Pages

BEFORE I'M LEAVING part 8 (final)




Title                 : Before I’m leaving
Cast                 : Ryosuke Yamada as Ryo and Suke (twin)
                         Miyuki Hitomi (OC)
                        Sakura Yamada (OC) Ryo and Suke’s mother
                         Natsumi (OC) Ryo and Suke’s grandpa                                 
Genre              : Dark, Angst
Rating             : Pg-15 (maybe there is some harassment and kissing etc.)
Length             : Series
Language        : Bahasa Indonesia
Author             : Ruu-chan
- FB Link                    :
- Twitter          : @Kei_ruu
- Site Link       : www.kei-ruu.blogspot.com
- Ichiban          : Inoo Kei
- Reason join this project: because I love writing

Disclaimer       : all character are not mine, the story is only mine
Summary         : Ryota and Keisuke (suke) is a twin brother with opposite character. They live
                         with their mother and grandpa in his own house.
A/N                 : well, I love JUMP >..<


*********************************************************
“kau … kenapa …”
“lama tidak bertemu ya … kak …”
Bohong … ini bohong kan????? Suke … kenapa dia … ada di sini??? Bukankah dia sudah …
“kenapa kak? Sekaget itu kah kau melihatku? Apa kau tidak senang aku masih hidup?”
Ternyata benar, laki-laki yang ada di hadapanku ini adalah … Suke …
tapi ..
kenapa??
“Suke, jangan bilang kau yang ….”
“hahahaha, ya. Benar kak. Aku yang melakukannya … aku yang …”
Belum sempat menyelesaikannya aku segera memojokkan Suke ke tembok. Aku tak ingin kalimat itu terdengar dari mulutnya. Aku tak ingin mendengarnya, aku tak ingin mempercayainya. Cobaan macam apalagi ini ??

BRUKK

Suke mendorongku balik hingga aku terjatuh. Dia menghampiri mayat ibu dan tersenyum. Membelai rambut ibu dan kemudian berdiri lagi.
“kau tahu kak?? Sudah lama aku menunggu saat-saat ini. saat ketika aku terlahir kembali… dan menghabisi ibu …. ”
“KAU SUDAH GILA SUKE !!”
“HAHAHAHA”
“kenapa kau berbuat semua ini !! apa salah ibu??!”
“salahnya?? KAU BILANG SALAHNYA !!!” nada bicara Suke mulai meninggi kemudian dia menarik kerah bajuku dan memukul wajahku hingga berdarah.
“kau .. bagaimana bisa … “
“semua ini berkat dia kak …”
Suke merenggangkan lengannya sama seperti pose seseorang menunggu suatu pelukan. Dia mengarahkanku ke belakang dan arah pandang pada Mi-chan. Mi-chan menghampiri Suke. Memeluknya dan meletakkan kepalanya di dada Suke dengan senyum sinis kepadaku.
“Mi-chan … APA-APAAN INI!!!??”
“hahahha kau bodoh sekali Ryo. Kau pikir aku akan menyerahkan diriku dengan mudah padamu selama ini? kau ini terlalu naïf”
“aku tak mengerti, kenapa kau … dan Suke …”
Mi-chan menghampiriku yang masih berpose terjatuh. Dia mengangkat daguku dan tersenyum padaku.
“biar ku ceritakan selengkapnya padamu …”
*
*
*
*
*
*
Flashback author’s POV
“Suke … Suke kumohon dengar penjelasanku …”
Mi-chan menggenggam tangan Suke dengan cepat, dia hampir menangis namun Suke mengacuhkannya dan membuang genggaman wanita itu.
“sudah tak ada yang perlu dijelaskan…. Pergilah bersamanya jika kau mau …”
“Suke ..”
Mi-chan memeluk Suke dari belakang di kerumunan banyak orang.
“aku … aku tak mau kehilanganmu. Aku mendekati Ryo karena aku tahu Ryo pewaris perusahaan keluarga kalian .. aku … aku hanya ingin membalaskan dendam keluargaku”
“apa??”
“Suke, maafkan aku. Pada awalnya aku berniat untuk membalaskan dendam ayah dan ibuku. Mereka telah mati saat aku kecil”
“apa maksudmu??” amarah Suke mereda karena pelukan Mi-chan. ia berbalik dan mengajak Mi-chan untuk bicara.
“ayahku … terlibat banyak hutang dengan ayahmu sehingga ia gantung diri saat aku masih bayi. Ibu yang membesarkanku sendirian. Saat itu dia memutuskan untuk bekerja di perusahaan kalian karena ingin tahu bagaimana orang yang telah menyebabkan ayah terlibat banyak hutang. Kamudian, di luar perkiraan ibu. Mereka berdua terlibat cinta yang tak terduga. Ibuku jatuh cinta pada ayahmu dan sebaliknya. Namun, saat ibumu mulai mengendus hubungan mereka. Ayahmu yang telah berjanji untuk merawat kami berdua malah membuang kami begitu saja. Memberi kami cek dengan jumlah banyak.”
“lalu kalian pergi?”
“tidak, karena ibu begitu mencintai ayahmu. Ia tetap bertahan di sini. dengan uang yang ayahmu berikan, ibu mengirimku ke paris untuk belajar di sana di sebuah panti tempat anak-anak yang mempunyai bakat. Beruntungnya di sana aku bisa tidur dan makan gratis karena biaya pemerintah jepang. Aku bekerja paruh waktu sejak SMP demi masa depanku dan ibu. Namun, beberapa bulan kemudian, saat aku ingin mengirimi ibu kabar … ibu … ibu …”
Mi-chan mulai menangis. Membayangkan butiran-butiran ingatan kelam yang masih terngiang di kepalanya. Suke menyandarkan kepala Mi-chan di bahunya sendiri. Suke tak memungkiri bahwa ia masih sangat mencintai Mi-chan. namun ia tak begitu percaya bahwa ayahnya pernah mengkhianati ibunya. Ayahnya adalah sosok yang ia banggakan selama ini. ia membenci ibunya sendiri adalah karena ibunya membunuh ayahnya. Hal ini terlalu rumit untuk Suke. Ayah yang dicintainya ternyata berselingkuh dan kemudian dibunuh oleh ibu kandungnya, kakak kembarnya yang mengkhianatinya dan bermain dengan kekassih yang sangat dicintainya. Dalam hatinya kebbencian sedikit demi sedikit mulai tumbuh. Ia memeluk Mi-chan.
“sudahlah, tak perlu kau ceritakan … itu hanya akan membuatmu menangis …”
“tidak Suke. Aku ingin menceritakannya sampai selesai. Aku sudah tak kuat lagi menahan semua ini. ibuku.. ibuku mati saat menunggu laki-laki itu di malam badai salju. Walaupun dia tak datang, ibuku tetap menunggunya hingga ia hyportemia dan kemudian meninggal … aku … saat mendengarnya dari polisi dulu, penyebab kematian ibu.ketika aku menyelidikinnya, ternyata laki-laki itu telah mati , dibunuh oleh ibumu …”
“jadi, ini yang sebenarnya terjadi??? Karena ibu, karena ibulah .. ayah mati, dank au juga menderita??”
“ya. Suke, maafkan aku”
Suke terdiam. Dia membelai-belai kepala Mi-chan dan menyadarkan balik kepalanya.
“Mi-chan… apa kau ingin membalaskan dendammu???”        
“un”
“kalau begitu bawa sekarang satu orang yang tubuhnya sama deganku….”
*
*
*
*
“kau … jadi begitu… jadi selama ini kalian bersekongkol…”
“tentu saja kak, bagaimana bisa aku melakukan semua ini tanpa bantuan ke-ka-sih-ku??”
Suke mencium bibir Mi-chan di hadapanku. Entah kenapa aku mulai naik darah dan segera bangkit, berlari kemudina memukulnya. Memukul wajah orang yang memiliki wajah sama denganku ini bertubi-tubi seperti orang kesetanan.
“BEDEBAH KAU SUKE !!! MANUSIA MACAM APA KAU!!!”
Suke membalas pukulanku. Kami saling hantam, berguling hingga seluruh perabotanku terpecah belah. Mi-chan hanya berdiri di pojokan sambil tersenyum. Puas melihat kami bertingkah seperti itu.
DAAAKKKKK
Pintu terdengar didobrak oleh seseorang. Rupanya kakek, dia mengeluarkan pistolnya dan menembak tangan kiri Suke. Seketika tangan Suke berlumuran darah. Mi-chan menghampirinya.
“Suke, kau tak apa-apa??”
“ya, aku taka pa-apa.”
“kakek….”
Aku segera menghampiri kakek. Memandangi Suke dan Mi-chan.
“Suke. Pergi dari wanita ini. dia hanya memperalatmu. Dia ingin mencelakaimu”
“hahahaha !!! mencelakai?? Apa kau buta, orangtua? Bukannya kau yang tadi menembakku hah?!”
“Suke, dia menyewa seorang pembunuh bayaran untuk menghabisimu setelah kau membunuh Ryo.”
Aku kaget. Bagaimana mungkin Mi-chan tega berbuat begitu?
Mi-chan berlari menghampiri kakek dengan tiba-tiba dan memukulnya, merebut pistol di tangannya dan menodongkan pistolnya pada kami semua.
“Mi-chan tunggu, ada apa denganmu?”
“DIAM KAU !!! KALIAN SEMUA SAMA SAJA !! KELUARGA RENDAHAN !! kalian … kalian selalu mementingkan diri kalian sendiri.”
“Mi-chan tenanglah …” Suke masih bisa bersikap seperti itu
“kakek, sebenarnya ada apa?” aku berbisik pada kakek yang sedang menatap tajam Mi-chan.
“dia… kakek menyuruh seseorang menyelidiki siapa yang mengirimi kau dan ibumu bangkai selama ini. ternyata itu berasal dari sebuah rumah kecil di Osaka dan ketika orang yang kusuruh itu menyelidiki siapa pemiliknya, Suke ada di dalamya sedang bermesraan dengan wanita ini. selain itu detektif itu bilang dia menyewa seseorang untuk membunuh Suke besok tepat jam 2 pagi. Dia sudah merencanakan semua ini dengan matang”
“Mi-chan … itu semua … bohong kan?”
“Suke, apa kau tak sadar? Kenapa ingatanmu baru-baru itu kembali padahal sebelumnya tak ada yang terjadi?” kakek mulai berusaha meyakinkan Suke untuk kembali kepada kami.
Suke hanya terdiam.
“itu karena wanita inilah yang merangsang ingatanmu untuk kembali. dia tahu kau satu-satunya saksi hidup saat ayahmu terbunuh dan telah kehilangan sebagian ingatanmu”
“jadi karena itu kek, ingatan Suke sering kembali hanya pada saat-saat di sekolah? Dan waktu Mi-chan ada di dekatnya?” Aku mulai menyadari apa yang sebenarnya terjadi.
“ya, daridulu aku memang sudah curiga pada wanita ini”
Mi-chan terlihat makin terpojok. Suke mendekatinya tanpa rasa takut padahal Mi-chan masih menodongkan pistolnya pada kami.
“Suke hati-hati ..”
“Mi-chan. sudahlah …. Aku… bagaimanapun dirimu … aku mencinttaimu … “
“DIAM KAU !! TAHU APA KAU TENTANG CINTA !! KARENA CINTALAH IBUKU BEGITU BANYAK MENDERITA, KARENA CINTA IBU MATI. DAN KALIAN HARUS MEMBAYARNYA !!”
Mi-chan menembakkan pistol itu kea rah Suke. Aku mendorong tubuh Suke hingga peluru itu mengenai dadaku sendiri. Seketika nafasku terasa sesak dan pandanganku mulai kabur. Rasa sakit begitu kuat merasuk dalam diriku. Tubuhku mulai merasa kedinginan. Terasa Suke membopong tubuhku dan terus memanggilku. Masih bisa kudengar juga suara kakek yang memukul Mi-chan hingga ia pingsan.
Aku ….
Apakah aku akan mati …
Dingin …
Gelap ….
Sakit …
Ibu …
Seperti inkah …
Rasanya di ambang kematian …
Ibu ….
*
*
*
*
*
“kak … kau sudah sadar … kak …”
Sedikit demi sedikit aku mendengar beberapa suara yang memanggilku. Selang oksigen dan infuse serta pengamat detak jantung terpasang di tubuhku. Aku melihat apa yang ada di sekitarku. Kulihat Suke dan kakek duduk di sampingku.
“ini … dimana …?”
“syukurlah kau sadar. Sudah hampir dua hari kau pingsan.dokter sudah mengambil peluru yang bersarang di tubuhmu. Hampir saja mengenai jantungmu” kakek tersenyum, ia terlihat lega. Aku tak begitu mengingat apa yang terakhir kali terjadi. Aku memegangi kepalaku mencoba mengingatnya.ku perhatikan TAngan Suke yang diborgol dan beberapa polisi di belakangnya. Ya, aku hari itu .. tragedy itu …
“Suke, kau.. kenapa…”
“kak,maafkan aku…” Suke mulai menangis. “aku memang terlalu bodoh… sampai saat ini, aku tak percaya apa yang telah aku lakukan ….”
“sudahlah Suke, bukankah aku sudah bilang padamu. sedikit banyak itu karena penyakit turunan dari ibumu.” Kakek menepuk bahu Suke.
“kakek … jadi… benar ibu sudah … jadi ini semua bukan mimpi…” airmataku mulai jatuh. Ternyata kematian ibu, adegan saat Suke mengakui bahwa ia yang telah membunuh ibu, Mi-chan yang menarik pelatuk pistolnya dan mengarahkan pada Suke….
“kak, ini semua salahku. Andai saja aku bisa menahan diri…” Suke mulai menangis lagi. Ia berdiri di hadapanku dan berlutut di pinggir tempat tidurku. “pukullah …pukullah aku hingga kau puas … “
Aku terdiam. Bangun, dan mengangkat tubuh Suke.
“bangunlah, apa dengan memukulmu sekuat tenaga ibu akan kembali lagi??”
“kak …”
“Suke, kau sudah menyadari kesalahanmu. Kau juga sudah menyerahkan dirimu kan? tebuslah dosamu sampai habis. Dan mulailah hidup baru”
Suke langsung memelukku. Aku sungguh merindukan pelukan ini. pelukan hangat dari saudara kandungku sendiri. Tahukah kau Suke, betapa aku kesepiannya saat kau tak ada? Hanya saja, selama ini aku tak mau mengakuinya.
“kek, bagaimana dengan Mi-chan?” aku baru teringat hal itu.
“setelah menembakmu dengan spontan, ia merasa bersalah dan menyerahkan dirinya ke polisi. Kurasa ia tak pernah melukai orang sebelumnya”
“anak itu … walaupun kejam, tetapi sebenarnya ia tidak jahat..”
“hei kak, kau suka ya pada Mi-chan?”
“eh?”
“aku tak akan pernah menyerahkannya padamu. setelah keluar dari penjara nanti, aku akan mengajaknya untuk menikah”
“kau ini, masih sempat saja bicara begitu Suke” Kakek menghela nafas mendengar Suke bicara begitu. Aku tersenyum dan entah kenapa merasa sangat bahagia. Jadi, inikah jalan yang Tuhan buat untukku? Dimana ia menginginkan aku sadar bahwa aku begitu mencintai adikku ini? Tuhan, andai saja aku menyadarinya sejak awal, mungkin ibu …
“tidak … pokoknya tidak… Mi-chan pacarku. Dan kami sudah resmi”
“HEEEEE tapi aku kan belum putus dengannya…”
“masa bodo, siapa suruh pura-puramati seperti anak kecil…”
“aarrggh, pokoknya dia milikku !! milikku !!”
Kakekku hanya tersenyum melihat kami memperebutkan Mi-chan. ia bertolak pinggang dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan kedua cucunya yang memperebutkan seorang wanita narapidana yang akan keluar 10 tahun dari penjara, mulai dari sekarang …

The End 

3 comments:

  1. Why people still make use of to read news papers when in this technological world everything
    is accessible on net?

    my homepage :: diets that work fast for women

    ReplyDelete
  2. huwee, baru slesai baca ff inii ..
    kereeeeeeen XDD sumpah keren banget, aq suka XD
    jalan ceritanya bagus banget dan bkin penasaran di setiap akhir chapternya XD
    ampek heboh klo baca XD
    kereen kaak XDD

    ReplyDelete

your comment is precious to us :)