Title : Before I’m leaving
Cast
:
Ryosuke Yamada as Ryo and Suke (twin)
Miyuki
Hitomi (OC)
Sakura Yamada (OC) Ryo and
Suke’s mother
Natsumi (OC) Ryo and Suke’s
grandpa
Genre
:
Dark, Angst
Rating : Pg-15 (maybe there is some harassment and
kissing etc.)
Length
:
Series
Language : Bahasa Indonesia
Author
:
Ruu-chan
- FB Link
:
-
Twitter : @Kei_ruu
- Site Link
: www.kei-ruu.blogspot.com
-
Ichiban : Inoo Kei
- Reason join this
project: because I love writing
Disclaimer : all character are not mine, the story is only
mine
Summary
: Ryota and Keisuke (suke)
is a twin brother with opposite character. They live
with their mother and
grandpa in his own house.
A/N : well, I love JUMP >..<
*********************************************************
“kau
… kenapa …”
“lama
tidak bertemu ya … kak …”
Bohong … ini bohong kan????? Suke …
kenapa dia … ada di sini??? Bukankah dia sudah …
“kenapa
kak? Sekaget itu kah kau melihatku? Apa kau tidak senang aku masih hidup?”
Ternyata
benar, laki-laki yang ada di hadapanku ini adalah … Suke …
tapi
..
kenapa??
“Suke,
jangan bilang kau yang ….”
“hahahaha,
ya. Benar kak. Aku yang melakukannya … aku
yang …”
Belum
sempat menyelesaikannya aku segera memojokkan Suke ke tembok. Aku tak ingin
kalimat itu terdengar dari mulutnya. Aku tak ingin mendengarnya, aku tak ingin
mempercayainya. Cobaan macam apalagi ini ??
BRUKK
Suke
mendorongku balik hingga aku terjatuh. Dia menghampiri mayat ibu dan tersenyum.
Membelai rambut ibu dan kemudian berdiri lagi.
“kau
tahu kak?? Sudah lama aku menunggu saat-saat ini. saat ketika aku terlahir
kembali… dan menghabisi ibu …. ”
“KAU
SUDAH GILA SUKE !!”
“HAHAHAHA”
“kenapa
kau berbuat semua ini !! apa salah ibu??!”
“salahnya??
KAU BILANG SALAHNYA !!!” nada bicara Suke mulai meninggi kemudian dia menarik
kerah bajuku dan memukul wajahku hingga berdarah.
“kau
.. bagaimana bisa … “
“semua
ini berkat dia kak …”
Suke
merenggangkan lengannya sama seperti pose seseorang menunggu suatu pelukan. Dia
mengarahkanku ke belakang dan arah pandang pada Mi-chan. Mi-chan menghampiri
Suke. Memeluknya dan meletakkan kepalanya di dada Suke dengan senyum sinis
kepadaku.
“Mi-chan
… APA-APAAN INI!!!??”
“hahahha
kau bodoh sekali Ryo. Kau pikir aku akan menyerahkan diriku dengan mudah padamu
selama ini? kau ini terlalu naïf”
“aku
tak mengerti, kenapa kau … dan Suke …”
Mi-chan
menghampiriku yang masih berpose terjatuh. Dia mengangkat daguku dan tersenyum
padaku.
“biar
ku ceritakan selengkapnya padamu …”
*
*
*
*
*
*
Flashback
author’s POV
“Suke
… Suke kumohon dengar penjelasanku …”
Mi-chan
menggenggam tangan Suke dengan cepat, dia hampir menangis namun Suke
mengacuhkannya dan membuang genggaman wanita itu.
“sudah
tak ada yang perlu dijelaskan…. Pergilah bersamanya jika kau mau …”
“Suke
..”
Mi-chan
memeluk Suke dari belakang di kerumunan banyak orang.
“aku
… aku tak mau kehilanganmu. Aku mendekati Ryo karena aku tahu Ryo pewaris
perusahaan keluarga kalian .. aku … aku hanya ingin membalaskan dendam
keluargaku”
“apa??”
“Suke,
maafkan aku. Pada awalnya aku berniat untuk membalaskan dendam ayah dan ibuku. Mereka
telah mati saat aku kecil”
“apa
maksudmu??” amarah Suke mereda karena pelukan Mi-chan. ia berbalik dan mengajak
Mi-chan untuk bicara.
“ayahku
… terlibat banyak hutang dengan ayahmu sehingga ia gantung diri saat aku masih
bayi. Ibu yang membesarkanku sendirian. Saat itu dia memutuskan untuk bekerja
di perusahaan kalian karena ingin tahu bagaimana orang yang telah menyebabkan
ayah terlibat banyak hutang. Kamudian, di luar perkiraan ibu. Mereka berdua
terlibat cinta yang tak terduga. Ibuku jatuh cinta pada ayahmu dan sebaliknya. Namun,
saat ibumu mulai mengendus hubungan mereka. Ayahmu yang telah berjanji untuk
merawat kami berdua malah membuang kami begitu saja. Memberi kami cek dengan
jumlah banyak.”
“lalu
kalian pergi?”
“tidak,
karena ibu begitu mencintai ayahmu. Ia tetap bertahan di sini. dengan uang yang
ayahmu berikan, ibu mengirimku ke paris untuk belajar di sana di sebuah panti
tempat anak-anak yang mempunyai bakat. Beruntungnya di sana aku bisa tidur dan
makan gratis karena biaya pemerintah jepang. Aku bekerja paruh waktu sejak SMP
demi masa depanku dan ibu. Namun, beberapa bulan kemudian, saat aku ingin
mengirimi ibu kabar … ibu … ibu …”
Mi-chan
mulai menangis. Membayangkan butiran-butiran ingatan kelam yang masih terngiang
di kepalanya. Suke menyandarkan kepala Mi-chan di bahunya sendiri. Suke tak
memungkiri bahwa ia masih sangat mencintai Mi-chan. namun ia tak begitu percaya
bahwa ayahnya pernah mengkhianati ibunya. Ayahnya adalah sosok yang ia
banggakan selama ini. ia membenci ibunya sendiri adalah karena ibunya membunuh
ayahnya. Hal ini terlalu rumit untuk Suke. Ayah yang dicintainya ternyata
berselingkuh dan kemudian dibunuh oleh ibu kandungnya, kakak kembarnya yang mengkhianatinya
dan bermain dengan kekassih yang sangat dicintainya. Dalam hatinya kebbencian
sedikit demi sedikit mulai tumbuh. Ia memeluk Mi-chan.
“sudahlah,
tak perlu kau ceritakan … itu hanya akan membuatmu menangis …”
“tidak
Suke. Aku ingin menceritakannya sampai selesai. Aku sudah tak kuat lagi menahan
semua ini. ibuku.. ibuku mati saat menunggu laki-laki itu di malam badai salju.
Walaupun dia tak datang, ibuku tetap menunggunya hingga ia hyportemia dan
kemudian meninggal … aku … saat mendengarnya dari polisi dulu, penyebab
kematian ibu.ketika aku menyelidikinnya, ternyata laki-laki itu telah mati ,
dibunuh oleh ibumu …”
“jadi,
ini yang sebenarnya terjadi??? Karena ibu, karena ibulah .. ayah mati, dank au juga
menderita??”
“ya.
Suke, maafkan aku”
Suke
terdiam. Dia membelai-belai kepala Mi-chan dan menyadarkan balik kepalanya.
“Mi-chan…
apa kau ingin membalaskan dendammu???”
“un”
“kalau
begitu bawa sekarang satu orang yang tubuhnya sama deganku….”
*
*
*
*
“kau
… jadi begitu… jadi selama ini kalian bersekongkol…”
“tentu
saja kak, bagaimana bisa aku melakukan semua ini tanpa bantuan ke-ka-sih-ku??”
Suke
mencium bibir Mi-chan di hadapanku. Entah kenapa aku mulai naik darah dan
segera bangkit, berlari kemudina memukulnya. Memukul wajah orang yang memiliki
wajah sama denganku ini bertubi-tubi seperti orang kesetanan.
“BEDEBAH
KAU SUKE !!! MANUSIA MACAM APA KAU!!!”
Suke
membalas pukulanku. Kami saling hantam, berguling hingga seluruh perabotanku
terpecah belah. Mi-chan hanya berdiri di pojokan sambil tersenyum. Puas melihat
kami bertingkah seperti itu.
DAAAKKKKK
Pintu
terdengar didobrak oleh seseorang. Rupanya kakek, dia mengeluarkan pistolnya
dan menembak tangan kiri Suke. Seketika tangan Suke berlumuran darah. Mi-chan
menghampirinya.
“Suke,
kau tak apa-apa??”
“ya,
aku taka pa-apa.”
“kakek….”
Aku
segera menghampiri kakek. Memandangi Suke dan Mi-chan.
“Suke.
Pergi dari wanita ini. dia hanya memperalatmu. Dia ingin mencelakaimu”
“hahahaha
!!! mencelakai?? Apa kau buta, orangtua? Bukannya kau yang tadi menembakku
hah?!”
“Suke,
dia menyewa seorang pembunuh bayaran untuk menghabisimu setelah kau membunuh
Ryo.”
Aku
kaget. Bagaimana mungkin Mi-chan tega berbuat begitu?
Mi-chan
berlari menghampiri kakek dengan tiba-tiba dan memukulnya, merebut pistol di
tangannya dan menodongkan pistolnya pada kami semua.
“Mi-chan
tunggu, ada apa denganmu?”
“DIAM
KAU !!! KALIAN SEMUA SAMA SAJA !! KELUARGA RENDAHAN !! kalian … kalian selalu
mementingkan diri kalian sendiri.”
“Mi-chan
tenanglah …” Suke masih bisa bersikap seperti itu
“kakek,
sebenarnya ada apa?” aku berbisik pada kakek yang sedang menatap tajam Mi-chan.
“dia…
kakek menyuruh seseorang menyelidiki siapa yang mengirimi kau dan ibumu bangkai
selama ini. ternyata itu berasal dari sebuah rumah kecil di Osaka dan ketika
orang yang kusuruh itu menyelidiki siapa pemiliknya, Suke ada di dalamya sedang
bermesraan dengan wanita ini. selain itu detektif itu bilang dia menyewa
seseorang untuk membunuh Suke besok tepat jam 2 pagi. Dia sudah merencanakan
semua ini dengan matang”
“Mi-chan
… itu semua … bohong kan?”
“Suke,
apa kau tak sadar? Kenapa ingatanmu baru-baru itu kembali padahal sebelumnya
tak ada yang terjadi?” kakek mulai berusaha meyakinkan Suke untuk kembali
kepada kami.
Suke
hanya terdiam.
“itu
karena wanita inilah yang merangsang ingatanmu untuk kembali. dia tahu kau
satu-satunya saksi hidup saat ayahmu terbunuh dan telah kehilangan sebagian
ingatanmu”
“jadi
karena itu kek, ingatan Suke sering kembali hanya pada saat-saat di sekolah? Dan
waktu Mi-chan ada di dekatnya?” Aku mulai menyadari apa yang sebenarnya
terjadi.
“ya,
daridulu aku memang sudah curiga pada wanita ini”
Mi-chan
terlihat makin terpojok. Suke mendekatinya tanpa rasa takut padahal Mi-chan
masih menodongkan pistolnya pada kami.
“Suke
hati-hati ..”
“Mi-chan.
sudahlah …. Aku… bagaimanapun dirimu … aku mencinttaimu … “
“DIAM
KAU !! TAHU APA KAU TENTANG CINTA !! KARENA CINTALAH IBUKU BEGITU BANYAK
MENDERITA, KARENA CINTA IBU MATI. DAN KALIAN HARUS MEMBAYARNYA !!”
Mi-chan
menembakkan pistol itu kea rah Suke. Aku mendorong tubuh Suke hingga peluru itu
mengenai dadaku sendiri. Seketika nafasku terasa sesak dan pandanganku mulai
kabur. Rasa sakit begitu kuat merasuk dalam diriku. Tubuhku mulai merasa
kedinginan. Terasa Suke membopong tubuhku dan terus memanggilku. Masih bisa
kudengar juga suara kakek yang memukul Mi-chan hingga ia pingsan.
Aku ….
Apakah aku akan mati …
Dingin …
Gelap ….
Sakit …
Ibu …
Seperti inkah …
Rasanya di ambang kematian …
Ibu ….
*
*
*
*
*
“kak
… kau sudah sadar … kak …”
Sedikit
demi sedikit aku mendengar beberapa suara yang memanggilku. Selang oksigen dan infuse
serta pengamat detak jantung terpasang di tubuhku. Aku melihat apa yang ada di
sekitarku. Kulihat Suke dan kakek duduk di sampingku.
“ini
… dimana …?”
“syukurlah
kau sadar. Sudah hampir dua hari kau pingsan.dokter sudah mengambil peluru yang
bersarang di tubuhmu. Hampir saja mengenai jantungmu” kakek tersenyum, ia
terlihat lega. Aku tak begitu mengingat apa yang terakhir kali terjadi. Aku memegangi
kepalaku mencoba mengingatnya.ku perhatikan TAngan Suke yang diborgol dan
beberapa polisi di belakangnya. Ya, aku hari itu .. tragedy itu …
“Suke,
kau.. kenapa…”
“kak,maafkan
aku…” Suke mulai menangis. “aku memang terlalu bodoh… sampai saat ini, aku tak
percaya apa yang telah aku lakukan ….”
“sudahlah
Suke, bukankah aku sudah bilang padamu. sedikit banyak itu karena penyakit
turunan dari ibumu.” Kakek menepuk bahu Suke.
“kakek
… jadi… benar ibu sudah … jadi ini semua bukan mimpi…” airmataku mulai jatuh. Ternyata
kematian ibu, adegan saat Suke mengakui bahwa ia yang telah membunuh ibu,
Mi-chan yang menarik pelatuk pistolnya dan mengarahkan pada Suke….
“kak,
ini semua salahku. Andai saja aku bisa menahan diri…” Suke mulai menangis lagi.
Ia berdiri di hadapanku dan berlutut di pinggir tempat tidurku. “pukullah …pukullah
aku hingga kau puas … “
Aku
terdiam. Bangun, dan mengangkat tubuh Suke.
“bangunlah,
apa dengan memukulmu sekuat tenaga ibu akan kembali lagi??”
“kak
…”
“Suke,
kau sudah menyadari kesalahanmu. Kau juga sudah menyerahkan dirimu kan?
tebuslah dosamu sampai habis. Dan mulailah hidup baru”
Suke
langsung memelukku. Aku sungguh merindukan pelukan ini. pelukan hangat dari
saudara kandungku sendiri. Tahukah kau Suke, betapa aku kesepiannya saat kau
tak ada? Hanya saja, selama ini aku tak mau mengakuinya.
“kek,
bagaimana dengan Mi-chan?” aku baru teringat hal itu.
“setelah
menembakmu dengan spontan, ia merasa bersalah dan menyerahkan dirinya ke
polisi. Kurasa ia tak pernah melukai orang sebelumnya”
“anak
itu … walaupun kejam, tetapi sebenarnya ia tidak jahat..”
“hei
kak, kau suka ya pada Mi-chan?”
“eh?”
“aku
tak akan pernah menyerahkannya padamu. setelah keluar dari penjara nanti, aku
akan mengajaknya untuk menikah”
“kau
ini, masih sempat saja bicara begitu Suke” Kakek menghela nafas mendengar Suke
bicara begitu. Aku tersenyum dan entah kenapa merasa sangat bahagia. Jadi,
inikah jalan yang Tuhan buat untukku? Dimana ia menginginkan aku sadar bahwa
aku begitu mencintai adikku ini? Tuhan, andai saja aku menyadarinya sejak awal,
mungkin ibu …
“tidak
… pokoknya tidak… Mi-chan pacarku. Dan kami sudah resmi”
“HEEEEE
tapi aku kan belum putus dengannya…”
“masa
bodo, siapa suruh pura-puramati seperti anak kecil…”
“aarrggh,
pokoknya dia milikku !! milikku !!”
Kakekku
hanya tersenyum melihat kami memperebutkan Mi-chan. ia bertolak pinggang dan
menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan kedua cucunya yang
memperebutkan seorang wanita narapidana yang akan keluar 10 tahun dari penjara,
mulai dari sekarang …
The End


Why people still make use of to read news papers when in this technological world everything
ReplyDeleteis accessible on net?
my homepage :: diets that work fast for women
huwee, baru slesai baca ff inii ..
ReplyDeletekereeeeeeen XDD sumpah keren banget, aq suka XD
jalan ceritanya bagus banget dan bkin penasaran di setiap akhir chapternya XD
ampek heboh klo baca XD
kereen kaak XDD
arigatou :) keep reading ya say :)
Delete