Nama
blog : www.yabuchiha.blogspot.com
Nama twitter
: @YabuChiha
Title
: I'll never
regretting my decision anymore!
Categories
: One Shoot
Genre :
Friendship
Rating
: T
Theme song
: Arigato by Hey! Say! JUMP
Author
:
Chiha
Umur :
19 tahun
Alasan mengikuti lomba: Aku cinta
Yabu Kota, sangat, sangat dan sangat Cinta. Ini salah satu dedikasiku buat
ulang tahunnya yang sebentar lagi tiba. Dan aku juga ingin memenangkan mug yabu
itu (jujur banget)
Cast : 1. Yabu
Kota
2. All members Hey! Say! JUMP
3.
Yayayah members
4.
Yabu’s family
5.
Johnny’s artist
Synopsis/ Quote: Kuliah
sambil bekerja? Apalagi sebagai seorang Idol tentu saja sibuk dan capek. Pernah
gak mikir kira-kira rasanya gimana menjalankan kedua hal tersebut bersamaan?
Nah ini ceritanya si Yabu Kota si leader dari sebuah Idol Group Jepang bernama
Hey! Say! JUMP
*All
Yabu Kota’s POV*
Nani? sudah jam 10 malam dan aku
baru mengerjakan seperempat dari tugas kuliah ini?? Kami-sama tasukete~ aku
benar-benar lelah. Karena hari ini ada Johnny’s World dan aku pulang ke rumah
jam 9 malam. Tapi apa yang kudapat? Bukannya bisa istirahat tapi malah harus
mengerjakan tugas kuliah yang banyak sekali dan tugas ini harus dikumpulkan
besok. Aku benar-benar tidak tahan hidup seperti ini!!.
“Kota”, seru Kaa-sanku.
“Na-nani kaa-san?”, aku terkejut
tiba-tiba kaa-san ada di depan pintu kamarku.
“Kau tidak istirahat? Kaa-san tahu
kau pasti sangat capek”
“Unn~ aku memang capek Kaa-san tapi
tugas ini harus dikumpulkan besok jadi aku harus segera menyelesaikannya”
“Kenapa tak kau selesaikan
sebelumnya Kou~”
“Aku juga maunya begitu, tapi
seperti yang Kaa-san tahu jadwal Johnny’s World benar-benar membuatku kelabakan
bulan-bulan terakhir ini”
“Ya ampun, Kou~”, dan Kaa-san
beranjak dari kamarku, akupun meneruskan mengerjakan tugasku. Tiba-tiba Kaa-san
masuk kembali ke kamarku dengan membawa secangkir kopi dan cemilan. Aku
benar-benar terkejut.
“Eh, Arigato Kaa-san”, kataku.
“Jaga kesehatanmu Kou~ Kaa-san tidak
mau kau sakit. Perlukah Kaa-san temani sampai tugasmu selesai?”, kata Kaa-san.
“Iie, daijoubu desu, Kaa-san
istirahat saja dan mou ikkai arigato”, kataku sambil tersenyum pada Ibu yang
sudah melahirkan dan membesarkanku.
“Unn~ jangan terlalu memaksakan diri
Kou~ Kaa-san sangat mengkhawatirkanmu”.
“Tenang Kaa-san aku tidak akan
membuatmu mencemaskanku, Arigato dan Oyasuminasai”.
“Oyasuminasai Kou~”, balas ibu
sambil mencium dahiku.
Ya aku memang sangat bersyukur
memiliki ibu seperti beliau dari dulu sampai aku berusia 22 tahun seperti
sekarang beliau masih selalu memanjakanku mungkin karena aku merupakan anak
yang paling kecil di rumah ini. Dan aku melanjutkan mengerjakan tugasku.
|
|
“Uhmmm~”.
Nani? Sepertinya aku tertidur saat
mengerjakan tugas, beranikah aku melihat jam. Aku sedikit demi sedikit mencoba
menoleh ke arah jam dinding. Dan aku terkejut sudah jam 9 pagi, dan kelasku
akan dimulai 1 jam lagi. Dan tugas ini belum selesai! Aku benar-benar bisa gila
seperti ini terus.
Aku bergegas mandi dan bersiap-siap.
Kaa-san menyuruhku untuk sarapan dulu sebelum berangkat tapi mana bisa aku
makan sekarang.
“Nanti saja Kaa-san aku makan di
kampus saja, oh ya Kaa-san aku mungkin pulang malam soalnya ada on air di M**L
dan satu lagi Kaa-san aku pakai mobil ya karena aku sudah benar-benar telat gak
mungkin berangkat pake kereta”, kataku cepat.
“Tapi Kou~ sarapan dulu~~”
Aku tidak menghiraukan Kaa-san dan
aku langsung mengambil kunci mobil dan berangkat sambil berteriak “Ittekimasu”.
Samar-samar aku mendengar Kaa-san menyahut “Itterashai”.
Aku memacu mobilku secepat yang aku
bisa dan sampailah pada lampu merah, aku benar-benar benci lampu merah! Bisakah
tidak ada lampu merah di dunia ini? Akhirnya lampu itu berubah menjadi hijau,
aku langsung menancap gas ke kampus. Setelah memarkir mobil aku langsung
berlari ke kelasku. Dan syukurlah dosennya belum masuk. Aku memanfaatkan
kesempatan ini untuk kembali melanjutkan mengerjakan tugasku. Tiba-tiba ada
mahasiswa yang masuk dan bilang kalau dosennya akan telat setengah jam. Yatta~~
aku benar-benar beruntung aku langsung mengerjakan tugasku dan akhirnya selesai
sebelum dosen itu masuk. Setelah dosen masuk semua tugaspun dikumpul dan beliau
menerangkan pelajarannya. Dan tentu saja aku sangat mengantuk karena mungkin
semalam aku hanya tidur selama 4 jam. Dan badanku benar-benar lelah
jadi selama pelajaran dimulai aku hanya tertidur.
|
|
“Yabu…Yabu…”, panggil Haru yang
duduk disebelahku.
“Eh nani??”, jawabku dengan muka
yang mungkin sangat kusut bekas tertidur tadi.
“Pelajarannya sudah selesai Yabu~
sudah cukup kau tidurnya hahaha”, tawa si Haru.
“Ah souka~ aku benar-benar mengantuk
Ru”, jawabku sambil mengucek mata.
“Bagaimana kalau kau istirahat saja
di ruang kesehatan, kau bisa tidur disana hahaha”
“Nice idea hahaha, oke”
Kami pun berjalan menuju ruang
kesehatan. Sayup-sayup aku mendengar para cewe berbisik-bisik mungkin karena
penampilanku hari ini yang sangat acak-acakan. Sudahlah aku sudah tidak mau
menjaga image ato apalah itu di kampus ini, aku hanya mau istirahat. TITIK!
“Ne Haru arigato mengantarku”,
sambil kutonjok bahunya pelan.
“Baka! Aku kan mau ke perpustakaan
sapa bilang aku menemanimu bleee”, katanya sambil menjulurkan lidahnya.
“Hahaha alasan!! Ya sudah sana pergi
ke perpustakaan, aku mana percaya orang sepertimu ke perpustakaan”.
“Dasar! Lihat saja, Jaa
Kota-kuuun~”, kata si Haru menirukan gaya cewe yang genit.
“Pergi sana!”, usirku.
Aku tahu Haru baik, dia sangat baik.
Di kampus ini mungkin hanya dia yang bisa menganggapku sebagai mahasiswa normal
lainnya tidak sebagai seorang Idol.
“Sumimasen”, kataku saat masuk ruang
kesehatan.
Sepertinya tidak ada orang jadi aku
langsung berbaring di atas kasur, ya ampun kasur ini terasa sangat enak
daripada selama 4 jam tidur diatas tumpukan kertas dan beberapa jam yang lalu
diatas meja. Aku langsung tertidur pulas dan ternyata aku melupakan suatu hal
penting.
Dddrrrtt Ddrrrtt Drrttt~
Aku mendengar getaran pada
handphoneku dan aku mulai membuka mataku,saat aku ingin mengangkatnya telponnya
mati ternyata itu dari Hikaru dan ternyata aku benar-benar tertidur dengan
pulas. Aku melihat banyak sekali missed calls dan aku melihat jam yang sudah
menunjukkan jam 5 sore. “APAAAAAAAAAAAAAAAA?????”, teriakku yang membahana.
Bagaimana aku tidak berteriak aku ada jadwal on air di M*** jam 6 sore ini dan
aku melewatkan briefing yang dimulai dari jam 3 tadi. Ya ampun aku benar-benar
kelabakan lagi kali ini. Dan aku langsung berlari ke parkiran dan menancap gas ke
studio. Jujur saja aku sangat lapar sekarang tapi yang terpenting sekarang
adalah aku bisa sampai studio M*** tepat waktu dan lagi-lagi Hikaru menelpon
dan aku mengangkatnya yang kudengar hanya teriakan “BAKA!!! Dimana kau sekarang
hah??”.
“Gomen, gomen aku ketiduran sekarang
aku sedang menuju kesana”, dan langsung kututup telpon itu sebelum telingaku
benar-benar budeg mendengar teriakan Hikaru itu.
Sesampainya disana aku berlari ke
ruang ganti dan aku melihat semua anak-anak JUMP memasang muka masam melihatku,
aku hanya bisa berkata “Gomen, minna-san”, dan tiba-tiba Hikaru menjitak
kepalaku. Jujur sebenarnya itu hanya jitakan biasa namun karena aku sangat
lapar dan tidak bertenaga aku sampai terjatuh. Semua anak-anak JUMP sampai
Hikaru sendiri terlihat bingung dan Chinen langsung membantuku berdiri dan
meneriaki Hikaru “Hikka-chan apa yang kau lakukan?? Kasihan Yabu-chan, dia kan
sudah minta maaf kenapa kau jahat sekali”, bentak Chinen.
“Gomen, gomen aku yang salah
semuanya, Hikaru tidak salah sekali lagi gomen~”, kataku sambil terus menunduk
berkali-kali meminta maaf pada semuanya.
“Daijoubu Yabu-chan, cepatlah
berganti kostum, karena sebentar lagi kita akan tampil”, kata Keito.
“Unn~”
Aku mengganti pakainku dengan cepat,
aku bahkan tidak tahu lagu apa saja yang akan kami bawakan hari ini. Tiba-tiba
Chinen masuk dan membawakan roti dan orange juice. “Ne Yabu-chan mukamu pucat
sekali kamu pasti belum makan siang ini roti untukmu”.
Aku hampir menangis rasanya. Aku
benar-benar lapar dan hari ini benar-benar berat bagiku. “Arigato Chii”,
setelah memberikan roti padaku dia tersenyum dan keluar dari ruang ganti.
Akupun melahap roti itu dengan cepat. Jam 6 pun tiba. Giliran kami tampil. Aku
hanya menerka-nerka dari musik awal apa lagu yang akan kami bawakan dan
menyesuaikannya. Sejauh ini lancar tapi aku tidak tahu posisiku karena aku
tidak ikut briefing dan aku benar-benar terlihat sangat bodoh aku bahkan tidak
tahu kalau ternyata di lagu Super Delicate bagian bridgenya dipakai aku seperti
orang bodoh yang bingung kemana harus berpindah. Setelah perform berakhir aku
hanya bisa tertunduk dan meminta maaf lagi pada anak-anak JUMP yang lain tapi
tidak ada satupun yang membalas permohonan maafku dan mereka hanya berlalu
sambil terus berjalan keruang ganti. Aku benar-benar merasa putus asa,
bagaimana bisa aku melakukan banyak sekali kesalahan formasi dalam acara on
air. Ini bukan off air yang bisa di perbaiki dan diulang-ulang ini adalah acara
on air dan aku mengacaukan segalanya. Apa mungkin JUMP akan dimaki dan tidak
akan diperbolehkan tampil lagi di M*** gara-gara aku? Aku benar-benar merasa
sangat bersalah pada mereka semua. Tak ada satupun member JUMP yang mau bicara
padaku di ruang ganti. Yah itu wajar aku benar-benar mempermalukan mereka hari
ini. Mereka meninggalkan ruang ganti setelah mengganti pakaian mereka dan
masing-masing pulang. Aku masuk mobilku dan aku membenturkan kepalaku
berkali-kali di setir kemudi. Aku menangis, tentu saja aku menghancurkan
segalanya hari ini.
Tiba-tiba ada pesan singkat dari
Chinen, yang berisi:
Yabu-chan daijoubu desuka?? Bila kau
tak sibuk datanglah ke JE, opa Johnny mau bicara padamu, gomen Yabu-chan~
Sungguh aku seperti terkena serangan
jantung, opa Johnny ingin bertemu denganku? Pasti semua gara-gara acara tadi.
Dan kalimat terakhir Chinen yang meminta maaf benar-benar membuataku
bertanya-tanya buat apa dia meminta maaf? Apakah ini artinya aku akan
dikeluarkan dari JUMP? Aku tidak boleh berpikir seperti itu, lebih baik aku
segera ke JE.
Setelah sampai, JE benar-benar sepi itu
wajar sih karena sekarang jam 11 malam. Aku sudah mengirim pesan singkat pada
ibuku untuk mengatakan aku akan pulang larut malam. Aku pun langsung mengetok
ruangan opa Johnny “Masuk”, sahutan singkat dari dalam ruangan.
Akupun masuk dengan canggung, dan
yah seperti yang kuduga opa Johnny memarahiku karena kejadian di M*** tadi tapi
syukurlah aku tidak dikeluarkan dari JUMP. Setelah keluar dari ruangan tersebut
aku menangis lagi. Aku merasa benar-benar sangat bersalah dan bodoh semua hal
yang kulakukan hari ini tidak ada yang berjalan dengan baik, semuanya kacau dan
semauanya karena salahku. Sakit~ hati ini benar-benar sakit mengingat semua
wajah anak-anak JUMP yang bahkan tidak mau menatapku apalagi menyapaku.
Tiba-tiba ada pesan singkat masuk
lagi, dari Chinen lagi:
Yabuchan, datanglah ke atas gedung!
Nani? Apa maksudnya? Buat apa ke
atas gedung JE? Tapi aku tetap berjalan menurutinya.
Saat aku membuka pintu, tiba-tiba
ada panggung di atas atap JE ini dan semua member JUMP ada diatas panggung itu.
Mereka menyanyi lagu “Arigato”. Aku bingung sangat bingung apa maksudnya ini.
Setelah selesai perform mereka berteriak sambil menghitung mundur dari 10.
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
“O TANJOUBI OMEDETO GOZAIMASU
YABU-CHAAANN”
Teriak mereka semua, dan aku hanya
bisa terdiam sambil membuka mulutku tak percaya. INI ULANG TAHUNKU???? Kenapa
aku tidak sadar akan hal itu???
Tiba-tiba kaka perempuan, kaka
laki-laki, kaa-san bahkan tou-san datang dari belakang sambil membawa kue ulang
tahun yang terdapat lilin bernomor 23 diatasnya. Aku hanya bisa terpaku, aku
speechless aku benar-benar tidak bisa berkata apa-apa. Tiba-tiba dari belakang
JUMP di atas panggung muncul News dengan formasi lengkap berenam seperti dulu
menyanyikan lagu “Happy Birthday”. Lalu Kattun muncul dibelakang News dan
mereka bernyanyi lagu “Resque” dengan Jin-nii juga berada disana. Aku melihat
Meisa-nee berdiri dekat panggung sambil menggendong Akanishi kecil sambil
melambaikan tangannya padaku. Dan yang paling membuatku tidak percaya setelah
Kattun tampil muncul Hikaru, Shoon dan Taiyou menyanyikan lagu “two of us” aku
benar-benar sudah tidak bisa membendung air mataku lagi itu Shoon dan Taiyou
dan mereka benar-benar nyata mereka bernyanyi lagu kami dulu. Aku benar-benar
sangat bahagia mereka semua menyiapkan hal seperti ini. Aku berlari
ke panggung dan memeluk Shoon dan Taiyou. Lama~ benar-benar lama aku tidak
melihat mereka aku sangat bahagia mereka ada disini di hari yang sangat spesial
bagiku. Tiba-tiba Kaa-san mendekatiku sambil membawa kue ulang tahunku dan
menyuruhku meniup lilin ulang tahunku. Aku pun turun dari panggung
mendekatinya.
“Make a wish dulu Yabu-chan”, kata
Yuto
Aku memejamkan mataku dan membuat
permohonanku untuk tahun ini. Kemudian~
“Fyuuuuh”, kutiup lilin bernomor 23
itu.
Dan kaka perempuanku membawakan
pisau potong kue dan aku memotong kue ultahku dan kuberikan potongan pertama
pada Ibu yang sangat kucintai.
Semuanya bertepuk tangan dan
memelukku, aku bahagia~ benar-benar bahagia.
“Yabu-chan!!”, teriak Yama dari atas
panggung.
“Arigato!! Sudah menjadi kaka
laki-laki bagiku, terima kasih sudah membimbingku sampai sejauh ini dan terima
kasih selalu ada saat JUMP membutuhkanmu~ Ai lap yuuu (ciri khas yama)”.
“Yabu, terima kasih dari kita kecil
kau selalu mengajariku banyak hal sampai saat ini, kau selalu mau menemaniku
jalan-jalan dan mau mendengarkan curhatku, kau benar-benar leader yang sangat
baik, aku bangga satu grup denganmu”, kata Takaki.
“Yabu-kun kau sangat baik hati, kau
tidak pernah memarahi kami walaupun kami melakukan kesalahan bahkan kau yang
memperbaiki semua kesalahan kami, aku senang sekali bersama-sama dengan
Yabu-kun dari dulu”, kata Yuto.
“Yabu, maaf selama ini selalu
menyusahkanmu dan menjahilimu, dari awal kita bertemu di elevator itu aku tidak
menyangka kalau kita akan bisa menjadi sedekat ini aku sangat senang menjadi
partnermu, dan terima kasih atas segala hal yang kau lakukan sampai saat ini
pada kami semua, kau memang pantas jadi leader kami”, kata Inoo.
“Yabu-kun kau mengajariku banyak
hal, kau membuatku berani tampil di depan banyak orang dan kau selalu mendukung
apapun yang aku lakukan, aku sangat bangga memiliki leader seperti dirimu.
Tolong terus jaga kami sampai akhir”, kata Keito
“Arigato Yabu-chan~ Arigato~ kau
tidak pernah lelah mengajari kami banyak hal, kau mengajari kami bagaimana
menjadi seorang Idol dan mengajari kami untuk tidak pernah menyerah akan segala
hal dan terus berusaha, kau merupakan motivatorku dan aku sangat bangga
mempunyai kau sebagai leader dari JUMP”, kata Daiki
“Yabu-chaaaaaaaaaaaaaaaaaaan aku
sayang sekali pada Yabu-chan selamat ulang tahun!! Terima kasih selalu
mendengarkan semua curhatku dan memberikan solusi-solusi atas semua masalahku,
kau benar-benar aku anggap sebagai kaka laki-lakiku, aku harap aku bisa
benar-benar menjadi adikmu dan terima kasih selalu menjagaku sampai saat ini”,
kata Chinen
“Hey BAKA!! Maaf masalah tonjokan
tadi aku tidak menyangka kau lemah sekali”, kata Hikaru
“Hikka-chan tentu saja Yabuchan
lemah karena dia kelaparan”, bantah Chinen.
“Iya-iya aku becanda kok hahahaha,
nah Yabu aku tidak tahu harus berkata apa. Kau benar-benar orang yang sangat
penting bagiku eits jangan berpikiran yang aneh-aneh”, semua orang tertawa
termasuk aku.
“Setengah dari umurku sudah
kuhabiskan bersama-sama dengan dirimu, kita bertengkar, tertawa, sedih,
ketakutan, gugup dan bersenang-senang bersama. Dari awal kau selalu membantuku
dalam banyak hal saat aku tidak bisa melakukan sesuatu kau yang mengajariku,
kau selalu ada saat aku membutuhkanmu dan aku sangat bersyukur menjadi temanmu,
aku sangat mengucapkan terima kasih atas segala hal yang kau lakukan padaku eh
tidak, pada semua orang-orang disekitarmu sampai saat ini. Kau benar-benar
pantas menjadi seorang Leader Yabu, tetaplah bersama kami dan tetaplah bimbing
kami sampai kapanpun”, kata Hikaru panjang lebar.
“BAKA!! Tentu saja!! Tapi aku bukan
leader yang baik, aku bahkan tidak bisa mempertahankan satu orang”.
“Kau selalu mempertahanku
Yabu-chan”, tiba-tiba suara yang sangat ku rindukan terdengar, aku berbalik dan
aku melihat Ryutaro disana.
“Kau bahkan ingat hari ulang
tahunku, dan mengirimiku kartu ucapan, disaat aku berpikir tidak ada lagi yang
memikirkanku kau datang dan selalu mendukungku, kau tahu kau selalu
mempertahanku dan menganggapku ada di JUMP”.
Aku menangis~ aku menangis entah
untuk yang keberapa kalinya. Sungguh, aku sangat merindukan Ryuu dan bahkan dia
juga datang di hari spesialku ini. Dia mendekat dan memelukku dan aku balas
memeluknya dan semua member JUMP ikut memeluk kami. Aku tidak pernah berpikir
semuanya akan berakhir seperti ini. Ini benar-benar membuatku bahagia.
Tiba-tiba opa Johnny juga datang dan
berkata “O tanjoubi omedeto Kota, maaf aku hanya bercanda masalah aku yang
memarahimu tadi, itu karena permintaan anggotamu itu”, tunjuk opa Johnny pada
orang-orang dibelakangku.
Nani? Aku menoleh pada semua member
JUMP dan mereka hanya cekikikan. “Dan untuk masalah kesalahanmu di M*** tadi
tenang saja semuanya sudah direncanakan jadi itu bukan masalah besar”, tambah
opa Johnny.
“Apa?? Jadi kalian mengerjaiku”,
bentakku pada mereka. Dan setelah itu mereka berlarian kesana-kemari.
“Sebenarnya, saat briefing kami
memang berencana menambah lagu dan gerakan yang tidak biasa dan tidak
memberitahukanmu, tapi ternyata kau sendiri yang terlambat dan tidak datang
dalam briefing, jadi bukan sepenuhnya salah kami kan?”, kata Hikaru dengan muka
yang menyebalkan sambil berlari menghindari tonjokanku.
“Dasar kalian semua BAKA!”,
teriakku.
Aku sangat bahagia, semuanya ada
disini, Opa Johnny, semua keluargaku, semua JUMP members+Ryuu, Yayayah members,
News, Kattun dengan Jin-nii+Meisa-nee dan Akanishi kecil.
Memang berat menjadi seorang
Mahasiswa dan Idol sekaligus, tapi aku tidak akan pernah menyesali hal itu lagi
karena aku punya teman-teman yang akan selalu membantuku melewati itu dan toh
aku bahagia jadi Mahasiswa dan Idol. Oh ya harapanku adalah:
Aku ingin terus menjadi orang yang
bisa membuat orang-orang disekitarku bahagia. Dan aku ingin selalu dicintai
oleh orang-orang disekitarku~
Owari~~
Glosarium:
Kaa-san = Ibu
Tou-san = Ayah
Arigato = Terima kasih (keterlaluan
bila gak tahu orz)
Oyasumi nasai = Selamat tidur
Baka = Bodoh ._.
O tanjoubi Omedeto = Selamat Ulang
Tahun
Gomen = Maaf
Minna-san = Semuanya
Ittekimasu = Aku berangkat
Itterashai = Hati-hati
Nb : Maaf gak ada romance~ bosan kan
kalo baca romance-romance mulu (bilang aja gak bisa bikin Yabu romance ama yang
lain =o=) Mau bikin Yabu sama aku tapi tapi tapi aku sendiri bingung bikin
ceritanya gimana nanti malah berubah jadi Rated M #plaak Disini aku certain
gimana susahnya jadi mahasiswa sekalian jadi seorang Idol, aku yang mahasiswa
aja cukup merasa kerepotan dengan yang namanya tugas sambil fangirling #plaak
Jadi pasti ribet banget tuh kuliah sambil jadi Idol gitu, terus aku tambahin
yayayah dan johnny’s artist lain yang sering bersama dengan Yabu dari kecil,
yah nostalgia dikit lah hehehe Aku fans berat Yayayah sih :3
Terus disini papah Yabu banyak
nangis~ :3 Kan papah cengeng tuh (dicium papah) XDD Biar cengeng aku tetap
sayang kamu koq BubuQ sayang :3


No comments:
Post a Comment
your comment is precious to us :)