabu memblowing. Inoo mendesah
                “ahh… ahhh.. terus yabu.. terus..” Yuma yang tadinya berhenti segera memasukkan penisnya ke lubang belakang inoo. Inoo diserang dari depan dan belakang. Yabu yang melumat penisnya dan Yuma yang memasukkan penisnya ke bagian belakang inoo. Ia sangat puas.
                “ahh… inoo, kau memang paling tau kesukaannya” ucap Yuma sambil menaik-turunkan penisnya ke lubang milik inoo. Ia mencumbu setiap bagian tubuh inoo yang sangat puih dan mulus.
                Yabu kelelahan. Ia terhenti sejenak.      
                “hey, kenapa kau berhenti sayang?” Tanya inoo sembari menikmati ‘permainan’ Yuma
                “kau memberikannya dosis berapa banyak inoo?” Tanya Yuma yang sedang sibuk memasuk dan keluarkan penisnya.
                “tak banyak, hanya 10ml”
                “bagi kau itu sedikit, tapi baginya yang aru beberapa kali mengkonsumsi obat itu, itu akan menguras sebagian tenaganya, lagipula ia tidak sama seperti kita yang memang suka pada lelaki”
                “ya, maka dari itu aku memberinya dosis agak banyak, hey yabu tengkurap saja” inoo membalikkan tubuh yabu. Ia memasukkan penisnya. Yuma klimaks, seluruh cairannya ia semprotkan ke wajah yabu. “ini untuk menyegarkanmu”
                “hei, kau. Biarkan dia istirahat” inoo menarik Yuma dan menciumnya mesra sambil mempermainkan penisnya di lubang yabu. Yang yabu rasakan saat itu adalah sedikit sakit dan melayang. Sedikit pengaruh dari obat. Inoo tiba-tiba berhenti.
                “kenapa kau berhenti?” Tanya yabu. Inoo terdiam beberapa menit. Yuma pergi ke kamar mandi lagi
                “aku harus syuting dan menyambut produser baruku, aku mandi dulu”
                Yabu yang merasa permainannya terhenti entah kenapa menagih-menagih dan menagih cumbuan dari merak, yabu menggerang manja di tempat tidur.pengaruh obat itu semakin kuat dalam diri yabu.
                “ahh. Kenapa kau berhenti, tolong.. tolong aku.. rasanya.. tubuhku.. tubuhku tak bisa didiamkan seperti ini…”
                Inoo tersenyum. “ssstt sabar sayang” inoo sengaja mengulur waktu sampai yabu bergerak duluan. Dan memang benar, yabu bergerak duluan menghampiri inoo. Dia menidurkan inoo dan mencumbu inoo seolah itu adalah megu kekasihnya. Yabu mulai menguasai permainan. Ia mecumbu leher inoo, turn ke dada nya, putting inoo, dan sampa ke testi inoo. Inoo hanya sengaja diam. Ia membiarkan yabu bergerak sesuai dengan instingnya. Inoo berdiri ke tembok dan menghadap belakang. Yabu denga cepat memasukkan penisnya, meniru gerakan Yuma dan inoo. Dan akhirnya sampai pada klimaksnya.
                Yabu sangat lelah. Ia tertidur pulas. Yuma keluar dari kamar mandi dan berdandan seperti saat ia naik ke atas panggung. Ia mengeluarkan sebuah buku cek dari ranselnya dan menuliskan sejumlah uang. “ini, ambillah. Anggap saja bonus untuknya, kasihan dia jika tak diberi upah”
                “cepat sekali,  kau tak ingin menginap disini? Malam ini klien ku Cuma kau”
                “tidak, aku harus segera menemui produser dan sponsor untuk konserku besok”
                “hahaha, kau ingin ‘melayani’ mereka?”
                “jangan bercanda, aku tak mau disentuh oleh kakek-kakek seperti mereka, kalau aku tak mencari uang, darimana aku akan membayar jasamu?” Yuma mencium bibir inoo dengan mesra “oh ya, kau sangat hebat menjerumuskannya ke dalam dunia kita” lirik Yuma pada yabu yang saat itu tertidur pulas. “aku sempat mengintip permainanmu saat mandi tadi dan kau memang hebat dalam mengendalikan seseorang seperti itu”
                “hahaha aku hanya melatihnya dan mengeluarkan insting liarnya” elus inoo pada wajah yabu yang berbaring di sampingnya “dan menjadikannya milikku seutuhnya”
                “seutuhnya? Dia punya pacar ya?”
                “ya, seorang gadis SMA, tetapi aku belum menyelidikinya”
                “mau kau apakan gadis itu?”
                “entahlah, aku tak berniat apa-apa, yang aku inginkan hanya orang ini”
                “hey inoo-chan, ini pertama kalinya kau sangat bersemangat pada seseorang, jika nanti kau mendapatkannya, jangan-jangan aku akan dibuang?”
                “tidak sayang..” ucap inoo sambil menyuruh Yuma duduk di sampingnya. “kau tetap klienku yang terhebat, sekalipun tak punya uang, kau tetap klien ku”
                “huh, kau ini memang pandai menggoda orang, kau mau aku melakukan apa?”
                “kau ini… banyak fans wanita kan? .. apa kau bisa berkencan dengan pacar orang ini? Hanya untuk menghancurkan hubungan mereka saja”
                “bisa saja, tapi ada syaratnya”
                “apa?” inoo tersenyum
                “aku harus selalu jadi klien prioritasmu”
                “as you wish my dear. Tolong selidiki pacarnya dan berkencanlah dengan dia, cukup kau hancurkan saja hubugannya”
                “ya sayang… aku pergi dulu, itekimasu”
                “selamat jalan…” inoo berbaring lagi di samping yabu dan memandangi wajah tidur yabu, senyumnya tak pernah hilang, ia mengelus lagi wajahnya dan berbisik tenang saja sayang, kau akan kutuntun ke dalam dunia ku…

To be continued…

No comments:

Post a Comment

your comment is precious to us :)