Rating : NC-21 if you don’t like something like sex
stuff just don’t read it
Genre :
romance, mystery
Cast :
Nakajima Kento (JE)
Sawada Mika (actually she’s vio-nee’s request
and it was presented for her :p)
Kikuchi
Fuma (JE)
Themesong :
YUI- please stay with me
Disclaimer :
semua tokoh ada yang punya, tapi
ceritanya punya saya
Quote :
“aku sama sekali tak peduli, meski kau adalah malaikat yang jatuh karena
separuh sayapnya terbakar api neraka”
Prolog :
Malam
ini, malam di tahun ketiga sejak saat itu, saat-saat terakhir kita berdua. Saat
yang seharusnya kita berbagi kebahagiaan bersama, namun menjadi hari yang amat
sangat kusesali. Kau yang satu-satunya
membangkitkan semangat hidupku dan dia yang menjadi satu-satunya harapanku.
Tuhan memang terlalu pintar menjadikan ini sebagai bahan ujian untukku
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Mika kembali
ke apartemennya pukul 7 malam dengan raut wajah menyeramkan. Dia membanting
tasnya ke tempat tidur .
“apa-apaan
laki-laki itu !! kalau bukan presiden direktur pasti wajahnya sudah kuhajar
dengan jurus karate ku!!” dia marah-marah sendiri tak jelas karena kesal.
Tetapi,
mika tiba-tiba ingat, saat kento mencium bibirnya. Entah kenapa ada suasana
nostalgia yang sama ketika fuma melakukannya dulu. Dia mengambil foto fuma yang
di letakkannya di samping tempat tidur. Foto mereka berdua ketika malam
valentine di paris. Entah kenapa malam itu mika sangat merindukan fuma, mungkin
sebagian karena keberadaan kento yang membuatnya menjadi rindu akan sosok fuma,
suara fuma, dan pelukan fuma yang hamper setiap saat ada untuknya. Tak sadar
air mata mika menetes, antara kesal dan sedih. Kesal karena apa yang telah
dilakukan kento padanya, dan sedih karena ia sangat merindukan fuma. Suara ponselnya
memecahkan tangisan mika. Telepon dari
nomor yang belum dikenal.
“mosh
mosh, sawada mika desu”
“jadi
benar ini nomor handphone mu..” suara seorang laki-laki terdengar.
“maaf,
anda siapa” Tanya mika
“Nakajima
Kento desu” mika kaget.
“kau
!!! darimana kau mendapatkan nomor handphone ku?!” bentak mika
“hei
tenang tenang nona, kau memberikan contact person waktu mengajukan proposal
pada perusahaanku kan?”
Mika kaget,
ia merasa bodoh dan ingin menarik kembali ucapannya. “ah, ya maaf aku lupa”
suaranya merendah.
“hahaha,
kau ini sentiment sekali padaku. Sudahlah lupakan yang telah lalu. Aku ingin
mengajakmumakan malam”
“ah
maaf aku tidak bisa.” Mika menolaknya dengan tegas. “aku dank au hanya sebatas
rekan kerja. Lebih dari itu kita tidak pernah saling kenal, angggap saja
seperti itu”
“bagaimana
jika kita makan malam sebagai rekan kerja?” kento menawarkan
“maksudmu?”
mika memancing kento
“atasanmu
bilang bahwa jika ada yang tidak berkenan di hatiku, atau karena pekerjaan karyawannya
jelek. Aku bisa langsung menghubunginya dan memintanya untuk…”
Belum selesai
kento berbicara mika memotong. “ah baiklah jika itu maumu”
“hahaha
baiklah nona sawada.” Kento senang karena merasa menang. “ku tunggu kau di
restoran ma petite amie jam 7 malam besok. Arigatooo” kento meledek mika karena
dia merasa senang dan menutup teleponnya. Mika membanting handphonenya sampai
rusak Karena kesal. Andai kento bukan atasannya pasti sudah benar-benar ia
hajar lelaki itu.
Keesokan
harinya saat tepat pada waktu yang dijanjikan mika datang namun dengan pakaian
kerja. Sangat tidak cocok dengan pakaian kento yang saat itu menggenakan baju
casual yang menarik perhatian sebagian besar wanita disitu.
“duduklah”
kento berdiri dan menarik kursi mika. Seperti layaknya pria sejati yang
mempersilahkan tuan puteri untuk duduk.
Mika hanya
diam dan duduk. Dia membawa semua dokumen yang ingin diserahkan pada kento.
“hei,
nona santai saja. Pesanlah makanan dulu. Ngomong-ngomong kau belum mandi ya? Kenapa
masih memakai baju kerja?”
“jangan
bercanda, saya kesini karena anda bilang ini adalah pertemua bisnis kan? Karena
itu saya memakai pakaian formal”
Kento hanya
tertawa kecil. Ia memanggil pelayan dan membiarkan mika memesan makanan. 15
menit kemudian makanan mereka datang.
“makanlah
dulu baru kita bicarakan project ini.” Katanya. “aku tak mau waktu makanku
diganggu hal-hal tidak penting seperti ini”
Tidak penting !!?? apa pria ini bodoh??!! Dalam
proyek ini melibatkan hamper 10.000 orang di dalamnya dan dia masih bisa bilang
tidak penting!! Apa janga-jangan dia benar-benar bodoh dan menjadi direktur
hanya karena jabatan orangtuanya?! Kata mika dalam hati. Ia menyantap
makanan ala perancis di restoran itu. Makanan yang kento pesan adalah truffle
khas perancis yang sangat mahal. Ini adalah makanan yang sangat disukai fuma
dan fuma hanya bisa membelinya paling tidak 6 bulan sekali karena harganya yang
sangat mahal sementara kento bisa hamper setiap kali ke restoran itu
menikmatinya. Sekali melihat makanan yang dipesan kento mika tahu kento bukan
orang sembarangan dan bukan berada pada level mika. Mika sedikit bertinngkah
sopan kali ini padanya.
“bagaimana
makanannya?” tanyanya pada mika
“sangat
enak, terimakasih” mika menjawab. “oh ya ini dokumen yang harus saya serahkan
pada anda” mika memberikan tumpukan dokumen itu namu kento hanya memasukkan itu
semua ke tasnya dengan sembarangan.
“maaf
untuk kejadian waktu itu” kento berkata pada mika. “memang kau yang memaksaku
duluan untuk melakukannya sawada-san, tetapi
jika aku tak meneruskannya itu tak akan terjadi”
“sudahlah
nakajima-san, aku sudah melupakannya.” Mika berbohong. Tetapi kento yang sudah
lama di dunia bisnis bisa menebak kebohongan mika. Kento hanya pura-pura
percaya.
“sawada-san,
apa kau tahu sejak kapan aku berada di dunia bisnis seperti ini?”
“eh? Aku
tak tahu”
“sejak
usia-ku 15 tahun dan sejak saat itu aku sudah menemui berbagai macam sifat dan
karakter manusia, dan dengan hal-hal yang diajarkan almarhum ayahku, aku bisa
menebak orang-orang yang berbohong pada
saat berbicara denganku, karena itu bisnis ku bisa maju”
Mika kaget
dan canggung. Ia takut perkataannya tadi ketahuan bohong. Kento semakin senang
melihat wajah canggung mika. Mika memutuskan untuk menghindar dari orang ini.
“anoo
san, aku.. karena ada keperluan mendadak. Dengan terpaksa aku harus pergi. Sumimasen”
mika langsung pergi tanpa basa-basi. Kento tertawa kecil lagi. Dia memanggil
sekretaris sekaligus teman sepermainannya dari kecil yag daritadi duduk di
dekat kursi mereka.
“hei,
kosuke. Kapan terakhir kali aku berpacaran?” Tanya kento pada sekretarisnya itu
“ah,
kalau tidak salah minggu lalu” jawabnya
“baka
!! maksudku, kapan terakhir kali aku benar-benar serius pada wanita” katanya
sambil tertawa.
“ah,
kalau tidak salah waktu kelas 3 SMP kan?” katanya. “ada apa? Kenapa tiba-tiba
bertanya hal itu?”
“sepertinya,
kali ini akan terulang lagi” kento menjawab singkat.
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Mika dengan
cepat menyetir mobilnya dan kembali pulang. Ia segera mandi lagi dan
menjernihkan pikirannya. Ia menenggak langsung setengah botol wine yang ada di
meja kerjanya. Perasaannya bercampur aduk setiap melihat kento. Kesal, marah,
semua hal-hal buruk di hatinya saat ini berasal dari kento. Begitu pikirnya.
“kuso
!!” katanya. Bel apartemennya berbunyi. Ada seorang pengantar bucket bunga. Dia
memberikan bucket bungan lili berwarna putih dan selembar kartu ucapan tulisan
tangan seseorang.
Oyasumi, semoga
mimpimu indah malam ini
Kento,
Mika kaget, ia tak habis pikir
bagaimana kento bisa tahu alamatnya. Terlebih lagi untuk apa repot-repot dia
memberikannya bucket bunga. Mika mengambil bucket bunga itu dan membuangnya ke
tempat sampah begitu pengantar bunga itu pergi.
“menyusahkan
saja” kata mika. Kemudian ia
membaringkan dirinya di tempat tidur dan tertidur lelap.
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Pagi harinya
di sebuah kamar hotel mewah, kento terbangun di samping seorang wanita cantik,
ia seorang super model terkenal di jepang. Sepertinya kento menyewanya malam itu. Kento bangun
karena ponselnya berbunyi.
“mosh-mosh,
bagaimana kosuke, sudah kau antarkan bunganya?”
“ya,
sudah ku antarkan tetapi sepertinya pengantar bunga itu bilang. Wanita itu
langsung membuang bucket bunga itu.”
“aahh
sudah kuduga, dia memang membenciku karena kejadian malam itu” kata kento
kesal. “baiklah kosuke, tunggu perintahku selanjutnya”
“baik”
kosuke menutup teleponnya.
“ada
apa sayang? Kenapa raut wajahmu kesal seperti itu?” Tanya wanita yang masih
terbaring tanpa pakaian di samping kento. Dia mencium bibir kento namun kento
menghindar. Namu wanita itu tetap mengejar wajah kento. Dipeluknya kento, dan
ia naik ke pangkuan kento. Dadanya bersentuhan dengan dada kento. Ia mencium
kento sekali lagi dan berhasil. Kento membalas ciumannya.
“hei,
kalau kau. Sebagai wanita, apa yang paling kau inginkan di dunia ini?”
“aku? Kalu
aku…. Uang, liburan, emas, rumah mewah..” jawab super model itu
“haaahhhh
sepertinya tak ada gunanya aku bertanya padamu” keluh kento
“hahaha
ada apa? Sepertinya kau sedang jatuh cinta ya?”
“entahlah,
hanya saja. Wanita ini membenciku dan aku tak suka diperlakukannya seperti ini”
“bagaimana
jika kau memberinya kejutan kecil?”
“kejutan
kecil??”
“ya,
wanita sangat suka diberi kejutan oleh pria, mereka lebih senang jika pria itu
memberikannya hadiah bukan dengan uang atau materi yang dimilikinya namun lebih
kepada usaha mereka mendapatkan kejutan itu” wanita itu menasehati
Kento terus
berfikir namun ia belum menemukan hadiah yang cocok.
“jika
kau ingin mengambil hati wanita yang membencimu, lebih baik kau mulai dari
bersikap simpati padanya dan tidak membuatnya kesal” wanita itu melanjutkan
“tapi
aku tak tahu apa yang membuatnya terganggu dengan keberadaanku” kata kento
dengan polosnya
“hahaha,
mungkin kan bisa mulai dari hal yang ia senangi dan antusias. Kau kaya, kau
bisa dapat info apapun yang kau mau”
“ah,
sou ka” kento mendapat ide. “wakateru !! arigato”
“douita,
demo…. Kau harus memberikanku lebih untuk jasa konsultasi ini”
“as you
wish my dear” kento mencium wanita itu dan memainkan lidhnya. Tak lama wanita
itu melepaskan diri dari peluka kento.
“aku
ada pemotretan pagi ini. Aku minta cek saja”
Kento langsung
menuliskan cek sebesar 150000 yen untuknya. Wanita itu memakai pakaiannya dan
mengambil ceknya dengan cepat. “ambilah, kau sudah banyak membantuku”
“arigato
kento-chan” wanita itu mencubit pipi
kento dan pergi.
Ia segera
mengambil ponselnya untuk menghubungi mika namun ponsel mika berkali-kali
dihubungi tetap tidak aktif.
“ah
sudalah, mungkin dia sedang tak ingin diganggu” kento kemudian menghempaskan
tubuhnya ke kasur dan kembali tidur
To be continued


No comments:
Post a Comment
your comment is precious to us :)