Pages

UNTITLED LOVE PART 2



Judul                     : untitled love
Rating                   : NC -21. If you don’t like sex stuff, it’s better for you to not reading it
Cast                       : Megumi Sakurada (it’s mine, I created it :p)
                                 Kei Inoo (JE)
                                Yabu Kota (JE)
                                Yamada ryosuke (JE)
                                Daiki Arioka (JE)
                                Nakayama Yuma (JE)
Themesong          : YUI- LOVE & TRUTH
Disclaimer           : semua tokoh ada yang punya, ceritanya punya saya
message              : 
                           Satu hal yang dapat dipelajari dari cerita ini adalah, apapun keputusan hidup orang di sekitar kita, hargailah mereka, ada cerita perjuangan yg tak akan pernah bisa kita bayangkan sebelumnya di balik itu semua.

Prolog                   : 
              Gemericik air salju di jalan membawaku dalam lamunan yang sedikit membuaiku dalam ingatan itu, suara angin, burung-burung, nyanyian natal,  lampu Tokyo tower dengan berbagai hiasan di atasnya. Kau tahu, seharusnya di saat-saat seperti ini seseorang pasti akan merasakan kebahagiaan bukan? Merasakan kebahagiaan berkumpul saat natal bersama keluarga, saling bertukar kado, menyanyikan lagu natal bersama-sama, atau bahkan pergi berkencan, tapi hari natal bagiku adalah hari terkutuk. Ya, hari yang amat sangat ku benci dan tak ingin ku lewati, hari dimana setiap orang akan merasakan kebahagiaan sementara aku harus membuat upacara peringatan hari kematian orangtuaku, dalam kesendirian yang teramat dalam.

...................................................................................................................................................................


Jarum jam di sebuah taman depan kampus M sudah menunjukan 11.47. tiga orang pemuda tampan seusia yabu dengan wajah cemberut kesal sedang duduk dan berkali-kali menengok jam tangannya. Pemuda itu adalah Kei Inoo dengan kaos merah bercelana jeans hitam, Yamada Ryosuke dengan kemeja kotak-kotak hitam putih bercelana putih, dan Daiki Arioka dengan sweater berwarna kuning serta celana pendek warna hijau lumut. Mereka mulai kesal menunggu Yabu yang tidak kunjung datang.
                “hei, kei, sudah kau telepon kou-chan?” Tanya daiki kesal
                Kei diam dan mengangguk, dia memang sangat pendiam. Sebenarnya, ini adalah pertama kali bagi yamada, yabu dan daiki berada dalam satu kelompok belajar dengan kei inoo. Inoo tergolong anak yang cukup pintar namun sangat anti sosial. Dia tidak mempunyai satupun teman dekat seperti yamada, daiki, dan yabu semenjak beberapa tahun  lalu masuk ke universitas ini. Berbeda dengan inoo, yamada daiki dan yabu adalah teman dekat dari SMA. Mereka masuk universitas ini karena mereka sama-sama menyukai seni. Mungkin disinilah takdir yang akan menentukan awal dari cerita ini.
                Yabu berlari terengah-engah dari kejauhan. Menghampiri mereka bertiga.
                “gomen ne~ aku terlambat….” Nafas terengah-engah “aku dari rumah megu” lanjut yabu
                Yama mendekati yabu menepuk punggungnya “heee, kou-chan. Kau sangat beruntung punya pacar setia seperti dia”
                Yabu mengangguk sambil mengatur nafasnya. Dia menghampiri inoo. “kei, maaf ya membuatmu menunggu, kalau yama dan daiki sih tak apa-apa menungguku…. Hountou gomen ne” yabu membungkuk.
                “hey kau ini, aku tahu kita teman dari kecil. Tapi kau kejam sekali membiarkan kami menunggu lama sementara kau berpacaran di rumah megu” seru daiki
                “selain itu, sepertinya kau sangat lelah karena sesuatu, padahal  jarak rumah megu dari sini sangat dekat . apa yang kau lakukan di tempatnya?” Tanya yamada antusias
                “kau ini, selalu saja ingin tahu urusan orang lain” yabu menghindar.
                “kei, sekali lagi hontou ni gomen ne” yabu membungkuk lagi.
                “tidak apa-apa, mana data yang semalam kuminta di telepon” kei tersenyum.
                “dozo” yabu menyerahkan sebuah flashdisk . inoo menerimanya dan kemudian berjalan duluan.
                “aku ke toilet dulu ya” inoo pun pergi.
                Selesai inoo dari toilet mereka langsung pergi mencari tempat untuk mendiskusikan tugas mereka. Sebuah toko hamburger  1 kilometer dari Tokyo tower mereka pilih untuk berdiskusi. Toko itu memang sangat terkenal di kalangan anak muda khususnya para pria karena harganya yang bersahabat dan semua karyawan disitu adalah perempuan, termasuk supir delivery dan kuli panggulnya. Sebuah khas dari manajemen restoran ini. Hamper semua karyawati di restoran tersebut memandangi keempat pemuda tampan yang baru masuk ini, terlihat beberapa waitress berebut giliran untuk melayani makanan mereka atau hanya sekedar menanyakan apakah mereka ingin menambah pesanannya.
                “aahhh disini memang tempat paling tepat untuk  duduk-duduk. Ya kan dai-chan?” seru yama yang memecahkan keheningan setelah kurang lebih satu setengah jam mereka mengerjakan tugasnya masing-masing dalam laporan yang besok harus sgera dikumpulkan. “ya” jawab dai-chan singkat. Dia masih sibuk dengan pekerjaannya. Wajah yamada merengut. “hey kei-kun, wanita bercelemek ungu yang duduk di depan kasir itu melihatmu terus sejak kita masuk kesini lho” kata yama sambil menunjuk salah seorang waitress cantik dengan celemek ungu, high heels berwarna nila dan make-up natural. Inoo diam saja tak menggubris pernyataan yamada.
“kalian ini kenapa sih sibuk sekali?” Tanya yama heran.
“sebaiknya selesaikan tugasmu dulu yama-chan, ini sudah hampir jam 3 dan kita masih harus menyusun laporan ini menjadi sebuah makalah.” Ucap yabu sambil mengetik laporan di laptopnya.
“aku sudah selesai dengan tugasku” acuh yamada.
“EH !!?? hontou? Usoo ?!” Daiki kaget dan langsung menghentikan kegiatannya.
“tidak, aku serius, semua tugasku sudah selesai hanya tinggal merapihkan sebagian kata yang salah ku ketik” ucap yama dengan bangga.
                Ttrrrr~ ttrrrrr~ bunyi handphone inoo bordering. Tampaknya dari seorang wanita yang sedang menangis. Tetapi inoo menjawabnya dengan nada yang datar. “ya, aku akan segera kesana.” Yamada, daiki, dan yabu saling bertatapan.
                “doushite kei-kun?” Tanya yabu
                “kakakku menelpon, katanya ayahku masuk ruang ICU di kanto, neechan sedang menungguku di rumah” jawab inoo singkat
                “ hontou?! Aku turut berduka kei-kun, pulanglah, temani kakakmu di rumah. Jangan biarkan dia sendirian, yakan kou-chan, ryo-chan?” Tanya daiki meminta persetujuan.
                “ya kei-kun sebaiknya kau pulang saja duluan.” Balas yama
“baiklah, kalau itu mau kalian. Aku pulang duluan, jaa minna, arigatou” kei pergi.
                Tinggallah yabu, yama, dan daiki duduk di pinggir jendela. Kira-kira 30 menit mereka selesai mengerjakan tugas mereka, tiba-tiba yabu sadar ada sebuah dompet coklat bermotif kuning tergeletak di samping tempat duduknya. Yabu membuka dompet tersebut. Ternyata dompet itu milik noo yang tertinggal.
                “eh? Mina, dompet kei tertinggal, bagaimana ini?” Tanya yabu bingung
                “besok saja kau kembalikan kou-chan, besok kau satu kelas saat mata kuliah pengantar seni bukan?” jawab yama sambil melahap hamburger untuk ketiga kalinya dia memesan itu.
                “tapi, kasihan dia kalo dompetnya tertinggal, siapa tau ada barang yang sangat dia butuhkan disini”
                “yasudah, kau kembalikan saja, disana ada alamat lengkap tempat dia tinggal kan? Lagipula kenapa dia tidak segera sadar kalau dompetnya tertinggal ya? Baka !! padahal dia kan harus naik kereta” ucap daiki sambil meminum hazelnut coffee nya.
                “mungkin dia tipe orang yang selalu menyediakan ongkos di sakunya, lagipula neechan nya kan menunggu di rumah, pasti dia lebih mengkhawatirkan kakaknya” kata yabu
                “yasudah kau kembalikan saja kou-chan” dai-chan menasehati
                “haai~ ada bahan yang harus ku serahkan juga padanya, tadi aku lupa”
                15 menit kemudian mereka selesai menyantap makanan. Cukup banyak yang mereka pesan saat itu. Mereka kemudian berpisah karena arah rumah mereka berbeda. Tapi yabu tidak langsung pulang, seperti rencana awal dia pergi ke rumah inoo yang alamatnya tertera pada SIM di dompet itu.
                “lumayan jauh juga rumahnya, aku harus naik kereta lalu bis, huh agak merepotkan. Padahal rencananya hari ini aku ingin menginap di rumah megu” gerutu yabu di dalam hati
                30 menit lama perjalanan dari Tokyo ke rumah inoo. Apartemen kamar  12GF4 sudah ada di depan yabu, kemudian dia menekan tombol bel pintu. Apartemen ini tergolong apartemen kelas atas. Darisitu yabu menduga bahwa inoo adalah anak dari kalangan berada.  Belum sempat menekan bel pintu seorang wanita yang jauh lebih tua darinya menggenakan blous warna cream dengan hiasan kalung mutiara yang cantik serta rok mini warna senada bergaris hitam keluar duluan. Wanita itu member senum kepada yabu dan dia membalasnya. Siapa itu? Ah itu mungkin kakak inoo, tetapi…. Tidak terlihat seperti seorang kakak yang panic karena ayahnya sedang masuk rumah sakit? Ah sudahlah itu urusan mereka. Inoo menghampiri keluar dengan raut wajah yang sedikit kaget.
                “ah kau! Selamat datang, masuklah…” inoo mempersilahkan yabu masuk “ada perlu apa kau kemari?”
                “anoo, aku ingin mengembalikan dompetmu yang tertinggal, tadinya ingin ku kembalikan besok saat di kelas, tapi kupikir mungkin ada barang-barang yang akan sangat kau butuhkan disini” jawab Yabu dengan lembut.
                “wakateru !! arigatou gizaimasu” inoo segera mengambil dompetnya. “duduklah, aku buatkan kau minuman, pasti kau haus? Mau minum apa?” inoo menawarkan.
                “apa saja, terserah kau” jawab Yabu singkat.
                “un, baiklah, aku buatkan kau secangkir kopi” Inoo bergegas ke dapur.
                Selagi inoo membuatkan kopi, Yabu sibuk melihat-lihat sekeliling apartemen Inoo, apartemen yang untuk orang biasa seukuran yabu sangatlah mewah. Design interriornya saja mengadaptasi design eropa dengan sofa yang berwarna keemasan. TV dengan ukuran 42 inch yang sangat tipis tergantung di dinding depan sofa tempat yabu duduk. Inoo datang dengan dua cangkir kopi hitam.
                “douzo…” inoo member yabu secangkir kopi
                “arigatou gozaimasu…” jawab yabu singkat. “ngomong-ngomong kei-kun, yang tadi keluar itu neechan-mu? Dia sangat cantik”
                Inoo terdiam, dia segera menyeruput kopi yang dia buat tadi tanpa menghiraukan pertanyaan dari yabu. Yabu-pun juga ikut meminum kopi hangat di depannya.
                “anoo, kei-kun. Hari sudah gelap, aku harus pulang, tadi ibuku sms minta dibelikan takoyaki nayoo dekat stasiun, dan sedikit lagi toko itu tutup”
                “tunggulah sebentar lagi…..” jawab inoo dengan suara yang lembut
                “eh? Nande?”
                Kei mendekat ke arah sofa tempat yabu duduk. Wajahnya mendekati wajah yabu. Dia tersenyum sinis mirip seperti pada saat yabu ‘menyentuh’ megu. Yabu terdiam heran dan tak sadar bibir inoo telah mendarat di bibir yabu. Yabu kaget dan segera mendorong inoo hingga jatuh.
                “apa yang kau lakukan?!” bentak yabu, dia bingung apakah shock atau marah karena ini baru pertama kali seorang pria mencium bibir seksinya.
                “hhhh..” inoo megusap darah yang keluar sedikit dr sisi bawah bibirnya akibat terbentur pinggir meja. Dia langsung memukul yabu dan mendorongnya ke sofa hingga yabu terbaring di sofa. Inoo memegang kuat tangan yabu supaya dia tidak bias kabur. “lepaskan….” Berontak yabu. Seharusnya yabu bias dengan mudah lari karena secara fisik, dia lebih unggul disbanding inoo. Yabu lebih tinggi dan lebih besar dari inoo, akan tetapi hal yang aneh terjadi pada tubuhnya, ia tak bias memberontak, badannya lama kelamaan menjadi lemas. Inoo tersenyum sinis sekali lagi.
                “obat yang kuberikan sepertinya sudah mulai bekerja padamu ya…” inoo tersenyum puas
                “apa yang berikan padaku?” yabu sekain tak berdaya.
                “semacam obat yang akan membuatmu terbawa nikmatnya malam ini, sebenarnya aku tadi sengaja meninggalkan dompetku di sebelah bangkumu karena aku tahu, kau adalah tipe orang yang memikirkan oranglain… “
Inoo langsung mencumbu leher yabu. Setiap sentuhan inoo membuat yabu semakin tidak karuan. Ia ingin memberontak namun tubuhnya seolah menagih terus cumbuan-cumbuan dari inoo. Dia menikmatinya sekaligus malu. Kini yabu sudah sepenuhnya terkena pegaruh obat tadi, inoo mulai melepaskan pegangannya pada yabu. Dia melucuti semua pakaian yabu. Dan melucuti pakaiannya sendiri juga. Inoo terlihat senang. Yabu dengan setengah kesadarannya hanya pasrah, tubuhnya tidak kuat menahan pengaruh obat ini.
“kau pasti penasaran ada apa dengan tubuhmu kan? Tenang saja, itu bukan racun, hanya obat perangsang yang akan menunjang kenimkatan kita mala mini, jujur saja, sejak masa orientasi di universitas aku sudah tertarik padamu, dan pada akhirnya aku memutuskan untuk membuat jebakan yang aku tidak yakin akan berhasil, tapi ternyata kau memang terlalu manis…” inoo mengulum bibir yabu. Yabu membalas, namun dalam hatinya memberontak, ia segera menggigit bibir inoo.
                “huh, kau masih bisa berontak ya? Anak nakal !!” inoo berlutut di depan yabu yang sedang duduk di sofa tanpa menggenakan apapun. Dia memperhatikan penis yabu yang dari tadi sudah tegang karena obat perangsang. Inoo segera mengambilnya, memasukkannya ke dalam mulut dan mengulumnya seperti seorang anak kecil yang mengemut lollipop. “aahhhh…. Ahhhh…” yabu mendesah. “hentikan kei kun… ini tidak benar…” semakin lama permintaan yabu berubah menjadi desahan kemikmatan. Yabu mulai beradaptasi. Sekitar 15 menit inoo mem-blowing penis yabu hingga akhirnya cairan yabu keluar. Biasanya saat bercinta dengan megu, ia jarang keluar secepat ini. Inoo memberikan service yang lebih hebat dibandingkan megu.
Kemudian inoo berdiri, ia mengeluarkan penisnya yang kemerahan, disodorkannya pada yabu, yabu yang masih dalam pengaruh obat seolah anjing yang mengikuti perintah tuannya. Ia mengulumnya dengan cepat. Ini pertama kali untuk yabu mengulum penis sesamanya. Agak jijik rasanya tapi entah kenapa ada sensasi tersendiri saat inoo mulai mendesah kenikmatan.
“ahh terus yabuu… lakukan teruss..” tak sabar dengan kuluman yabu yang masih tergolong amatir, inoo menggerak-gerakkan kepala yabu maju mundur, hal itu dilakukan selama 7.5 menit. Tak puas dengan itu, inoo merubah posisi, dia meminta yabu untuk tengkurap, yabu sudah hamper tak sadar. Ia kini dalam posisi merangkan, penis inoo segera masuk ke dalam lubang belakang yabu. “aaaau.. “ yabu kesakitan. “hentikan .. sakit..” inoo tidak menghiraukan, dia meneruskannya hingga semua penisnya masuk ke dalam lubang yabu. Dia memasukkan-mengeluarkan terus menerus hingga yabu bias merasakan kenikmatannya. Mereka melakukan permainan ini selama 1 jam dan akhirnya inoo mencapai klimaks yang ke 2 kali. Yabu segera jatuh dan tertidur pulas akibat kelelahan. Inoo tertawa puas. Telepon yabu berdering. Sms dari megu datang. Inoo membuka sms itu.

from : megu
kou-chan, hari ini kau jadi menginap? Kalau jadi aku akan menyiapkan futon untukmu

pacarnyakah? Sepertinya begitu. Inoo membalas sms itu dengan pura-pura menjadi yabu

reply to : megu
gomen ne~ hari ini ibu menyuruhku untuk membeli makanan kesukaannya di dekat stasiun dan memintaku makan bersama, jadi sepertinya tidak bisa. Maaf ya

5 menit kemudian balasan datang

From ; megu
Daijoubu desu, salam untuk ibumu ya. Aishiteru J

Inoo tersenyum puas melihat yabu, ia memindahkan yabu yang tertidur ke kasurnya yang sangat nyaman, kasur yang hanya dimiliki orang-orang kaya di jepang. Inoo membanting dirinya ke kasur dan berbaring di samping yabu sambil berbisik welcome to my world dear ….

To be continued ……

4 comments:

  1. Kok direpost lagi? O.o
    Tpi gak apa2 lah,sama aja menurut Dada,hhe :D

    ReplyDelete
  2. hehe arigato udah jadi langganan ff aku dada :p

    ReplyDelete
  3. Wow, banyak skip kalo part ini. :o
    Ksian Yabunya, kenapa Inoonya suka sama Yabu. :(

    ReplyDelete

your comment is precious to us :)